
Nana di dalam mobil hanya diam saja sambil memikirkan jawaban apa yang harus diberikan pada mama papa nya nanti kalau dia ditanyain kenapa bisa telat pulang sekolah. "Aduh gimana nih? gue bingung!!" Batinnya dalam hati sambil geleng-geleng Kepala sendiri
"Non Nana sakit?" Tanya Kang Ujang yang sedari tadi melihat majikannya ngelamun sambil geleng-geleng sendiri.
"Ah nggak kok Kang Ujang, cuman kecapekan aja dari tadi dihukum mulu." Ujarku sambil memejamkan mata.
"Loh emangnya Non melakukan kesalahan apa kok sampai-sampai Non harus dihukum kayak gitu?" Tanya Kang Ujang khawatir.
"Duh mampusss nih, pake keceplosan segala lagi" Batinku dalam hati bingung.
"Non, Non kenapa kok ngelamun lagi? Kalau Non sakit biar saya bawa ke puskesmas" Tanyanya lagi sambil menoleh kebelakang.
"Ah nggak kenapa-kenapa kok, Kang Ujang gau sah khawatirin Nana, Nana gapapa kok gak sakit." ujarnya.
"Ya sudah Non, kalau Non gak kenapa-kenapa saya lega dengarnya." Katanya sambil fokus menyetir lagi.
"Duh syukurlah kalau gak inget lagi" Batinku dalam hati sambil bernafas lega.
Akhirnya setelah agak lama di perjalanan mereka sampai di rumah juga. Dan Nana pun langsung masuk ke dalam rumah sedangkan Kang Ujang masih memasukkan mobil ke dalam garasi.
"Lah ini rumah napa pada sepi yak?" Bertanya-tanya.
"Bodo amat ah emang gue mikirin, mending gue langsung ke kamar aja terus bobok cantik dulu deh" Katanya dengan pede.
Nana pun melepas seragam sekolahnya kemudian dia ke kamar mandi untuk mandi, setelah selesai mandi Nana memakai pakaian bebas ala sehari-harinya di rumah, setelah itu Nana pun mengambil air wudhu untuk menunaikan ibadah shalat Ashar.
__ADS_1
Setelah selesai menunaikan ibadah shalat nya, Nana langsung terbaring di tempat tidurnya dan langsung tertidur karena dari tadi Nana sangat kecapekan sekali. Dia sampai lupa kalau mukena dan sajadah yang tadi dia kenakan untuk beribadah lupa dia lipat seperti semula.
Jam sudah menunjukkan pukul 18.00 malam sedangkan Nana belum bangun juga dari tidurnya. Sedangkan papa dan mama nya sudah balik dari tadi sore saat dia tertidur.
Setelah membersihkan diri, mama pun pergi ke kamarnya untuk melihat dirinya, tapi dirinya sedang tertidur dengan pulas nya. Mama yang melihat anaknya pun merasa kasihan karena dia pasti kecapekan dan dilihatnya mukena dan sajadah yang masih tergeletak di lantai yang menandakan anaknya baru saja menunaikan ibadah dan dia pun langsung tersenyum dan kembali ke bawah untuk menyiapkan makan malam. Sebenarnya dirumah sudah ada pembantu yaitu Bi Inah, tapi Bi Inah nya lagi pulang kampung dikarenakan anaknya sedang sakit parah. Maka dari itu sekarang dapur jadi bagian mama nya untuk memasak makanan untuk suaminya dan anaknya, tak tertinggalan Kang Ujang juga, tapi Kang Ujang nya gak mau kalau makan bersama dengan mereka. Karena bagi dirinya gak enak dan gak sopan kalau makan bersama dengan majikannya.
"Sayang, dimana Nana kok dari tadi nggak kelihatan barang hidungnya?" Tanyanya sambil celingukan melihat keberadaan anaknya.
"Dia ada di kamarnya sayang." Katanya santai.
"Loh kenapa nggak di panggil sih sayang? " Tanyanya lagi.
