CEWEK BAR-BAR ITU ISTRIKU

CEWEK BAR-BAR ITU ISTRIKU
H-1 (Part One)


__ADS_3

Pagi telah tiba, semua pelayan di rumah Tuan Alkarna sudah bertempur sejak selesai shalat subuh tadi. Mereka sudah terbiasa dengan semua itu. Bagi mereka, bekerja dengan disiplin dan seluruh tenaga mereka sudah merupakan kewajiban mereka. Menilik bagaimana kebaikan hati Tuan Alkarna selama ini kepada mereka semua, juga disini mereka tidak bekerja secara cuma-cuma. Tuan Alkarna mempekerjakan mereka dengan gajih 5X lipat, dari gajih pelayan di luar sana. Bagi Tuan Alkarna, semua itu tidak ada apa-apanya dibandingkan pengorbanan mereka. Mengurus rumah serta keluarganya, juga terus memastikan kenyamanan mereka semua, tentu bukan hal yang mudah menurutnya.


"Bi, Rosa sudah bangun?" seru Nyonya besar rumah ini, yang tidak lain adalah istri Tuan Alkarna yang artinya mama dari seorang dokter dingin Rosa.


"Belum, Nya!" sahut Bi Inah, pelayan senior rumah ini, sekaligus orang yang paling dekat dengan Rosa. Dialah yang selalu menemani Rosa selama orang tuanya berada di luar negeri. "Apa nyonya mau saya membangunkan nona muda?" lanjutnya setelah selesai meletakkan teh hijau kesukaan Nyonya besarnya.


"Tidak usah Bi! Mommy, Oca udah bangun dari tadi." terdengar suara seorang gadis yang berjalan menuruni anak tangga, dengan senyuman khas pagi harinya, senyuman yang begitu ikhlas. Yang hanya bisa dinikmati oleh orang di rumah itu, karena sangat jarang diperlihatkan kepada orang luar.



Manis, ya dia memang manis dan juga cantik. Hanya saja, sikapnya tidak semanis senyumannya itu!!!


"Wah, kamu sudah siap sayang?"


"Iya, Mom" dia duduk di dekat mamanya "Daddy, mana?" dia terus mengeliat, menyapu setiap sisi rumahnya dengan mata, tapi tetap saja dia tidak menemukan ayahnya. Kemana orang itu? Tidak biasanya, dia tidak menikmati teh bersama istrinya, pikirnya.


"Daddy lagi di kamar, lagi bersiap-siap. Kamu tidak lupa kan, kalau hari ini kita mau ke hotel??"


"Gak dong, Mom. Ohya, Rosa boleh berangkat sendiri gak?"


"Kita berangkat bersama, Sayang!" titah ayahnya yang sudah duduk di tengah-tengah mereka. Entah sejak kapan dia berada disana?

__ADS_1


Berangkat bareng?? Itu artinya aku gak boleh bawa motor dong! Aihh, perintah macam apa ini! Tapi kalau aku membantah, pasti daddy bakalan ngoceh, belakangan ini kan dia jadi cerewet karena aku akan menikah dengan si songong.


Mereka semua sudah berada di dalam mobil, Tuan Alkarna duduk di kursi kemudi, dan istrinya duduk di sampingnya. Sedangkan Rosa, duduk di kursi penumpang.


"Dad, kenapa bukan supir yang nganterin kita?"


"Karena hari ini Daddy mau jadi supir untuk anak kesayangan Daddy. Sebentar lagi kan kamu akan ninggalin Daddy."


"Aihh, Daddy bicara apaan sih?" Rosa mengeructkan bibirnya.


"Daddy hanya bercanda sayang. Daddy, hanya ingin menghabiskan waktu bersama kalian."


"Aih, Mommy." Rosa memanyunkan bibirnya.


"Hahaha" tawa mereka pecah melihat tingkah lucu gadisnya.


"Huft.." Rosa mendengus kesal. "Ohya Dad, untuk apa kita ke Hotel sih? Kan sudah ada WO."


"Karena Daddy mau meninjau langsung."


"Kenapa kita harus meninjau langsung sih? Buang-buang waktu saja!" tanyanya dengan nada sinis.

__ADS_1


"Karena Daddy tidak akan merasa puas sebelum melihatnya langsung."


"Trus kenapa aku harus ikut? Kan aku jadi gak bisa berangkat ke rumah sakit" protes Rosa.


"Karena kamu yang akan mengontrol semuanya di sana"


"Apppah???"


Mengontrol?? Apa Daddy sudah amnesia, aku kan tidak tahu menahu soal begituan!


"Hu'um, lagian nanti Ghibran juga akan membantumu."


"Ghibran?" tanyanya dengan nada tak percaya, dan mendapatkan anggukan kepala dari ayahnya.


Ngapain harus ada si songong itu lagi! Eneg gw liat wajahnya.


Sudah beberapa hari belakangan ini, Rosa dan Ghibran tidak pernah bertemu. Terakhir kali mereka bertemu adalah saat di arena balap.


Rosa lalu mengingat semua yang terjadi di malam itu.


Ketika dirinya sedang asyik berbicara dengan teman-teman satu timnya, tiba-tiba saja Ghibran menarik tangannya dan mengajaknya ke suatu tempat yang hanya ada dia dan laki-laki itu.

__ADS_1


__ADS_2