
Setelah mengatakan itu, Kanya keluar dari kamar pas dan menyerahkan bajunya ke pelayan untuk dibungkus. Kanya berjalan menuju Mama Zahra yang sedang duduk dan tersenyum padanya.
"Mama, maaf, Kanya gak bisa bayar baju ini, Uang Kanya…", Kanya seperti ragu untuk melanjutkan kalimatnya, "…mmm uang Kanya habisa diambil Ibu, tadi Kanya ada 20 ribu tapi di pake ongkos taksi kesini, dan… dipake buat beli keperluan sehari-hari, Ma. Kanya gak punya uang lagi. Apa sebaiknya gak usah beli baju ini aja? Sampai Kanya dapat kerjaan", sambungnya dengan tatapan sendu.
"Ya tuhan, apa yang telah aku lakukan? Aku sudah membuat hidup orang menderita. Apalagi Kanya, seharusnya ini tidak terjadi padanya. Kanya anak yang baik. Tuhan, ampunilah aku", batin Mama Zahra. Mama Zahra menatap Kanya dengan rasa bersalah.
Lalu Mama Zahra tersenyum ketir dan mengusap bahu Kanya yang duduk disebelahnya.
"Kamu gak usah khawatir, ini semua Mama yang bayar, kok", ucap Mama Zahra.
"Tapi, Kanya gak mungkin nerima ini, apalagi dari Mama. Ini terlalu berlebihan menurut Kanya", ucapnya lagi.
"Ngga, sayang. Kamu pantas mendapatkan ini. Terima, ya. Mama bakal seneng kalo kamu nerima pemberian Mama ini", ucap Mama Zahra meyakinkan.
"Ya sudah. Makasih banyak, Ma", ucap Kanya tersenyum. Mama Zahra membalas dengan anggukan.
"MAMA!!", Zaen keluar dengan tubuhnya yang sudah terbalut toxedo putih, warnanya yang seirama dengan gaun Kanya.
__ADS_1
"Wah, anak Mama, gantengnyaaa", seru Mama Zahra sambil menangkup wajah Zaen dengan kedua tangannya.
"Yang ini bagus, Ma?", tanya Zaen sambim menunjuk toxedo yang di pakainya.
"Bagus!! Kamu cocok pake ini. Warnanya juga sama kaya gaun yang Kanya bakal pake", ucap Mama Zahra dengan penuh semangat.
Kanya yang tak jauh dari belakang Mama Zahra melihat Zaen dengan tersenyum. "Aku rasa, aku gak pantas buat Kak Zaen", gumam Kanya sambil menundukkan kepalanya.
Bukan maksud Kanya ingin menikah dengan Zaen karna tampang Zaen itu, tapi dia cukup sadar diri untuk bersanding dengan lelaki itu. Zaen orang yang baik, dan menurut cewek matre Zaen itu…berduit. Dilengkapi dengan wajahnya yang tampan. Kaum hawa mana yang tidak jatuh cinta pada lelaki seperti Zaen.
"Kanya", panggilan Mama Zahra membubarkan lamunan Kanya. Mama Zahra memanggilnya sambil mengibaskan tangannya pada Kanya mengisyaratkan Kanya untuk berjalan menuju Mama Zahra.
"Zaen ganteng, kan?", tanya Mama Zahra dengan wajah berseri.
"Mama ini apa-apaan, sih?!", umpat Zaen.
Kanya melirik Zaen yang juga sedang meliriknya. Dua tatapan itu seolah mengatakan, "bagaimana lagi?".
__ADS_1
"Ganteng, kan?", tanya Mama Zahra lagi.
"I-iya, ganteng, kok", ucap Zahra dengan tawa kikuknya.
"Tuh, kan, Zaen. Kata calon istri kamu aja, kamu ganteng", kata Mama Zahra sambil mencubit pipi Zaen gemas.
Zaen pun hanya bisa nyengir kuda. Tapi…ada yang aneh dengan Mamanya.
"Mama sebelumnya gak pernah kaya gini. Apalagi keliatannya sampe sayang banget sama Kanya. Jangan sampe Mama kaya gitu karna rasa bersalah Mama udah nabrak Bapaknya Kanya. Kalo emang Mama kaya gitu, aku gak akan bisa maafin Mama. … eh, kok, aku mikir gitu, sih? Udah, lah", batin Zaen.
Lalu Zaen mengganti toxedonya dan memberikan toxedo itu pada pelayan untuk dibungkus dan dibayar. Setelah dibayar, Mama Zahra mampir ke salah satu kafe yang ada di mall itu. Mereka tertawa membahas perihal itu ini.
Tanpa mereka sadari, ada dua pasang mata yang sedang melihatnya dengan panas.
Siapakan itchuuuu????
Next eps aja ya, beb😘
__ADS_1
Jangan lupa like nya♥