Cewek Berandal Vs Ketua Osis

Cewek Berandal Vs Ketua Osis
Dijodohkan [3] END


__ADS_3

Malamnya~~


Jam sudah menunjukkan pukul 19.00 malam. Angelina tidak lupa untuk mempersiapkan apa saja yang akan digunakan untuk pertemuan nanti. Angelina pun menghampiri anaknya sembari berkata "Nana coba deh kesini biar mama rias kamu"


Nana yang lagi asyik dengan ponselnya lalu berhenti seketika.


"Kenapa harus dandan segala sih ma, padahal cuma ketemuan aja kan" gerutunya ia malas kalau harus dandan segala.


"Husstt tidak ada penolakan na, ini acara penting loh"


"Itukan acara mama sama papa, ngapain Nana juga didandani segala... padahal kan Nana


G A M A ... seketika berhenti berkata karena mamanya melotot kearahnya. Mungkin mamanya geram sama ulahnya. Akhirnya Nana pun menurut juga.


Selang beberapa menit kemudian akhirnya selesai. Nana yang merasa pegal karena wajahnya penuh dengan riasan. Nana pun mengoceh pada mamanya.


"Lama banget sih ma" gerutunya sekujur badannya pegal kelamaan menunduk dan mendongak saat di rias


"Udah selesai ini na... susah banget ya didandani padahal cuma 30 menit gak sampai 1 jam an"


Mamanya yang sudah kehilangan kesabarannya akhirnya mencoba untuk tetap sabar pada anaknya karena memang anaknya agak bandel


"Gimana cakep nggak dandanan mama"


"Dih padahal biasa aja tuh" ucapnya lirih sambil ngedumel


"Apa yang biasa aja na?" ucap mamanya yang mendengar Nana ngedumel


"Ehh enggak kok ma, mama salah dengar mungkin"


"Dah jangan banyak alasan na. Coba lihat lagi deh na dandanan mama tuh gak pernah gak bagus. Masa kamu gak suka sih" gerutunya



Agar mamanya tidak kesal akhirnya Nana pun pasrah dan mengagumi dandanan mamanya.


"Iiyaa ma cantik kaya ada yang beda gitu... mama hebat banget deh" memuji


sebenarnya Nana agak sedih gitu karena bakal dimiliki orang lain alias calon suaminya. Tapi Nana juga gak mau mengecewakan hati mama dan papanya, karena nana tahu cuma dia anak satu-satunya yang dimiliki mereka berdua. Akhirnya Nana mencoba untuk menerima dengan ikhlas.


"Siapa dulu dong yang dandani, mama gitu loh" ucapnya dengan bangga


"Hadeh iya deh iyain" ucapnya lirih sambil membenarkan letak dress-nya itu


"Makanya kamu itu kalau bepergian atau keluar jalan-jalan dipoles dong wajahnya masa anak mama polosan gitu wajahnya... kan biar tetap cerahan gitu " omelnya


"Ya soalnya Nana cuma jalan-jalan bukan mau ngelenong kaya mama" ledeknya


"Kamu itu dibilangin malah ngeyel"


Papanya yang melihat mereka berdua yang lagi bertengkar akhirnya menghampiri mereka dan melerainya.


"Udah-udah jangan bertengkar mulu, kita harus sudah cepat selesai agar Omesh tidak menunggu lama." mencoba melerai istrinya dan anak satu-satunya.


Merekapun akhirnya menyudahi kegiatan dirumah.

__ADS_1


...****************...


Sesampainya di Restaurant Elite A


Keluarga Omesh memang sudah janjian untuk bertemu di Restaurant itu.


"Ma, mana sih orang-orangnya kok belum dateng" ucapnya sebal


"Tunggu aja na, mungkin dijalan lagi macet. Kamu kalau grogi minum aja dulu biar nanti gak grogi saat ketemu mereka "


"Iya sayang... kata mamamu benar" menimpali Angelina


Padahal sih Nana nggak grogi


Beberapa menit kemudian akhirnya yang ditunggu-tunggu datang. Merekapun langsung berpelukan erat tanda kangen karena sudah lama tidak bertemu


"Ayo mas Omesh, mbak Mita duduk" ucap Angelina mempersilahkan mereka berdua duduk.


