CEWEK BAR-BAR ITU ISTRIKU

CEWEK BAR-BAR ITU ISTRIKU
Gagal Shopping


__ADS_3

Waktu 6 tahun mungkin bisa merubah pria berhati lembut itu menjadi pria yang dingin, dan terkesan sedikit angkuh, tapi tidak dengan Rosa! Ia masih wanita yang sama, wanita yang dingin, penampilan bak seorang preman.


Sekarang dia sudah menjadi pimpinan di sebuah Rumah Sakit besar di kota itu, tentu saja rumah sakit milik Ayahnya. Tapi meskipun dia bekerja di rumah sakit milik ayahnya, tetap saja identitasnya sebagai pewaris tunggal keluarga Tuan Alkarna belum diketahui oleh orang-orang kecuali para pegawai kepercayaan ayahnya serta sahabatnya Clara. Hubungan mereka sekarang semakin membaik, bahkan sekarang mereka bekerja di rumah sakit yang sama. Saat Rosa ada kepentingan mendadak, maka Clara yang akan menggantikannya untuk mengontrol semuanya di rumah sakit.


____


Saat ini Rosa sudah duduk manis di kursi kebesarannya, pagi ini dia telah memeriksa beberapa pasien. Lalu dia mengambil benda pipih di dalam saku jas dokternya. Sepertinya dia sedang mengetikkan sesuatu. Beberapa saat kemudian, muncullah Clara dibalik pintu. Rupanya tadi dia mengirimkan pesan pada Clara.


"Oi, ada apasih?" Clara mulai membuka suara


"Keluar yuk, kita ke Mall"


"Mall??? apa gw gak salah dengar?" Clara mengernyitkan dahinya, pasalnya Rosa adalah orang yang paling anti dengan Mall.


"Apa kuping lu sudah gak berfungsi dengan benar?" Rosa mendengus kesal


"Ya kagak Ros, lagian ngapain sih lu mau ke Mall?" Clara menatap ke arah Rosa, seperti sedang mengintimidasi pelaku kejahatan saja.


"Hey, apa kau sudah gila?! aku hanya mengajakmu ke Mall, bukan mengajakmu mencuri" Rosa yang sepertinya paham dengan maksud sorot mata serta pertanyaan Clara, akhirnya mengeram kesal.


Cih, untung saja kau sahabatku. Kalau bukan, sudah habis kau. Begitulah yang coba dijelaskan oleh raut wajahnya.


Mendengar jawaban Rosa, Clara langsung tergelak seperti sedang mendengarkan lelucon. "Hei, jangan menatapku seperti itu. Baiklah aku akan menemanimu. Tapi tunggu, kau belum menjawab pertanyaanku!"


"Cih, bahkan sampai sekarang kau masih bawel dan menyebalkan"


"Biarin we, daripada lu masih jadi setengah perempuan"


Deg..., telak telah jatuh pada Rosa


"Clara"


Yang dipanggil pun hanya terkekeh melihat tingkah sahabatnya "Lu mau berangkat sekarang?"


"Hmm"


Cletak...


Karena merasa kesal, akhirnya Clara melempar polpennya ke arah Rosa.

__ADS_1


"Auuu, gilak lu yak! kalau gw mati, gimana? mau tanggung jawab lu, hah? rosa meringis kesakitan


"vedebah, sejak kapan preman kayak lu merasa kesakitan" Clara menjulurkan lidahnya ke Rosa dan berlari keluar, karena melihat sahabatnya sudah sangat kesal "lalalala, kalau udah mau Otw chat gw aja. Gw masih ada pasien, bentar" berlalu meninggalkan Rosa yang masih geram


***


Sekarang Rosa dan Clara sudah berada di salah satu Mall terbesar di kota itu.


"Ros, kesana yuk" menunjuk ke arah kios kecil yang berisi aneka macam makanan.


"Hey, apa di otakmu hanya ada makanan?" mendengus kesal


"Cih, aku bahkan sudah menemanimu tapi kau masih pelit padaku"


"Diamlah, atau aku akan membungkam mulutmu dengan kaos kakiku?"


"Jika kau punya duit yang berlimpah lalu untuk apa kau membungkamku dengan kaos kakimu itu😝"


Rosa hanya diam lalu menarik tangan Clara menuju sebuah toko pakaian. Lalu dia mulai melihat satu persatu baju yang ada disana. Pegawai toko itupun datang menghampiri Rosa dan Clara.


"Selamat datang di Toko kami, selamat berbelanja" sapa salah satu pelayan toko itu,sedangkan pelayan yang lain hanya diam dan memperhatikam Rosa dan Clara.


"Maaf nona itu adalah produk terbaru di toko kami dan cuma ada satu di toko ini. Dan har___" pelayan itu belum sempat menyelesaikan perkataannya, tapi Rosa sudah membuka suara.


"Ra, bagaimana menurutmu?" menempelkan jaket jeans itu dibadannya.


