CEWEK BAR-BAR ITU ISTRIKU

CEWEK BAR-BAR ITU ISTRIKU
PREMAN KAMPUS


__ADS_3

Rosa akan segera melanjutkan studinya di salah satu Universitas ternama di kotanya itu. Ia tetap bertekad untuk mengambil jurusan kedokteran. Meskipun ayahnya sangat ingin jika putri tunggalnya itu melanjutkan pendidikannya di luar negri dan mengambil jurusan bisnis. Ya, Tuan Alkarna ingin putrinya itu melanjutkan bisnisnya. Karena bagaimana pun juga, Rosa adalah pewaris tunggal seluruh kekayaan Alkarna Wiratmaja.


Tapi sebagai ayah yang baik dan teramat menyayangi putrinya, mau tidak mau dia harus membiarkan putrinya.


Malam itu, selepas makan malam bersama. Rosa serta ayah dan ibunya berkumpul di ruang tamu. Setidaknya untuk melepaskan kerinduan diantara mereka, rasanya sudah begitu lama sejak ayah dan ibunya tidak tinggal bersama dia dan menetap di luar negeri.


Sesekali ayahnya akan pulang, jika ada urusan bisnis yang tidak bisa diselesaikan oleh orang kepercayaan di perusahaannya. Berbeda dengan ibunya, yang sejak saat dia pergi, dia tidak pernah kembali lagi sampai bulan kemarin.


Sedingin apapun sikap rosa, setegar apapun ia, dan semandiri apapun dia. Dia tetaplah merindukan kasih sayang orang tuanya. Meskipun dia sadar, bahwa yang terjadi padanya itu karena keinginannya sendiri.


Rosa lebih memilih menetap di Negara tercinta, ketimbang harus ikut ke lur negeri. Jika ia rindu dengan ayah dan ibunya, ia akan melakukan panggilan video dengan mereka. Setidaknya itu bisa melepas sedikit kerinduannya kepada Kedu orang tuanya itu, dan setidaknya itu bisa mengurangi rasa cemas mereka pada putrinya.


"Dad, oca mau kuliah di fakultas kedokteran yah." Katanya disela-sela pembicaraan mereka.


"Sayang" pria itu menatap lekat wajah putrinya, dan memberikan sorot mata penuh tanda tanya. Istrinya pun ikut memandangi wajah putrinya itu.


"Dad, please" Rosa mulai memasang wajah memelas, berusaha membujuk ayahnya agar mengijinkan dia untuk mewujudkan mimpinya. Sesekali ia melihat ke arah ibunya, agar beliau ikut membantu dia membujuk sang raja (ayah rosa).


Ibu Rosa pun paham maksud dari anaknya itu, lalu ia ikut berbicara.


"Honey, biarkan putri kita mewujudkan mimpinya. Lagian dia sudah besar, dia berhak menentukan pilihannya sendiri." Berusaha membujuk suaminya, memasang wajah manisnya walaupun sebenarnya wanita ini memang sangat manis dan cantik.


Ayah Rosa pun tampaknya sedang berpikir dan mempertimbangkan keinginan anaknya.


Melihat reaksi ayahnya yang seperti itu, seperti memberikan sedikit peluang untuk Rosa. Gadis itu kembali membujuk ayahnya dengan berbagai alasan.

__ADS_1


"Dad, Oca janji akan membantu daddy di perusahaan. Sesekali Oca akan ikut serta dalam bisnis daddy. Kasih Oca kesempatan dad, buat mewujudkan keinginan Oca." Jelasnya, ia tetap berusaha mendapatkan izin dari ayahnya. Ia tahu bahwa ayahnya tidak akan mampu menolak keinginannya.


Dan benar saja, seperti dugaan Rosa bahwa ayahnya tidak akan mampu menolak keinginannya.


