
Nana sekarang sudah berada di dalam kamarnya sambil melamun nggak jelas.
"Masa iya sih gue harus pakai baju kayak gini? mana cocok coba sama gue" batinnya dalam hati sambil melihat-lihat baju yang tengah dipegang nya itu.
"Ah! mama sama papa jahat banget sama gue. Aahh, sebel! sebel! gue sebel! udah lagi gue dijodohin segala pula" celoteh nya sambil mengobrak-abrik tempat tidurnya.
"Kenapa sih gue pake segala dijodohin hah!! kenapa? kenapa harus gue" katanya sambil menangis terisak-isak.
"Harusnya gue waktu itu nolak aja gasih? gue gak kepikiran kalau waktu itu Mama pernah ngomong mau ke acara yang penting terus pakai segala beliin gue dress lagi. Gue gak tau kalau kejadiannya bakal kayak gini" sesalnya sambil mengingat-ingat kejadian waktu itu.
Flashback
Sore itu Nana sedang berada dalam kamarnya lagi rebahan sambil mainin ponselnya. Di tengah-tengah keasikannya lagi mainin ponsel tiba-tiba pintu kamarnya ada yang mengetuk.
Tol tok tok (suara mengetuk pintu)
"Na, Mama boleh masuk nggak?" tanya Anggelina dari balik pintu.
"Iya ma, masuk aja" jawab Nana yang masih menatap layar ponselnya.
Anggelina pun masuk ke kamar putrinya sambil membawakan segelas jus semangka kesukaan Nana.
"Ini na, minum dulu jus semangka nya selagi masih dingin" Anggelina menyodorkan gelas berisi jus semangka tersebut.
"Makasih ma" jawab Nana yang masih fokus menatap layar ponselnya.
"Nana, nanti malam ada acara nggak?" tanya Anggelina.
"Nggak ada ma, emang kenapa ma?" balasnya sambil mematikan ponselnya.
"Nanti malam temenin Mama ke butik ya, soalnya besok malam mau ada acara" jelasnya.
"Kok mendadak banget ma? kenapa nggak kemarin-kemarin aja ngomongnya, kan Nana udah ngantuk kalau jam segini" balas Nana.
"Ya kan Mama nggak tau kalau acaranya itu diganti besok malam, terus nggak jadi besok lusa. Soalnya katanya besok lusa dia ada rapat di luar Negri, jadi ya diganti besok malam deh acaranya" terangnya.
"Itu orang kenapa sih seenaknya aja ganti-ganti acara? kayak orang penting aja lagaknya" dia jadi sebal sendiri.
__ADS_1
"Husst... gak boleh ngomong kayak gitu" bantah Anggelina.
"Habis Nana tuh sebel! apa nggak besok aja ma ke butik nya?" katanya.
"Ya nggak bisa lah sayang, kan besok malam mau dipakai ke acara" balas Anggelina.
"Yaudah deh ma, Nana ngikut aja" balasnya pasrah.
"Nah gitu dong, itu baru anak Mama namanya. Yaudah kalau gitu Mama keluar ya"
"Iya ma" balasnya. Lalu Nana memfokuskan kembali matanya pada layar ponsel.
"Eh Mama sampai lupa. Kamu lagi gak ngapa-ngapain kan na? sekarang kamu harus siap-siap dulu buat nanti ke butik"
"Harus sekarang ma siap-siapnya?"
"Besok!! ya sekarang lah sayang, kan ke butik nya nanti malam. Sekarang cepat ganti baju mu, jangan lama-lama" balasnya setengah marah"
"Hehehe iya ma" ujarnya sambil bersiap-siap buat ke butik nanti malam.
3 jam kemudian...
"Ma, udahlah gak usah repot-repot beli dress segala, lagian Nana juga nggak terlalu suka tuh pakai dress" rengek Nana.
"Kamu ini dibilangin kok selalu ada aja alasannya. Sekali-kali napa kamu nurutin permintaan Mama mu ini!" ujar Mama kesal.
"Ish Mama, emang penting banget gitu Nana pakai dress? terus acaranya Mama emang juga penting banget ya sampai-sampai Mama seheboh ini" tanya Nana semakin penasaran.
