CEWEK BAR-BAR ITU ISTRIKU

CEWEK BAR-BAR ITU ISTRIKU
DIET


__ADS_3

Sudah sebulan setelah kejadian itu, namun Ghibran masih belum bisa melupakannya. Ia bukanlah pria pendendam, tapi entah kenapa kali ini hatinya merasa begitu terluka. Padahal banyak wanita yang tak segan-segan mencacinya di depan umum, namun dia tetap melupakan dan memaafkan orang itu. Tapi sekarang??? Bahkan untuk tidur nyenyak pun rasanya ia tidak mampu.


Akibat penolakan Rosa padanya, akhirnya ia memutuskan untuk berdiet. Ia pikir Rosa tidak ingin berpacaran dengannya karena tubuhnya yang besar, padahal sebenarnya rosa hanya tidak tertarik untuk mengenal cinta dan pacaran atau yang semacamnya.


Demi untuk membuat Rosa menyesal atas penolakannya dan penghinaannya pada dia, akhirnya Ghibran memutuskan untuk berdiet. Ah lebih tepatnya menyiksa tubuhnya untuk mendapatkan badan yang ideal menurutnya.


Dari pagi hingga sore Ghibran hanya akan memakan roti, dan saat malam tiba ia hanya akan memakan buah dan meminum segelas susu.


Hal itu terus ia lakukan selama berhari-hari bahkan sampai berminggu-minggu. Mama dan papanya sudah melarang dia untuk melanjutkan dietnya itu, tapi Ghibran tetap gigih dengan keputusannya. Ia memang anak yang penurut, tapi untuk kali ini dia tidak ingin mendengarkan siapapun.


Hingga tiba suatu hari, kondisi kesehatan Ghibran memburuk. Ia komplikasi, sistem kekebalan tubuhnya melemah. Ia tidak bisa bangun lagi, bahkan menggerakkan tubuhnya saat ini sepertinya sangat mustahil untuk dia lakukan. Ia kehilangan banyak tenaga, sehingga ia harus di rawat inap di sebuah Rumah Sakit ternama di kota itu.


"Dok, bagaiman anak saya? Dia gak papa kan dok, dia bisa kembali seperti biasanya kan Dok." Wanita itu mulai cemas melihat keadaan anaknya yang terbaring lemah di atas tempat tidur rumah sakit. Ah, rasanya ia ingin menggantikan posisi anaknya saja. Ia tidak sanggup jika harus berada di posisinya yang sekarang. Bulir-bulir air matanya pun terus mengalir di pipinya yang indah itu. Wajahnya terlihat begitu pucat, bahkan sepertinya dia juga membutuhkan penanganan medis saat ini. Makannya pun tidak teratur, lebih tepatnya selera makannya hilang saat mengetahui bahwa anaknya harus dirawat.


"Pasien sekarang sudah baik-baik saja, ia perlu istirahat yang cukup dan makan yang teratur." jawab dokter itu "Anda tidak perlu terlalu cemas nyonya, kami akan melakukan yang terbaik untuknya. Sekarang kalian bisa menemuinya. Sekarang saya permisi dulu, ada pasien lain yang harus saya tangani." imbuhnya lagi, berusaha meyakinkan mama Ghibran bahwa putranya hanya perlu istirahat saja. Lalu ia berlalu meninggalkan papa dan mama Ghibran.


"Ma, sebaiknya kita keluar cari makan dulu. Mama juga butuh tenaga kan, memangnya mama mau kalau nanti Ghibran sadar, trus melihat mamanya jadi seperti ini." Ia (papa Ghibran) berusaha membujuk istrinya agar mau makan, dia tidak mau melihat wanita yang dicintainya itu juga ikutan sakit. Lalu wanita itu hanya mengangguk pasrah.


___

__ADS_1


Mereka telah selesai makan, dan sekarang sudah berada di ruangan IGD, tempat dimana Ghibran di rewat. Mereka memilih beristirahat di sofa samping tempat tidur putranya.


Lelaki berbadan berisi itu pun mulai tersadar, ia mulai melihat ke semua sudut ruangan. Dekorasinya tidak seperti kamar miliknya, lalu dimana sekarang ia berada?


Ia mulai mengamati seluruh isi ruangan itu, tampaknya ruangan ini tidak asing. Bahkan sepertinya dia pernah mencium bau pengharum ruangan ini. Tapi dimana???


Ghibran terus berpikir, berusaha memecahkan segala teka-teki yang diciptakan oleh pemikirannya sendiri. Lalu ia melihat mama dan papanya yang sedang tidur di sofa. Ghibran berniat turun dari tempat ia berbaring sekarang, tapi tiba-tiba....


"Auuhh..." Ghibran langsung melihat tangan kanannya, rupanya selang infus sedang memeluk tangan mungilnya itu. Ghibran pun langsung menyadari bahwa sekarang dia sedang berada di rumah sakit.


"Mama" Teriakannya memecah keheningan malam. Ah, siapa sangka pria berbadan besar itu ternyata takut dengan jarum suntik. Bukan hanya jarum suntik tapi ia juga membenci obat.


"Bran, kamu udah siuman nak." Wanita itu langsung menghampiri dan memeluk tubuh anaknya, sepertinya ia sudah sangat rindu padahal anaknya baru tidur sehari.


Ghibran yang melihat reaksi mamanya pun, akhirnya mulai menghayal dan mengada-ngada.


Apa aku baru bangun dari tidur panjangku? Ghibran


Lalu tanpa aba-aba ghibran langsung menangis. Ia menangis sudah seperti suami yang sedang ditinggal istrinya(selingkuh).

__ADS_1


Mamanya semakin bingung melihat tingkahnya.


"Bran, kamu kenapa sayang." Ayahnya pun mulai menghampiri dirinya. Tapi Ghibran masih terus menangis, ia semakin mengeratkan pelukannya kepada sang mama.


Berusaha menarik nafasnya dan mulai mencoba untuk bertanya. "Pa, Ma, Ghibran sudah koma berapa bulan. Ghibran udah gak bisa dong ikut seleksi buat masuk ke universitas impian Ghibran." Dia berusaha berbicara, sambil menangis tersedu-sedu.


Siapa sangka pertanyaan Ghibran malah membuat Papa dan mamanya terkekeh. Bagaimana tidak? secara Ghibran hanya tidur sehari, tapi malah berpikir bahwa dia sudah koma selama berbulan-bulan. Ah, mungkin Ghibran kebanyakan membaca buku/novel sehingga daya khayalnya terlalu tinggi.


"Sayang kamu gak koma, kamu hanya tidur sehari." Pria itu berusaha menjelaskan kepada putranya. "Makanya jangan bandel, kalau dibilangin sama papa dan mama, kamu harus nurut." imbuhnya lagi


Ghibran yang sudah mendengarkan jawaban dari Papanya pun mulai merasa malu. Dan dia juga berjanji untuk tidak melakukan itu lagi, atau melukai tubuhnya dengan cara apa pun.


*****


Hallo reader, yang author sayangi☺️💕


Mohon maaf yah, jika terdapat banyak kekurangan/typo. Atau jalan ceritanya kurang menarik menurut kalian. Karena author hanyalah penulis newbie, ya tentu saja tidak ada apa-apanya jika dibandingkan penulis senior NT.


Silahkan tinggalkan kritik dan saran untuk author, karena itu adalah ilmu untuk author😍😍

__ADS_1


Stay tune terus yah, biar kalian bisa tahu kelanjutan ceritanya😉**


__ADS_2