Cerita Kanya

Cerita Kanya
Sah


__ADS_3

Hari demi hari. Waktu demi waktu. Dan sampailah hari dimana Kanya dan Zaen duduk di pelaminan.


Kanya memandang dirinya sendiri yang sudah terbalut gaun yang waktu itu ia beli ke butik Tante Rika, wajahnya yang sudah di poles make up, dan rambut blondenya yang di gerai sepinggang.


Kanya duduk sambil memainkan jarinya di bawah meja rias di hadapannya, rasanya…gugup sekali.


Di luar kamar, Zaen sedang mengucapkan ijab qobul. Dan terdengar, para tamu yang datang mengucapkan 'sah' dengan berbarengan dan di lanjutkan membaca surat al-Fatihah.


Lalu Nadia masuk ke kamar dimana Kanya berada, setelah menemukan sosok Kanya, "Kanya, ayo, keluar", ajak sang ibu.


Kanya pun keluar dan melihat begitu banyak orang bertepuk tangan sambil tersenyum lebar ke arahnya. Dan ia melihat Zaen, sedang duduk di meja paling depan di antara tamu-tamu.


Ekor mata Zaen tertuju pada Kanya yang begitu cantik, bahu mulus dan leher jenjangnya sangat mempesona. Zaen tersenyum ke arah Kanya.


Begitu pun Mama Zahra, dia paling heboh di antara semua orang, bahkan tamu-tamunya. Seolah dia lah yang sedang menikah. Mama Zahra mengisyaratkan pada Kanya untuk tersenyum dan mengangkat wajahnya.


Kanya mengerti dan melakukan itu dihadapan tamu-tamunya. Dan ia mendaratkan bokongnya di kursi sebelah Zaen.

__ADS_1


"Selamat, kalian sudah sah menjadi suami istri", ucap sang penghulu sambil tersenyum.


Lalu Zaen dan Kanya pun bergantian memasangkan cincin. Kanya mencium tangan Zaen, dan Zaen mencium jidat Kanya.


Rasanya Kanya ingin memeluk pohon toge saja, karna ia sangat malu. Baru pertama kali ini, ia menjadi pusat perhatian banyak orang, terlebih Bapaknya suka melarangnya untuk keluar rumah. Jadi menurutnya, ini baru pertama kali ia seperti ini.


Lalu mereka berpindah tempat menjadi ke panggung yang biasa dipakai oleh pengantin untuk menyalami tamu-tamunya.


Pernikahan yang di adakan di hotel berbintang itu sangat mewah, megah, dan banyak pula tamunya.


Saat suasana sedang bahagia, Zaen dan Kanya pun sedang sibuk menyalami dan mengucapkakn terima kasih pada tamu-tamunya, tiba-tiba,


"Semua ini gak sah!!". Ya, itu adalah Dewi.


Semua tamu yang ada di tempat itu langsung menghadap ke arahnya.


"Dia, yang udah rebut Zaen dari saya!", sambungnya.

__ADS_1


Lalu Dewi berjalan dengan langkah cepat menuju Kanya dan langsung mendorong Kanya sampai kepala Kanya terbentur kursi kayu hingga darah segar keluar cukup banyak dari kepalanya.


Zaen yang melihat itu langsung mendorong Dewi yang sudah ditahan oleh satpam penjaga gedung. "Kamu apa-apaan??!", teriak Zaen dengan muka merah dambil memegangi Kanya.


Mama Zahra dan Nadia yang melihat Kanya terkulai lemas sambil memegangi kepalanya langsung naik pitam.


"Kamu mau saya bunuh, hah?!!", teriak Mama Zahra pada Dewi.


"Berani-beraninya kamu lukai anak saya!!", teriak Nadia pula.


"Zaen, sayang, aku pengen peluk kamu. Suruh satpam ini lepasin aku, sayang", ucap Dewi dengan tangisannya.


"Bawa dia pergi!", teriak Zaen pada satpam.


"Kanya", panggil Zaen sambil menepuk-nepuk pipi Kanya. Zaen melihat luka sobek di kepala Kanya langsung menggendong dan membawanya ke parkiran hotel.


Zaen memasukkan Kanya ke dalam mobil, dan mobil yang mereka tumpangi melaju ke rumah sakit.

__ADS_1


__ADS_2