"Penting banget na, udah deh kamu nggak usah banyak omong. Turutin aja permintaan Mama" ujar Mama nya semakin kesal karena dari tadi Nana ngoceh mulu.
Setelah sekitar 1 jam melihat-lihat dress yang ada di butik tersebut, akhirnya Anggelina menemukan 1 dress yang menurutnya sangat cocok untuk Nana. Yaitu dress tanpa lengan berwarna merah polos di bagian atas, dan hanya ada setengah hiasan menyamping seperti lengan tapi dibuat sama rata dengan ukuran panjang dress. Dress itu mirip baju seorang model atau artis.
Anggelina langsung memberikan dress itu pada Nana sambil berkata "Gimana na? cocok kan buat kamu" ujar Anggelina sambil tersenyum senang.
"Ma, itu kayaknya gak cocok deh buat Nana" rengek Nana.
"Cocok ini na, kamu coba dulu deh" kata Anggelina sambil mencocokkan dress itu pada tubuh Nana.
__ADS_1
"Nggak cocok ma, masa iya sih Nana yang kelakuannya kayak gini harus pakai dress sih?" katanya sebal.
"Udah na, ini tuh cocok buat kamu. Lagian tubuh kamu juga bagus kok" kata Anggelina tegas. Anggelina tahu kalau anaknya itu paling gak suka kalau pakai baju yang mirip anak perempuan. Dia kemana-mana sukanya pakai baju pendek dipadukan dengan jeans panjang, kadang-kadang dia juga pakai jeans selutut di tambah jaket jeans. Apa-apa dia selalu memakai pakaian yang berbau jeans.
"Tapi ma" bantahnya, tapi nggak ditanggepin oleh Mama nya karena Mama lagi ngobrol sama pemilik toko itu yang kelihatannya sangat akrab dengan Mama.
"Hei Nita kamu apa kabar?" katanya sambil memeluk orang itu.
"Ah, aku kabarnya baik kok lin. Kamu gimana kabarnya? udah lama kan kita nggak ketemu" balik tanya.
"Aku juga baik-baik aja kok nit" balasnya senang.
"Anggelina kamu kok kelihatannya makin cantik aja, apa sih rahasianya? bagi-bagi sama aku dong"
"Hahaha kamu ini bisa aja bercandanya. Kamu itu gak berubah ya sama seperti dulu sukanya bercanda mulu" tawanya. Mereka pun saling tertawa bersama setelah sekian lama tidak bertemu.
"Kamu kesini kok nggak bilang-bilang sama aku sih?" tanyanya.
"Habis kamu sibuk. Oh ya aku kesini nggak sendiri kok nit, aku ajak anak aku" katanya sambil menunjuk Nana yang tengah bengong menatap mereka berdua.
"Loh itu anak kamu lin?"
"Iya itu anak aku satu-satunya, dia kelas 3 SMA" katanya sambil menyuruh Nana ke sana. Nana pun hanya menuruti apa kata Mama nya.
"Aduh... kamu kok cantik banget sih? mirip Mama mu sewaktu muda dulu"
"Mirip darimana coba? aku kan nggak gemuk kayak Mama dulu" batinnya.
"Siapa dulu dong Mama nya" katanya.
"Ya pasti Mama nya kamu. Tapi bedanya anakmu lebih ramping ketimbang kamu dulu"
"Nah loh" batinnya lagi.
"Ah iya ya, waktu itu kan aku agak berisi karena setiap hari makan roti terus kan?" katanya sambil mengingat-ingat masa lalunya.
"Hahaha iya iya, aku ingat waktu itu kamu selalu makan roti sampai-sampai bangku mu penuh bungkus roti" katanya sambil menceritakan masa-masa mudanya dulu.
__ADS_1
Karena tengah asik berbincang-bincang, mereka sampai tidak menyadari jika waktu sudah menunjukkan pukul 21.00 malam. Akhirnya Mama memutuskan untuk pulang, sampai nggak menyangka keasikan mengobrol sampai-sampai lupa waktu , ya karena mereka berdua itu teman akrab. Mama mendapat bonus dari setengah harga dress itu. Pastinya Mamanya senang dong udah ketemu teman lama eh dapet bonus pula. Ya meskipun dalam hatinya ia tengah mengumpat gara-gara soal dress tadi.