Cerita Kanya

Cerita Kanya
Mama salah ngomong 'kan?


__ADS_3

"Saya ingin anak kamu menikah dengan anak saya". Ucap Nadia dengan serius. "Dan saya ingin kamu memberikan saya uang perbulan pada saya. Jika kamu tidak melakukan apa yang saya minta, saya akan tuntut tindakan kamu ke polisi yang telah membunuh suami saya. Saya harap tidak ada penolakan", sambung Nadia dengan tegas.


Mama Zahra menelan salivanya dengan susah payah, Mama Nadia tidak mempersalahkan jika ia harus memberikan uang kepada Nadia tiap bulan. Tapi masalahnya adalah, apakah Zaen mau, menikah dengan anaknya Nadia?


"Untuk sekarang, saya setuju, saya akan berikan apa yang kamu mau itu", jawab Mama Zahra.


"Kalau kamu jawab setuju, jawaban kamu itu sampai nanti pun akan selalu saya anggap seperti itu".


"Ah, gimana ini?" , ucap Mama Zahra dalam hati.


"Baik, tapi ada satu syarat", Mama Zahra menjeda omongannya sebelum ia melanjutkannya, "Saya bisa menikahkan anak saya dengan anak kamu, saya juga bisa memberi kamu uang perbulannya, tetapi.. Semua itu hanya berlaku selama satu tahun. Saya juga berharap tidak ada penolakan. Jika kamu tidak setuju, maka saya akan menuntut kamu balik atas kasus pemerasan", sambung Mama Zahra dengan mantap.


Nadia bergumam, "Baiklah, tak apa hanya satu tahun. Yang penting saya bisa merasakan mendapat uang banyak".


"Saya setuju", jawab Nadia.


"Berapa uang yang ingin kamu minta, hubungi saya. Dan saya akan mengurus kapan pernikahan anak saya dan anak kamu dimulai. Jika tidak ada yang dibicarakan lagi, saya permisi". Ucap Mama Zahra seraya mengangkat bokongnya dan meninggalkan Nadia sendirian.


______________________________


"Mama dari mana?", tanya Zaen setelah melihat Mamanya pulang.


"Zaen, Mama mau bicara sama kamu". Lalu Mama Zahra mendudukan tubuhnya tepat dimana sofa yang anaknya duduki.

__ADS_1


"Zaen", panggil Mama Zahra.


"Hah?", jawab Zaen dengan muka yang pura-pura bodoh.


"Ihh! Mama serius!", bentak Mama Zahra.


"Iya-iya, Mama mau bicara apa?",


"Mama ingin kamu menikah dengan anak dari seorang pria yang Mama tabrak",


______________________________


"Kanya", suara Nadia yang memanggil putrinya menggema ke seluruh ruangan.


"Kanya, sini, Nak. Ada yang perlu ibu sampaikan",


"Apa, Bu?"


"Bapak berpesan pada Ibu, kalau kamu harus menikah dengan teman dari anaknya yang sudah meninggal", ucap Nadia dengan wajah yang meyakinkan anaknya untuk mau, dan berharap anaknya bisa menuruti apa katanya.


"Kok Bapak gak bilang sama aku, Bu? Biasanya kalau Bapak ada apa-apa bilang sama aku", jawab Kanya dengan terheran-heran.


"Asalnya Bapak kamu mau membicarakannya minggu ini",

__ADS_1


"Tapi pasti aku gak kenal sama orangnya, Bu", ucap Kanya sambil menunduk.


"Perlahan, kamu juga pasti kenal",


"Sebenernya, Kanya gak mau nikah sekarang, Bu. Tapi…", suara Kanya tercekat karena tidak dapat menerima kenyataan. "… demi Bapak, Kanya siap", sambungnya.


Wajah Nadia langsung menyiratkan bahwa ia bahagia dengan jawaban anaknya. Nadia langsung memeluk anaknya. Kanya hanya bisa menghela napas berat.


"Kamu harus menurut apa kata Bapak, ya, sayang. Biar Bapak kamu tenang dialam sana karena kamu mau menuruti permintaannya", ucap Nadia masih dengan wajah sumringah.


"Iya, Bu", jawab Kanya singkat.


______________________________


"Apa, Ma? Mama salah ngomong 'kan?", Zaen menjauhkan tubuhnya karena tidak percaya dengan apa yang ia dengar.


"Tolong Mama, Zaen. Kalau Mama tidak mengikuti kemauannya, Mama bisa masuk penjara! Kamu mau Mama masuk penjara?", Mama Zahra mulai gusar karena ia takut anaknya menolak mentah-mentah.


"Tapi aku udah ada Dewi, Ma. Aku cinta sama Dewi!", Zaen menjawab dengan mengepalkan tangannya karena tidak mungkin ia menikah dengan wanita yang tidak ia cintai. "Aku juga gak pernah tau anak dari pria yang Mama tabrak itu gimana", sambungnya.


"Mama tau, Zaen. Tapi Mama juga gak mau masuk penjara", Mama Zahra mulai menitikkan air matanya.


Zaen yang melihat Mamanya menangis langsung mengusap air mata Mamanya. Zaen tidak mau Mamanya sampai meneteskan air mata. Siapa saja yang sampai membuat Mamanya bersedih, Zaen akan membuatnya hilang dari bumi.

__ADS_1


__ADS_2