"Perfect, sangat bagus Ros. Uhhh😍😍"


"Nona harga jaket itu XXX" pelayan itu kembali melanjutkan ucapannya yang sempat dipotong oleh Rosa. Hey, kau tidak akan mampu membeli jaket itu ( Begitulah yang sebenarnya ingin dikatan oleh pelayan itu). Tapi Rosa tetap tidak menggubris pelayan itu, dan kembali memilih baju di Toko itu.


"Ra, apa ini bagus" Rosa kembali meminta pendapat Clara tentang baju pilihannya.


"Maaf nona, itu adalah produk terbaru di toko kami dan cuma ada satu di toko ini. Dan harga jaket itu XXX " pelayan itu kembali mengulangi perkataan sebelumnya, dan memperhatikan Rosa dari ujung rambut sampai ujung kaki.


"Very good, bukankah semua akan terlihat cantik jika kau yang memakainya?" Clara tersenyum pada Rosa tapi tangannya telah mengepal sedari tadi karena muak mendengarkan perkataan pelayan itu. Rosa pun kembali memilih baju berikutnya.


Dan lagi, pelayan itu kembali mengulangi perkataan yang sama kepada Clara dan Rosa. "Nona, itu adalah produk terbaru di toko kami dan cuma ada satu di toko ini. Dan...." belum sempat menyelesaikan ucapannya, tapi Clara langsung membungkamnya.


"Apa kau tidak bisa diam?? Apa bosmu mengajarimu seperti ini? Apa kau tahu bahkan dia mampu membeli seribu baju seperti ini?! Bahkan jika dia mau, dia bisa membuatmu kehilangan pekerjaanmu sekarang juga!!" seketika Rosa, Clara, dan pelayan itu langsung dikeremuni oleh orang-orang yang ada di toko itu, bahkan termasuk menejernya karena mendengarkan teriakan Clara yang seperti sudah siap menerkam mangsanya. Sedangkan Rosa hanya diam dan memperhatikan apa yang sedang dilakukan oleh sahabatnya.

__ADS_1


"Maaf nona, apa yang terjadi? apa karyawanku telah melakukan kesalahan?" keringat panas dingin telah membanjiri tubuh menejer itu, karena telah melihat Rosa yang tidak lain adalah pemilik Mall besar itu.


Cih, apa yang telah dilakukan pelayan bodoh ini. Bukan hanya dia yang bakal kehilangan pekerjaannya, bahkan pekerjaanku sekarang terancam karena ulahnya. Menejer toko


"Apa kau tidak mengajari karyawanmu sopan santun kepada pembeli? Apa kau tidak memberi tahunya bahwa pembeli adalah raja, hah?! Apa kau tidak memberitahunya siapa pem___" ucapannya terhenti ketika melihat kearah Rosa yang telah memelototinya.


Cih, rasanya aku ingin sekali mengatakan siapa Rosa yang sebenarnya, agar pelayan bodoh ini tidak menampakkan wajahnya lagi. Clara


"Maaf nona, maafkan kebodohan karyawan saya"


Cih, bukankah dia yang selalu menyuruh kami bersikap seperti itu. Lalu apa sekarang?? dia menyalahkanku atas kesalahannya?? Arghh, ingin sekali aku mengatakan semuanya kepada nona ini. Pelayan toko


"Sudahlah tidak apa-apa, jangan lakukan kesalahan yang sama. Silahkan kalian kembali bekerja" akhirnya Rosa bersuara, dan seketika itu semua karyawan di toko itu kembali ke pekerjaan mereka masing-masing dengan arahan arahan sang menejer.


"Sekali lagi maafkan kesalahan karyawan saya nona muda"


"Hmm" lalu Rosa mengajak Clara untuk keluar dari tempat itu.


"Kenapa tadi kau hanya diam saja, huft" Clara hampir tidak percaya melihat apa yang terjadi, tidak biasanya sahabatnya itu hanya diam saja.


"Kan ada kamu" memeluk erat tubuh sahabatnya.


"Cih, apa kau tidak memiliki alasan yang lebih buruk lagi dari itu?"


"Sudah Ra, aku gak mau mereka semua tahu tentang identitas aku."


"Rosa!!!! apa kau sudah kehabisan akal? bahkan pelayan tadi telah mempermalukanmu, tapi kamu tetap diam cuma karena alasan konyol itu lagi?!


"Lalu apa?? apa aku harus berteriak dan mengatakan bahwa aku adalah pemilik Mall besar ini? Tidak, tidak mungkin! itu bodoh Ra."


"Bodoh? bukankah itu sesuatu yang keren? Arghh, ingin sekali aku mencekik pelayan itu.",


"Aku tidak ingin mereka menghormatiku hanya karena identitasku sebagai putri Alkarna. Aku bahagia menjadi diriku seperti ini" Rosa tersenyum berusaha menunjukkan bahwa tidak masalah dengan semua itu. "Tapi tumben sekali kau bersikap seperti itu? kali ini Clara ku hebat, unchh lupypu😘"


"Aku sudah tidak tahan mendengarkan celotehnya, sedangkan kau hanya diam seperti patung"


"Hari ini aku tidak bergairah untuk memukul seseorang. Hahahah"


Rosa dan Clara pun pergi meninggalkan Mall, dan rencana awal mereka GATOT (Gagal Total).

__ADS_1


__ADS_2