Cerita Kanya

Cerita Kanya
Kita putus!


__ADS_3

"Siall!!", teriak seseorang ditengah keramaian, hingga menjadi pusat perhatian banyak orang yang sedang berlalu lalang.


Kanya dari jauh melihat ada wanita cantik tengah berjalan ke arah meja ia, Mama Zahra, dan Zaen sambil menghentak-hentakkan kakinya dengan wajah yang menunjukka amarah.


Namun Kanya tidak berpikir aneh, "mungkin wanita itu menuju meja sebelah", pikir Kanya, hingga Kanya memilih untuk menyeruput minumannya yang setengah lagi.


Tiba-tiba,


BRAAKK!!!


Kanya yang masih sibuk menghabiskan minumannya terjengit kaget. "wanita ituu?!!".


"Apa-apaan ini?!!", teriak wanita itu. Wanita itu adalah…Dewi.


Zaen pun kaget melihat sang kekasih sudah berdiri didepannya dengan muka merah menyala menunjukkan amarah bagaikan uap yang siap untuk dikeluarkan.


Namun tidak dengan Mama Zahra, Mama Zahra malah menunjukkan balik muka merahnya.


"Ngapain kamu ganggu anak saya lagi?!! Hah?!! Dasar murahan kamu! Cewek matre! Kagak modal bisanya ngabisin duit anak saya!! Mau apalagi kamu?!!", teriak Mama Zahra.


Kanya melihat sekelilingnya, bahwa mereka sedang menjadi tontonan orang banyak. Bahwa ada diantara mereka yang mengangkat kamera handphonenya untuk memvideo kejadian itu.


"Ma, udah, Ma. Kita jadi tontonan orang", Kanya menenangkan Mama Zahra.


Mama Zahra yang mendengar omongan Kanya langsung melihat sekelilingnya, dan benar... mereka sedang menjadi tontonan orang banyak.


"Kamu siapa, hah?!! Berani-beraninya kamu deketin pacar sama calon mertua aku!", sentak Dewi pada Kanya.


"Sa-saya gak bermaksud buat deketin pacar Mbak", jawab Kanya dengan gemetar.


"Omong kosong!", saat Dewi sudah mengangkat tangannya--bermaksud untuk menampar Kanya-- tiba-tiba tangannya ditahan oleh Zaen


"Cukup", jawab Zaen dengan nada datar namun tatapan matanya penuh dengan ancaman.


"Kamu sekarang belain dia?! Tega kamu! Tega!", Dewi memulai sandiwaranya dengan mengeluarkan air mata palsu.

__ADS_1


"Sekarang, kamu pulang", ucap Zaen lagi dengan nada berat karena menahan amarah.


"Gak! Aku mau disini! Aku belum puas bicara sama cewek murahan ini!! Tante!, Tante kenapa, sih, pilih dia? Apa Tante bisa liat?! Aku sama cewek murahan ini lebih baik aku, Tante!!", ucap Kanya pada Mama Zahra disertai sentakan.


Zaen yang melihat Dewi membentak Mamanya tidak bisa tinggal diam. Sekarang Zaen sudah naik pitam, emosinya sudah tidak bisa ditahan lagi.


"Diam, kamu!! Bener kata Mama, kamu cuma manfaatin uang aku doang. Aku gak sadar karna aku cinta sama kamu! Aku cinta sama kamu tapi kamu giniin aku, Dewi!", seru Zaen.


"Kamu cinta'kan sama aku? Sekarang tinggalin Mama kamu", tutur Dewi.


"Ya, aku cinta. Tapi ngga sama sekarang. Kita putus!", ucap Zaen sambil menghempas keras tangan Dewi. Lalu Zaen mengisyaratkan pada Kanya dan Mamanya untuk segera meninggalkan kafe itu.


"Zaen!",


"Zaen!",


Dewi terus memanggil nama Zaen namun Zaen tidak menggubrisnya. Sekarang, malah dirinya sendiri yang harus menanggung malu.


Seiring waktu berjalan semakin banyak pengunjung ke kafe itu untuk melihat kejadian tadi dan memvideonya.


Ternyata tampang cantik doang bisa dapet uang banyak, ya.


Gila si, gak ada hati banget*.


Dan lain-lain.


Lalu Dewi pergi meninggalkan kafe itu dengan muka yang sembab karna menangis menahan malu.


Dewi berjalan dengan menundukkan pandangannya pada keramik mall itu. Sungguh, Niat mempermalukan orang, tapi sayang, senjata makan tuan.


***


"Mama mau beli minun dulu. Haus udah ngadepin musang", ucap Mama Zahra sambil mendelikkan matanya.


"Iya", jawab Zaen dan Kanya berbarengan.

__ADS_1


Lalu mereka pun ke lantai satu. Dimana tempat makanan dan kebutuhan sehari-hari ada disitu.


Zaen dan Kanya menunggu Mama Zahra dengan mendudukkan bokongnya di salah satu sofa. Dan Mama Zahra pergi mencari minum sendiri.


Tinggalah Kanya dan Zahra.


"Kak", panggil Kanya pada Zaen.


"Jangan panggil 'Kak', udah aku bilang kemaren panggil Zaen aja", ucap Zaen sambil memijit pelipisnya.


"Ta-tapi aku gak enak",


"Gapapa, nanti juga terbiasa, kok. Yaudah, kamu mau ngomong apa tadi?",


"A-aku minta maaf", ucap Kanya sambil memainkan jarinya.


"Minta maaf kenapa?",


"Aku udah ancurin hubungan kamu",


"Gak, bukan salah kamu. Kalo pun ini gak terjadi pasti nanti",


Kanya tidak mengerti apa yang diucap Zaen. "Maksudnya?", tanya Kanya.


"Mama gak suka sama Dewi. Jadi sampai kapan pun Mama gak akan setuju sama hubungan aku dan Dewi", ucap Zaen.


Kanya membulatkan bibirnya berbentuk O tanda mengerti dengan ucapan Zaen.


"Nanti, kalo kita udah nikah. Seandainya pernikahan kita udah satu tahun tapi aku masih gak punya perasaan sama kamu, mending kita pisah aja. Aku gak mau nyakitin kamu", tutur Zaen.


"Iya".


***


Jangan lupa like gaisssss♥♥♥

__ADS_1


__ADS_2