
Lalu saat Kanya sudah mau menbuka pintu mobil yang belakang, tiba-tiba ditaham oleh Mama Zahra.
"Kamu 'kan calon istrinya Zaen, jadi kamu duduk didepan, ya, sayang", ucap Mama Zahra sambil tersenyum pada Kanya.
"Tapi, kan…", kalimat Kanya sudah dipotong Mama Zahra.
"Gak ada tapi-tapi. Ayo, naik. Gapapa, kok", jawab Mama Zahra
Tidak ada pilihan lain, akhirnya Kanya pun duduk dikursi depan, bersebelahan dengan Zaen.
Saat diperjalanan, Zaen mencuri-curi pandang pada Kanya yang ada di sebelahnya. Kanya hanya menatap ke arah jendela untuk melihat jalanan.
Lalu sampailah nereka di butik temannya Mama Zahra. Mereka pun turun. Mama Zahra langsung cipika-cipiki dengan temannya itu.
"Itu siapa, Jeng?", tanya temannya Mama Zahra dengan menunjukkan jarinya ke arah Kanya.
"Itu calon mantu aku. Sebentar lagi dia dan Zaen akan menikah. Tolong pilihkan baju pengantin yang paling bagus disini, ya, Jeng. Masalah harga itu kecil", jawab Mama Zahra.
"Oke siap, Jeng. Bereslah", kata temannya Mama Zahra sambil mengangkat jempolnya.
__ADS_1
Lalu Mama Zahra memanggil Zaen dan Kanya dari kejauhan dengan melambai-lambaikan tangannya. Zaen dan Kanya pun langsung berjalan beriringan menuju Mama Zahra.
"Kalian ikut temen Mama ini, ya. Nanti temen Mama ini yang bakal nunjukkin baku pengantin kalian", ucap Mama Zahra pada Zaen dan Kanya.
"Ayo, ikut tante", ajak teman Mama Zahra sambil berjalan mendahului Zaen dan Kanya.
Saat sudah sampai di ruang khusus untuk pengantin,
"Zaen, kamu tunggu disini, ya. Biar calon istri kamu dulu yang pilih bajunya", titah teman Mama Zahra. Zaen membalas dengan anggukan, lalu dia mendaratkan bokongnya disofa yang ada diruangan itu.
Setelah Kanya memilih-milih baju pengantin dengan dibantu oleh temannya Mama Zahra, akhirnya ia menemukan baju yang cocok. Dan mencobanya.
"Mana Kanya?", tanya Mama Zahra saat melihat Zaen duduk sendiri.
"Aissss anak ini nama calon istrinya aja ngga tau", ucap Mama Zahra sambil menepuk jidatnya.
"Ohh jadi nama dia Kanya. Lagi pilih-pilih baju sama Tante Rika", jawab Zaen. Tante Rika adalah teman Mama Zahra sekaligus pemilik butik tersebut.
_______________________________
__ADS_1
"Nama kamu siapa?", tanya Tante Rika pada Kanya.
"Nama saya Kanya", jawab Kanya sambil menyunggingkan senyuman. Lalu Tante Rika membalasnya dengan anggukan tanda mengerti dan tersenyum balik.
Setelah Tante Rika membantu Kanya memakai pakaian yang tadi dipilih. Tante Rika mengajak Kanya untuk menunjukkannya pada Zaen dan Mama Zahra.
"Zaen, Jeng, apa Kanya sudah sangat cantik?", tanya Tante Rika dengan bangga menunjukkan betapa cantiknya Kanya memakai desain bajunya.
Ekor mata Zaen tertuju pada calon istrinya yang memakai gaun berwarna putih dengan menunjukkan bahu dan leher jenjang nya yang putih mulus.
Begitupun Mama Zahra, ia kerkagum-kagum saat melihat calon menantunya yang sangat cantik. Bahkan jika Kanya berpakaian seperti orang kota, Dewi akan terkalahkan.
"Cantik", itulah yang keluar dari mulut Zaen.
"Wah! Cantiknya calon mantu Mama ini", ucap Mama Zahra sambil memeluk Kanya.
"Terima kasih, Ma", jawab Kanya.
"Kamu cocok pakai baju ini. Jeng, untuk calon mantuku, baju ini saja. Dan untuk Zaen, ayo, kamu pilih baju", ucap Mama Zahra.
__ADS_1
Lalu Kanya mengganti kembali bajunya dengan baju yang ia pakai tadi. Ia menatap dirinya dipantulan cermin di kamar ganti itu.
"Bapak, sekarang Kanya bakal nurutin apa kemauan Bapak. Semoga Bapak lihat Kanya, ya. Bapak harus selalu ada di samping Kanya. Kanya sayang Bapak".