Cerita Kanya

Cerita Kanya
Mual


__ADS_3

Matahari sudah menampakkan dirinya. Menerangi seluruh alam semesta. Kanya terbangun karna merasa mual. Ia langsung berlari ke kamar mandi dan memuntahkan cairan asam. Perutnya kosong karna semalam ia tidak makan malam.


Zaen yang mendengar langkah kaki yang cukup kencang pun terbangun. Ia melihat lampu kamarnya sudah menyala, artinya lampu sudah hidup kembali. Samar-samar ia mendengar suara kocoran air di kamar mandi, dan melihat sudah tidak ada sosok Kanya di sisinya. Pastilah istrinya yang sedang dikamar mandi itu, pikirnya.


Zaen pun beranjak ke kamar mandi, dan ia langsung melihat istrinya sedang muntah-muntah. Zaen pun berinisiatif untuk memijat tengkuk leher Kanya.


Setelah Kanya menumpahkan isi perutnya, ia membasuh mukanya dengan air dan melirik Zaen yang sedang memasang wajah cemas.


"Kamu kenapa?", tanya Zaen khawatir.


"Gatau, bangun-bangun langsung pengen muntah, pusing lagi", jawabnya sambil memegang kepala.


Zaen melihat wajah Kanya yang pucat merasa tidak tega. "Istirahatin, ya", ucap Zaen sambil memegangi badan Kanya menuju kasur.


Saat sudah sampai kasur, Zaen memberi Kanya minum terlebih dulu. Zaen menitah Kanya untuk sarapan, namun dengan keras Kanya menolaknya. Zaen juga menawarkannya untuk di periksa ke dokter. Namun lagi-lagi Kanya menolaknya. Zaenpun akhirnya mengalah. Dan tak lama Kanya tertidur kembali.

__ADS_1


"Lebih baik aku gak ke kantor dulu", gumam Zaen. Ia melirik Kanya yang sedang tertidur dengan wajah yang pucat, ia mencium kening Kanya sebelum akhirnya ia pergi mandi.


Setelah selesai, Zaen sarapan di meja makan yang cukup besar. Hanya dirinya.


Ia menengok ke kanan dan ke kiri. Biasanya, selalu ada sosok Kanya dan mamanya yang selalu menemani. Sekarang tidak.


Mama Zahra pergi ke Perancis saat satu hari sesudah Kanya pulang dari rumah sakit. Mama Zahra memutuskan untuk pindah rumah, karna semua keluarga Mama Zahra ada di negara itu. Mama Zahra ke Indonesia karna mengikuti suaminya … ralat, Mantan Suaminya.


Jadi hanya tinggalah Kanya dan Zaen di rumah itu. Mama Zahra sudah memercayakan Kanya untuk menjaga Zaen, dengan begitu, Mama Zahra bisa pindah rumah dengan tenang. Mama Zahra berjanji untuk selalu mengunjungi anak dan menantunya itu.


Jam sudah menunjukan pukul 11.00 siang. Namun, Kanya masih belum bangun dari tidurnya. Kanya juga sama sekali belum mengisi perutnya. Zaen ingin membangunkannya, namun ia tidak tega karna melihat istrinya sedang tertidur pulas. Sehingga ia kembali berkutat pada laptopnya untuk melihat keadaan dan pekerjaan kantor.


Beberapa menit kemudian, Kanya mengerjapkan matanya. Zaen yang di sampingnya masih tidak sadar jika sang istri sudah bangun dari tidurnya.


"Lapar". Itulah yang keluar dari mulut Kanya.

__ADS_1


"Eh, kamu udah bangun. Ayo, makan. Aku udah siapin buat kamu. Sebentar, ya, aku ambil dulu", tutur Zaen sambil mengacak rambut Kanya sebelum meninggalkan kamar itu.


***


"Udah", ucap Kanya sambil mengelap mulutnya yang basah karna air yang sudah ia minum dari gelasnya.


Zaen pun memanggil pelayan untuk membereskan bekas makanan Kanya.


"Kamu gak kerja?", tanya Kanya.


"Ngga, aku gak bisa kerja terus ninggalin kamu yang lagi gini",


"Aku gak apa-apa, kok",


"Ngga",

__ADS_1


"Sa-". Zaen menempelkan jari telunjuknya pada bibir Kanya mengisyaratkan 'Sudah, tidak apa-apa'. Kanya pun mengerucutkan bibirnya.


__ADS_2