CEWEK BAR-BAR ITU ISTRIKU

CEWEK BAR-BAR ITU ISTRIKU
Hari terakhir ujian


__ADS_3

Berbeda dari biasanya, hari ini Rosa tampak begitu bahagia dan lebih ceria. Bahkan Bi Ina yang melihatnya pun merasa aneh dengan sikap nona mudanya itu.


"Pagi, Bi Ina," sapa rosa kepada wanita paruh baya di depannya itu.


"Pagi, Nona Muda." Bi Ina masih bingung melihat sikap nona mudanya.


Ia ingin sekali menanyakan apa yang terjadi kepada nona mudanya, tapi sayang, ia takut jika pertanyaan-nya hanya akan merubah mood gadis itu.


"Huft, lebih baik aku diam saja. Bukankah ini hal yang baik jika Nona Muda, menjadi ceria seeprti sekarang? Ya, walaupun sedikit aneh sih," bathin Bi Ina


Ya, tentu saja wanita paruh baya itu merasa aneh, karena sudah lama sekali ia tidak melihat gadis itu seceria sekarang. Tepatnya 3 tahun yang lalu, sejak dia dan sahabatnya Olive bertengkar hebat, yang akhinya membuat hubungan mereka kandas di tengah jalan.


***


Sekarang Rosa, sudah sampai di sekolahnya, ia segera berjalan menuju ruang ujian. Tampaknya teman-teman Rosa pada khawatir, hati mereka jadi dag-dig-dug. Bagaimana tidak? Hari ini adalah hari terakhir mereka ujian. Hari ini adalah puncak dari perjuangan mereka selama kurang lebih 3 tahun. Wajah mereka hampir seperti mayat hidup, pucat seperti tak ada darah lagi di wajah mereka. Namun, berbeda dengam Rosa yang tampak lebih santai, bahkan sepertinya dia sangat bahagia menghadapi ujian ini.


Kring ... kring ... kring ....


Bunyi bel, pertanda bahwa ujian akan segera berlangsung.


Beberapa saat kemudian, semua wajah siswa dan siswi yang tadinya pucat kini berubah menjadi mengkilap. Eh ... eh ... eh, maksudnya berubah menjadi senang.


Beberapa dari mereka sibuk menyiapkan semua kebutuhan untuk acara sore nanti. Ya, acara seperti anak-anak sekolah pada umumnya yang ketika selesai ujian kelulusan mereka akan keluar ugal-ugalan di jalan. Dengan baju yang sudah di warnai dan diberikan tanda tangan. Sedangkan Rosa lebih memilih untuk ke kelas, sebelum ia pulang.


***


Sekarang Rosa sudah ada di kelasnya, ia duduk di kursi yang biasa ia tempati saat jam pelajaran berlangsung. Tampaknya ia tidak menyadari bahwa di mejanya ada setangkai bunga, sampai akhirnya tangan dia tanpa sengaja menjatuhkan bunga itu. Rosa berbalik dan melihat benda yang jatuh itu.

__ADS_1


'What? Bunga lagi, beneran mau bunuh gw kali yak?!' bathin Rosa.


Rosa langsung bersin-bersin, ketika tanpa sengaja ia mencium aroma bunga itu. Ia akan segera membuang bunga itu, tapi tiba-tiba ia melihat kertas kecil yang ada dalam bunga itu.


KAMU INGIN TAHU SIAPA AKU KAN? KALAU BEGITU TEMUI AKU NANTI. AKU AKAN MENYURUH SESEORANG UNTUK MENJEMPUTMU DI KELAS.


#SECRET ADMIRER


Ya, begitulah isi pesan di kertas kecil itu. Awalnya Rosa tidak ingin menggubrisnya, tapi mengingat bahwa selama ini tidak ada yang berani mengiriminya barang-barang seperti itu. Akhirnya rasa penasaran pun mulai muncul di hatinya.


'Sebenarnya gw males bet nurutin orang ini, tapi gak papalah. Lagian kalau gw balik sekarang juga paling cuma tidur,' bathin Rosa.


Beberapa saat kemudian, Rosa keluar kelas menunggu orang utusan secret admirernya itu. Alhasil, yang ditunggu pun akhirnya muncul.


"Silahkan pakai ini, Kak," unar junior itu, sambil memberikan Rosa penutup mata.


'Cih, kayak mau main petak umpet aja,' bathin Rosa.


Setelah memasangkan penutup mata pada rosa, orang itu akhirnya menuntun Rosa, berjalan ke suatu tempat.


LAPANGAN OLAHRAGA


Penutup mata rosa belum dibuka tapi dia sudah merasakan ada bau-bau aneh disana.


Hatcim ... hatcim ... hatcim ....


Rosa terus bersin, lalu ia sesegera mungkin membuka penutup matanya tanpa aba-aba.

__ADS_1


'Hatcim, ah brengs*k! Rencana bodoh siapa ini?!' bathin Rosa.


Seketika wajah Rosa, berubah menjadi merah padam, dan benar saja mood-nya yang tadi sangat bagus akhirnya berubah 180° setelah melihat sesuatu diatas lantai lapangan olahrga itu.


Rosa ❤️ You


Begitulah tulisannya.


Tiba-tiba muncul seorang laki-laki yang berbadan gen*ut, entah orang itu dari mana. Namun, kehadirannya semakin membuat Rosa marah.


"Lo lagi ... lo lagi," bentak Rosa, yang merasa geram melihat ghibran.


Rupanya pengagum rahasia rosa selama ini adalah Ghibran. Seseorang yang trus menurus mengiriminya bunga selama kurang lebih satu bulan.


Yang hampir saja membuat Rosa, mati muda.


Eh ... eh ... jangan dulu dong thor, rosa kan belum menikah.


Sudah lama juga Rosa, tidak pernah berpapasan lagi dengan Ghibran, tepatnya sejak Rosa memarahi di karena telah menabraknya.


Rosa yang sudah tidak bisa menahan emosinya lagi, memilih berpaling dan meninggalkan Ghibran daripada terus menerus ada disana dan akhirnya memukul laki-laki itu.


"Rosa, I love you." Suara Ghibran berhasil menghentikan langkah kaki Rosa, yang ingin berlalu meninggalkannya di tempat itu.


Rupanya Rosa, sudah kehabisan kesabaran, ia sudah tidak bisa mengontrol emosinya lagi. Ia mulai mengangkat tangannya, ingin sekali rasanya menghajar laki-laki yang ada di hadapannya itu. Namun, tiba-tiba ia mengurungkan niatnya, ia merasa tidak tega kepada laki-laki itu. Entahlah, baru kali ini dia merasa iba dengan laki-laki, padahal jelas-jelas orang itu sedang mencari gara-gara dengannya.


"Diam dan pergilah! Jangan sekali-kali kau tunjukkan wajahmu di hadapanku lagi. Atau ... tidak ... kau akan tahu akibatnya," teriaknya sambil berusaha mengontrol emosinya.

__ADS_1


"Rosa, aku mencintaimu. Aku mencintaimu dari awal aku bertemu denganmu. Aku menyukai segala hal tentangmu, Ros." Ghibran tidak menggubris perkataan Rosa, bahkan tetap ngotot untuk mengungkapkan perasaannya.


Ternyata badannya yang lumayan besar itu tidak menjadikan dirinya sebagai seorang pengecut. Padahal ia seringkali dibully dengan panggilan cupu. Tapi rupanya ia laki-laki pemberani, bagaimana tidak? ia berani menembak singa sekolah itu.


__ADS_2