Cerita Kanya

Cerita Kanya
Cemburu


__ADS_3

Sekarang Kanya dan Zaen sudah di ambang pintu mall. Kanya berjalan sambil mengaitkan tangan nya pada lengan Zaen. Mereka berkeliling namun tidak ada satu pun barang yang mereka beli, atau mereka pilih-pilih.


"Jadi kamu mau beli apa? Dari tadi muter-muter aja", ucap Zaen.


"Sabar", jawab Kanya santai.


"Kamu mau beli apa emangnya?", tanya Zaen.


"Gatau, bingung. Kita jalan aja dulu".


Zaen hanya menuruti keinginan istrinya itu. Mereka berjalan memutari mall yang sangat besar itu selama dua jam. Kanya merasa perut bagian bawahnya sakit. Ia tiba-tiba berhenti berjalan sambil memegang perut bawahnya yang sakit, Zaen melihat itu langsung khawatir.


"Kamu kenapa? Duduk dulu", Zaen menggiring Kanya dan kebetulan dekat mereka berjalan ada bangku untuk umum.


"Sakit", ucap Kanya saat sudah mendaratkan bokongnya di bangku itu.


"Sakit apanya? Yang mana?", tanya Zaen khawatir. Kanya menjawabnya dengan menuntun tangan Zaen ke perutnya.


"Sakit banget? Bentar, aku beliin minum, ya", ucap Zaen. Lalu ia membeli minum dan memberinya pada Kanya. Kanya meneguknya hingga habis.


"Lagi", pinta Kanya.


Zaen pun berlari untuk membeli minum lagi, ia dua botol dan langsung memberinya pada Kanya. Kanya meneguknya dengan cepat.


"Pelan-pelan", ucap Zaen.


Kanya tidak menggubrisnya melainkan melanjutan tegukannya pada botol ketiga. Sampai habis.


Membeli dua botol, alih-alih untuk dirinya dan istrinya tapi habislah sudah kedua botol minum itu.


"Udah", ucap Kanya sambil ngos-ngosan.


"Masih sakit?", tanya Zaen.


"Udah ngga. Pengen semangka", pinta Kanya.


"Aku cariin, ya. Kamu tunggu disini, atau di mobil, jangan ikut. Nanti sakit lagi", omel Zaen.

__ADS_1


"Ga! Pengen ikut", rengek Kanya.


Setelah perdebatan yang cukup panjang, akhirnya Zaen mengalah karna Kanya bersikeras ingin ikut.


Lalu mereka pun berjalan mengelilingi mall itu kembali dan untungnya dari tempat mereka berjalan kembali, ada toko buah-buahan segar.


Kanya yang melihat secara spontan langsung menunjuknya, dan mereka pun kesana. Zaen mengambil troller untuk belanja dan Kanya tidak segan-segan langsung memasukan buah yang menggiurkan seleranya. Termasuk semangka yang ia cari.


Saat Kanya masih memilah-milah buah, ada seorang wanita yang berlari ke arah mereka dan langsung memeluk lengan Zaen dengan manja.


Zaen yang mendapat perlakuan tiba-tiba seperti itu langsung melepaskan lengannya dari pelukan wanita itu. Kanya pun terjengit kaget saat melihat wanita itu.


Bagaimana tidak kaget, wanita itu adalah Angel, musuhnya saat SMA.


"Eh, Kanya. Ngapain lo disini?", tanya Angel sambil memutar matanya dengan senyum menyepelekan.


"Bukan urusan lo", jawab Kanya.


"Zaen, aku kangen. Kamu ngapain sama cewek kampungan ini?", tanya Angel pada Zaen.


"Jaga ucapan lo, ya. Dia istri gue", jawab Zaen tegas.


Zaen tidak menjawab pertanyaan Angel. Ia memilih untuk meninggalkan Angel yang terpaku dan memegang jemari Kanya sambil berlalu pergi.


"Kamu mau beli apa lagi?", tanya Zaen pada Kanya.


"Pulang aja", jawab Kanya ketus.


"Yaudah, aku bayar ini dulu, ya".


Kanya mengganggukan kepalanya tanpa melihat ke arah suaminya.


Lalu mereka pun meninggalkan mall itu. Sepanjang perjalanan Kanya tampak diam. Menatap lurus ke arah jalan. Sesekali Zaen bertanya, namun tak jarang pertanyaannya di diamkan oleh istrinya.


Dan sampailah di rumahnya. Saat Kanya hendak keluar mobil terlebih dahulu, tangannya di pegang oleh Zaen. Hingga mengalihkan pandangannya pada lelaki yang ada di hadapannya.


"Kamu cemburu?", tanya Zaen dengan menatap lekat-lekat kedua bola mata Kanya.

__ADS_1


"Ga". Lalu Kanya melepaskan pergelangan tangannya yang di pegang oleh Zaen dan ia meninggalkan Zaen yang masih terdiam di mobil.


"Dia cemburu", gumam Zaen sambil melengkungkan kedua sudut bibirnya.


***


Sudah larut malam, namun Kanya masih mendiamkan Zaen dan tidak menghiraukannya. Berulang kali Zaen mengajaknya berbicara, namun jawabannya masih selalu singkat.


Dan waktunya tidur, Zaen sedang menyenderkan setengah tubuhnya pada papan kasur itu. Menunggu istrinya. Saat Kanya sudah masuk ke kamar itu, ia sama sekali tidak melirik suaminya yang sedang tersenyum hangat kepadanya.


Kanya memakai krim malamnya di kamar itu. Setelah selesai, ia hendak melangkahkan kakinya keluar kamar itu. Namun, tangannya lagi-lagi di pegang oleh Zaen.


"Kamu mau kemana?", tanya Zaen.


"Aku mau tidur di kamar tamu", jawab Kanya ketus.


"Kenapa?", tanya Zaen lagi.


Tapi Kanya tidak menghiraukan pertanyaan suaminya lagi. Ia menghempaskan tangan suaminya dan langsung pergi meninggalkan kamar itu. Kanya masuk ke kamar tamu. Ia langsung beranjak tidur di kamar itu.


Suasana saat itu sedang hujan lebat yang di lengkapi dengan sambaran petir yang menggelegar. Sangat dingin.


"Aku butuh pelukan". "Tidak-tidak!", batin Kanya menolak keras keinginan hatinya.


"Kenapa aku semarah ini sama Zaen? Rasanya aneh", gumam Kanya.


Darrr!!


Suara petir menyambar di sertai dengan padamnya lampu-lampu di seluruh ruangan membuat Kanya menjerit takut. Ia meremas springbed yang di pakainya erat-erat. Ia menangis, karna takut kegelapan.


Dan tiba-tiba ada sosok yang sedang memeluknya dari belakang. Kanya tentunya terperangah kaget, ia mengencangkan tangisannya sambil memanggil nama Zaen.


"Suuttt, ini aku. Udah jangan nangis, ah", suara Zaen menjawabnya.


Kanya menghentikan tangisannya dan langsung terdiam.


Akhirnya ia menuruti apa kata hatinya. Ia membalikan badannya dan membalas pelukan suaminya erat-erat.

__ADS_1


Saat Zaen mendengar suara petir yang di sertai padamnya lampu, ia langsung beranjak pergi ke kamar tamu yang di tempati istrinya. Dan benar, istrinya sedang memanggil-manggil namanya. Zaen pun langsung memeluknya dari belakang untuk menenangkannya.


Di pelukan itu, keduanya tertidur dengan tenang walaupun suasana di luar sana masih tidak tenang.


__ADS_2