"Dia lagi bobok sayang, kasihan lah dia tu kelihatannya capek banget maka dari itu aku nggak bangunin dia kasihan tau lihat nya yangg" Ujar Anggeline istrinya yang sedang sibuk menyiapkan makan malam.
"Yaudah lah sayangg jangan bawa-bawa masa mudaku dulu, sekarang kan aku udah enggak kayak gitu. " Rengek nya.
"Iya iya sayangg, sekarang kamu udah jadi istri yang sempurna untukku sekaligus ibu dari anak-anakku." Ujarnya sambil menciumi pipi sang istri sangat mesra.
"Ah sayangg apaan sih, aku lagi masak nih" Katanya malu. Emang kebiasaan istrinya itu saat mau dicium masih terlihat malu padahal kita sudah lama menikah.
"Loh emangnya kenapa sih sayangg? kan gapapa lah sama istrinya sendiri juga." Kata suaminya yang sedang memeluk istrinya dari belakang sambil menciumi kedua pipi istrinya.
"Malu tau, kalau ntar dilihat anak kita" Katanya yang masih dipeluk suaminya dari belakang.
Sedangkan Nana yang sudah bangun dari tidurnya pun langsung turun ke bawah untuk menemui kedua orang tuanya, eh pas waktu mau ke dapur dia melihat kedua orang tuanya lagi mesra-mesraan. Nana yang melihat kejadian itu bergidik ngeri dan dia tidak mau kalau matanya harus tercemar lebih lama lagi. "Wah... parah nih, kayaknya gue gak bisa biarin mereka lama-lama kayak gini terus."Batinnya dalam hati greget sendiri melihat mama papa nya bermesraan. Akhirnya Nana memutuskan untuk mengerjai kedua orang tuanya itu.
__ADS_1
"Ekhem-ekhem" Berdehem.
"Udah mesra-mesraannya?" Tanya nya. Seketika papa dan mamanya kaget melihat Nana yang berdiri tepat di belakang mereka berdua.
"E eh sayang kamu kok udah bangun?." Ujar mama nya yang langsung diangguki Nana.
"Loh loh, ssejak kapan kamu sudah ada situ sayang" Ujar papa nya sedikit terbata-bata.
"Hehehehe sejak tadi papa nyium mama sambil meluk mama dari belakang." Ujarnya jujur sambil cekikikan, seketika wajah kedua orang tuanya pun memerah menahan rasa malu karena dipergoki oleh anaknya sendiri.
"Udah ah ma, aku dah laper nih, kapan selesainya sih kalau dari tadi mesra-mesraan mulu" Keluh nya
"Entaran aja lah pa, ma kalau mau mesra-mesraan di kamar aja jangan disini, jadinya Nana mergokin kalian berdua kan?." Dengan santainya mengucapkan itu di depan kedua orang tuanya yang sedang menahan malu. Eh dia malah menggoda kedua orang tuanya.
"Bluss" Pipi mama nya seketika memerah lagi sedangkan papa nya hanya cengar-cengir sendiri karena malu kepergok anaknya sendiri. Apalagi mulut anaknya itu lemes banget.
"Aduh malu nih kepergok anak sendiri gara-gara mesra-mesraan didapur." Batinnya dalam hati.
"Aduh ini anak gue sendiri kenapa kalau bicara suka benar ya?" Katanya dalam hati juga.
"Ma, pa kenapa pada ngelamun sendiri sih? Nana udah laper nih ma…" Kata Nana sambil merajuk kelaparan dan membuyarkan lamunan mama dan papa nya itu.
"Eh iya sayang bentar ya, bentar lagi udah matang kok" Balasnya menenangkan anaknya yang dari tadi rewel.
Tak menunggu beberapa lama makanan pun sudah siap untuk disajikan di meja makan. Kedua orang tuanya tak ketinggalan juga Nana pun langsung memakan makanan yang sudah dihidangkan sampai habis tidak tersisa.
__ADS_1