"Hmm, baiklah. Tapi kamu harus janji, sesekali kamu harus ikut dengan ayah ke perusahaan dan bantu ayah disana." Dengan terpaksa laki-laki itu memberikan izin kepada putrinya. Karena sehebat apapun dia di luaran sana, dia tetaplah ayah seorang gadis kecil yang harus selalu siap siaga menuruti seluruh keinginan putrinya itu.


Seorang ayah akan melakukan apapun demi membuat putra-putrinya bahagia. Begitulah kata para pepatah.


Mendengarkan perkataan ayahnya, dia langsung mengangguk paham disertai dengan senyum sumringahnya. Ayah dan ibunya yang melihat sikap anaknya seperti itu, akhirnya juga ikut bahagia.


Rasanya sudah sangat lama, aku tidak melihat senyuman manis nan tulus itu. Ah putri kecilku, aku ingin melihatmu selalu seperti ini. Ibu Rosa


****


Pagi itu Rosa telah tiba di kampusnya menggunakan motor kesayangannya, yang harganya hampir setara dengan mobil sport, ya motor Honda RC213V-S yang dapatkan dari ayahnya. Rosa lebih memilih menggunakan motor daripda mobil.



AFRA ROSALINA ALKARNA


Dia masih gadis yang sama, dengan sikap dingin dan penampilan bak preman namun tetap saja tidak mampu menutupi aurah cantiknya itu. Sekarang usianya sudah menginjak 20th.


Para kaum adam tak bergeming dibuatnya.


"Amazing, dia memakai motor impian gw gaes"

__ADS_1


"OMG, Apakah ini yang dinamakan Malaikat menjelma jadi preman kampus"


"PERFECT"


Ucap para mahasiswa yang terhipnotis karena kecantikan Rosa. Ah, tapi seperti biasanya, jika ada yang suka tentu saja akan ada yang sirik juga.


Penampilan Rosa pun tak terlepas dari nyinyiran para nenek sihir kampus itu, Namun rosa si preman kampus, dengan muka datar tidak peduli dengan hal itu.


Rosa terus berjalan menuju kelasnya, sampai di depan kelas, ia berpapasan dengan seorang pria tampan, tubuh ideal, style cool. Mahasiswa baru, yang nampaknya akan menjadi idola ciwi-ciwi di kampus itu, tapi kecuali Rosa tentunya. Ia menghadang Rosa yang ingin masuk ke dalam kelas.


"Lo mahasiswi baru juga yah? kenalin gw Al, Alfaro !" laki-laki itu mengulurkan tangannya, dan tidak mengalihkan pandangannya dari preman cantik itu.


Rosa tetap diam, dan tidak menggubris perkataan Al. Jangankan menjabat tangan Al, melihat laki-laki itu saja, dia tidak mau.


"Hey, gw ngomong sama Lo!" Al mulai merasa gemes kepada gadis di depannya itu. Dan ya tentu dia tidak kehabisan akal, demi untuk berkenalan dengan gadis itu.


"Lo, alumni SMA mana." Al kembali bertanya sambil memegang pergelangan tangan Rosa.


BUGH...BUGH..BUGH..


Sebuah bogem mentah telah mendarat dengan cantik di wajah tampannya itu. Wajah yang membuat para ladys tergila-gila padanya, kecuali Rosa.


"Auuu.." pekiknya, ia merasa kesakitan karena hadiah dari Rosa. Namun Rosa tidak peduli dengan hal itu, ia tetap berlalu meninggalkan Al dan masuk ke dalam kelasnya.


****, pantas saja pakaiannya seperti itu, ternyata dia memang seorang preman. Bahkan kekuatannya mengalahkan laki-laki. Tunggu pembalasan gw nona manis. Rosa

__ADS_1


Sekarang Rosa sudah duduk di tempatnya, dan tak lama kemudian, akhirnya seorang dosen masuk ke dalam kelasnya. Dan satu persatu mereka memperkenalkan diri. Akhirnya Al sudah tau nama Rosa.


__ADS_2