CEWEK BAR-BAR ITU ISTRIKU

CEWEK BAR-BAR ITU ISTRIKU
PENGAKUAN 01


__ADS_3

Rosa sudah sampai di sekolahnya, dan sekarang ia sudah masuk ke dalam kelasnya dan melihat bunga di atas mejanya. Tanpa membuang waktu, ia langsung mengambil bunga itu, dan sontak Rosa langsung bersin-bersin. Siapa sangka, bahwa selain alergi coklat ternyata dia juga alergi bunga.


Ia ingin membuang bunga itu, tapi aktivitasnya terhentikan karena melihat sebuah kertas yang ada di dalamnya. Lalu ia mengambil kertas kecil itu dan membacanya.


Selamat pagi Honey, apa kau suka hadiah valentine dariku? I Love you


*SecretAdmirer


Ya begitulah tulisan dalam kertas kecil itu.


Wajah Rosa yang dingin itu, langsung berubah menjadi merah padam dan penuh emosi. Dia membuang bunga yang sedari tadi membuatnya bersin-bersin ke dalam tong sampah.


Dia bilang apa? Secret admirer? Cih, apa ada pengagum sebodoh dia. Bahkan dia hanya membuatku sial saja. Dasar bodoh!!!" gerutu Rosa yang masih sangat kesal dengan orang itu secret admirer-nya.


****


Sekarang Rosa sudah dalam perjalanan pulang, tanpa ia sadari ternyata ada sebuah mobil yang dari tadi mengikutinya.

__ADS_1


BRUGGKKK ...!


Mobil itu langsung mengahadang sepeda Rosa yang membuatnya langsung ngerem mendadak, ia hampir kehilangan keseimbangan tapi untung saja kakinya yang panjang berhasil membuatnya tidak jadi jatuh.


Keluarlah seorang pria tampan dari dalam mobil itu.



ARNOLD SANJAYA


Ia terkejut karena laki-laki itu ternyata adalah arnold, guru terganteng di sekolahnya yang menjadi incaran para siswi bahkan guru wanitanya. Tapi Arnold malah tertarik dan penasaran dengan Rosa. Ya, gadis cantik, tubuh ideal bak model, tapi sayang sikapnya terlalu dingin.


Beberapa hari yang lalu, Arnold sempat menemui Rosa dan mengajaknya untuk berkencan, tapi sayang Rosa tidak menggubris ajakannya. Itulah yang membuat Arnold semakin penasaran dengan Rosa yang berbeda dari wanita-wanita yang pernah ia kenal.


"Masuklah, ada sesuatu yang ingin aku bicarakan denganmu," ajak Arnold kepada Rosa, tetapi Rosa tetap tidak bergeming.


"Apa kau tidak mendengarku?" Arnold merasa kesal karena Rosa, tidak menggubris perkataannya.

__ADS_1


"Minggir kau, aku ingin pulang." Rosa berusaha mencari jalan untuk menghindar dari laki-laki itu. Tapi Arnold tidak menghiraukan perkataan Rosa, ia tiba-tiba memegang tangan rosa dan ingin memaksanya masuk ke dalam mobilnya. Tapi dengan sigap, Rosa langsung menepis tangan Arnold.


"Sepertinya orang ini tidak bisa aku diamkan," bathin Rosa


"Apa kau tidak tahu sopan santun, Pak Arnold?" teriak Rosa. Dia memberikan sorotan mata tidak suka kepada Arnold. Namun, Arnold tetap tidak memperdulikannya.


"Ikutlah denganku." Dia masih terus berusaha memaksa Rosa, masuk ke dalam mobilnya.


Plakkk ....


Karena sudah tidak bisa menahan emosinya, Rosa tiba-tiba saja menampar pria tampan itu.


"Bukankah sudah ku katakan dari tadi, agar kau minggir! Apa kau tuli atau tidak mengerti bahasa manusia?" Wajah Rosa tampak begitu memerah padam. Ia geram dengan laki-laki yang ada di dekatnya itu.


"Rosaaa ...!" Teriaknya karena merasa tidak terima dengan perlakuan Rosa kepadanya. Karena untuk pertama kalinya ada wanita yang berani menamparnya.


"Hey, turunkan nada bicaramu! Aku tidak suka ada yang berteriak padaku, kau pikir kau siapa?!" murka Rosa, karena merasa tidak terima dengan sikap Arnold.

__ADS_1


"Aku menghormatimu sebagai guruku, tapi jika kau melewati batasanmu sebagai seorang guru, aku tidak akan segan-segan berbuat lebih padamu. Bahkan lebih buruk dari apa yang kau bayangkan!" pekiknya yang membuat laki-laki itu merasa tertantang.


"Apa kau sedang menantangku Rosa?" jawabnya dengan senyum menyeringai licik diwajahnya.


__ADS_2