Cerita Kanya

Cerita Kanya
Semua sunyi


__ADS_3

Zaen yang melihat Mamanya menangis langsung mengusap air mata Mamanya. Zaen tidak mau Mamanya sampai meneteskan air mata. Siapa saja yang sampai membuat Mamanya bersedih, Zaen akan membuatnya hilang dari bumi.


"Hanya satu tahun, Zaen. Mama mohon", ucap Mama Zahra dengan mengatupkan kedua telapak tangannya.


Zaen menurunkan kedua tangan Mamanya, "Ya sudah. Zaen mau", ucap Zaen dengan pasrah.


"Terima kasih, Nak", Mama Zahra langsung memeluk putranya itu.


"Tapi, Ma, Zaen mau pernikahan itu segera dilaksanakan. Supaya tidak menunggu lama lagi", kata Zaen.


"Iya, bagaimana kalau akhir minggu sekarang?", tanya Mama Zahra.


"Boleh, Ma",


"Ya sudah, Mama hubungi anak buah Mama agar mempersiapkannya dari sekarang, ya". Zaen menjawab dengan anggukan.


Setelah Mama Zahra menghubungi anak buahnya untuk mempersiapkan pernikahan Zaen, Mama Zahra mengirim pesan pada Nadia untuk memberitahu perihal ini.


"Pernikahan anak kita akan dilaksanakan minggu ini. Aku ingin anakmu datang ke rumahku besok jam 10.00 pagi untuk fitting baju. Rumahku dialamat jl.xxxx nomor 13. ~Zahra".


"Oke. Untuk masalah uang, saya ingin kamu memberi saya 50 juta perbulan. ~Nadia".

__ADS_1


"Ya. ~Zahra".


______________________________


"Kanya",


"Iya, Bu",


"Besok kamu pergi ke jl.xxxx nomor 13, ya, sayang", titah Nadia pada Kanya.


"Untuk apa, Bu?",


"Apa, Bu? Secepat itu? Kita masih berduka, Bu",


"Lebih cepat lebih baik. Agar Bapak kamu tidak menunggu lebih lama lagi". Kanya menunduk seraya memainkan jari-jarinya. Entah nasib seperti apalagi yang akan menimpa dirinya kelak.


______________________________


"Zaen, besok kamu akan fitting baju ke butik teman Mama bersama calon istri kamu", ucap Mama Zahra.


"Iya, Ma", jawab Zaen singkat. Setelah Mama Zahra mendengar jawaban anaknya, ia pergi ke kamar untuk beristirahat.

__ADS_1


"Bagaimana cara aku membicarakan ini ke Dewi? Pasti dia tidak terima. Ah! Sungguh tidak beruntung aku ini!", gumam Zaen sambil menutup wajahnya dengan bantal sofa.


Saat Zaen masih membenamkan wajahnya dengan bantal sofa, tiba-tiba kekasihnya, yaitu Dewi, menelfonnya. Zaen langsung menggeser tombol hijau. Dan…


"Hallo, sayangg! Udah lama ya kita ngga shopping. Aku mau besok kita shopping, besok jam 8 pagi jemput aku yaa. Byee, sayang! Love u!",


"Sa…", Zaen yang asalnya ingin bilang kalau ia besok tidak bisa shopping, namun telepon langsung dimatikan secara sepihak oleh Dewi. Yang mengakibatkan Zaen berteriak frustasi, untung saja Mamanya tidak dengar teriakannya karena kamar Mamanya kedap suara.


______________________________


Matahari mulai terbit menembus celah-celah gorden sehingga membuat Kanya menutup matanya karena terik sinar matahari. Kanya melihat jam di handphone nya sudah menujukan pukul 06.00.


Kanya langsung bangun dari tidurnya dan menuju kamar mandi. Setelah ia mandi dan memakai baju, ia ke dapur untuk memasak sarapan. Karena tiap hari Kanya'lah yang memasak, beres-beres rumah, dan mengurus keperluan lainnya. Ibunya tidak pernah melakukan semua itu, karena… nanti yaaa next eps aku bakal kasih tau kenapa Nadia sampai sebegitu teganya ke Kanya, okeee👌


Kanya sekarang berusia 23 tahun. Sudah semestinya ia bekerja saat ini, namun ayahnya melarang keras Kanya untuk bekerja. Ayahnya bilang, bahwa dunia luar itu keras. Bukan maksud untuk memenjarakan Kanya, namun ayahnya terlalu sayang hingga ayahnya tidak mengizinkan Kanya untuk berlama-lama diluar.


Sementara ibunya, selalu menyuruh Kanya untuk bekerja. Dengan alasan ibunya malu dengan teman-temannya jika Kanya menjadi pengangguran.


Setelah semua selesai, Kanya mengganti lagi bajunya dengan baju yang menurutnya cocok untuk bertemu calon mertuanya. Karena menurut Kanya, tidak sopan jika ia berpakaian seenaknya.


Lalu ia sarapan sendiri. Kanya menatap kursi yang ada dihadapannya, biasanya selalu ada seseorang yang selalu membuatnya ceria dan tertawa setiap pagi. Namun, sekarang kursi itu kosong. Tidak ada suara orang tertawa lagi dirumahnya. Semua sunyi, seakan tidak berpenghuni.

__ADS_1


__ADS_2