CEWEK BAR-BAR ITU ISTRIKU

CEWEK BAR-BAR ITU ISTRIKU
Hari yang menyebalkan 03


__ADS_3

Setelah jam istirahat usai, Rosa kembali ke kelasnya dan apa yang terjadi pemirsah?


Rosa menemukan sesuatu di mejanya. Rosa duduk, dan memperhatikan sesuatu tersebut. Ia berusaha bertanya kepada teman-temannya, karena ia berpikir bahwa mungkin salah satu dari temannya hanya salah taroh. Namun, tampaknya teman-temannya pun bingung, dan penasaran dengan sesuatu itu.


"Ros, mending lo buka deh. Kali aja itu dari someone yang naksir sama lo tapi lu nya gak peka. Lagian hari ini kan hari valentine, kali aja dia mau ngasi lu hadiah tapi takut sama lu, makanya dia ngasih secara diam-diam. Uh manisnya memiliki secret admirer, gw juga pengen." Ucap salah satu teman Rosa, sambil membayangkan hal itu.


"Cih, secret admirer apaan! Manis apaan, yang ada gw malah jij*k," bathin Rosa.


"Apaan sih lo, gak usah lebay." Rosa memberikan tatapan sinis kepada temannya.


"Yey, kan gw cuma ngira-ngira, Ros," jawab temenannya lagi.


Setelah mendengarkan perkataan temannya yang membuat mood-nya semakin buruk, ia kembali fokus kepada sesuatu yang ada di atas meja itu.

__ADS_1


"Hmm, tumben sekali ada beginian. Sepertinya orang itu mau melihat tandukku," Rosa


Karena melihat gurunya telah datang, Rosa spontan memasukkan sesuatu itu ke dalam tas-nya.


****


Sekarang Rosa sudah tiba di rumahnya, ia tampak begitu lelah. Ia membaringkan tubuhnya di kasur kesayangannya. Ia mengguling-gulingkan badannya ke kiri dan ke kanan. Entah apa yang sedang ia pikirkan, tiba-tiba saja ia mengingat sesuatu yang tadi ia masukkan ke dalam tasnya saat gurunya datang.


"Hmm, aku masih penasaran dengan benda itu." Batin Rosa


Ia melihat beberapa barang berukuran dengan -+45cm dan lebar -+8cm dan juga ada yang bulat seperti kelereng. Ia terkejut dengan hal itu.


What?? Coklat?! Berani sekali orang itu memberiku coklat, aap dia mau membunuhku. Rosa

__ADS_1


Seketika wajah Rosa yang awalnya penasaran berubah menjadi merah padam. Siapa sangka bahwa perempuan bar-bar ini selain sikapnya yang dingin ternyata dia juga alergi coklat.


Rosa langsung mengambil kain, untuk melapisi tangannya saat menyentuh barang itu. Ia berjalan menuju dapur sambil memegang barang itu, ia berlagak seperti sedang memegang barang har*am.


Melihat nona mudanya yang sedang berjalan terburu-buru, seorang wanita paruh baya langsung menghampirinya.


"Ada apa, Nona muda? Anda tampak begitu marah?" Suara wanita paruh baya itu menghentikan langkah kaki Rosa.


Rosa mencari asal suara itu, dan ya, dia melihat Bi Ina yang sudah ada di depannya "Bi ... bi ... bi ... i-i-ini ambil ini." Rosa langsung memberikan coklat itu kepada Bi Ina. Bi Ina tertegun melihat barang itu.


Oh rupanya coklat ini yang tadi di pegang oleh nona muda, astaga aku pikir dia kenapa. Bi Ina


"Ya sudah, sebaiknya nona muda sekarang istirahatlah. Anda terlihat begitu lelah sekali," titahnya seraya menghela nafas lega.

__ADS_1


Hubungan Bi Ima dan Rosa cukup dekat, bahkan Rosa sudah menganggap Bi Ina sebagai ibu keduanya. Bagaimana tidak? pasalnya, sudah bertahun-tahun ia tinggal bersama wanita paruh baya ini, wanita ini yang selalu menemani Rosa layaknya seorang ibu. Rosa-nya juga tampak menghormati wanita paruh bayah itu. Ya, walaupun wanita itu hanyalah pengurus rumah kediaman Alkarna.


__ADS_2