"Jangan panggil mbak lin panggil Mita aja" ucap Mita yang tidak suka dipanggil mbak karena mengingat umurnya nggak terlalu tua.


"Aduh jadi ga enak kalau langsung manggil nama"


"Gapapa lah lin kita kan udah deket dari dulu santai aja nggak usah merasa canggung-canggung gitu"


"Oh iya Lin ini anakmu?"


"Aduh sampai lupa ngenalin.. Ini anakku satu-satunya mit" sambil memegang bahu Nana. Mamanya lalu berbisik ke Nana agar Nana memperkenalkan dirinya.


"Na itu Tante Mita , ayo beri salam sama Tante Mita


"Kelas berapa sekarang na?kalau dilihat-lihat kamu seumuran anak saya"


"kelas 12 tante" ucapnya sambil menundukkan kepalanya


"Loh.. kelas 12 juga toh?" ucapnya tidak percaya. Sedangkan Nana hanya diam saja. Mamanya yang mengetahui itu langsung berbicara pada Mita.


"Iya mit anakku sebentar lagi mau lulus. Kalau anak kamu gimana mit?" tanyanya


"Anakku juga kelas 12 sekarang. Sebentar lagi juga mau lulus"


Dan tanpa disadari Ibu-ibu berdua itu tengah asik mengobrol berdua sendiri menceritakan kehidupan keluarga termasuk anaknya dan dirinya. Sedangkan para bapak-bapak asik menyantap kopi ala-ala Restaurant Elite . Sesekali mereka mengobrol. Hanya Nana yang diam sesekali senyum mendengar mereka bicara.


"Lha anakmu kemana nit kok nggak kelihatan" ucapnya sambil menoleh kanan-kirinya


"Anakku tadi waktu berangkat ke sini ijin ke kamar mandi sebentar katanya kebelet"


"Nah itu dia udah dateng" menunjuk anak lakinya yang sedang berjalan menuju arahnya sambil membenarkan rambut.



"Cakep juga ya anakmu mit" ucapnya


"anakku gitu loh ngel"


"Hahha iya ya mit" tawanya yang langsung diikuti lawan bicaranya

__ADS_1


Cowok itupun langsung menyalami kedua orangtuanya dan kedua teman bunda dan ayahnya dengan sopan. Tapi matanya tak sengaja melihat cewek alias nana yang lagi membenarkan sepatu heelsnya yang terlepas.


Tak sengaja mata mereka bertemu lalu "Loh loh.. kamu!! kamu kan cicak... ehh Chakra!!" ucapnya kaget. Mata Nana saat itu melotot tidak percaya yang bakal dijodohkan sama dia itu si Chakra Ketos songong itu.


"Kamu!! kamu Nana kan" ucapnya kaget juga


"Loh kalian udah saling kenal? ucap Omesh menimpali


"Wah mesh, kita udah cocok nih jadi besan hahhaha"


"Eh iya ya bro kok kayaknya kita nggak salah ya menjodohkan mereka"


"Iya bro, kita harus cepat-cepat jadi besan terus kita bisa momong cucu-cucu bersama-sama" ucapnya langsung di anggukkan mereka bertiga


"Apa sih pa nggak lucu tahu!! lagian aku juga gak suka sama Chakra" ucapnya sebal karena omongan papanya gak masuk akal


"Hussttt na jangan gitu na gak sopan tahu"


"Kenapa papa sama mama gak bilang sih kalau Nana bakal dijodohin sama itu bocah sih? apa gak ada cowok lain gitu" ucapnya sebal


"Loh harusnya kamu senang na calon suamimu udah ganteng pintar lagi" bela mamanya


"Sayang loh kalau nggak cepat-cepat dimiliki, ntar keburu direbut orang menyesal nantinya." ucap mamanya


"Disini yang anaknya mama mana sih? aku apa Chakra dari tadi bela dia terus"


"Nana... kamu itu gak boleh bicara kayak gitu, malu loh dilihatin Tante sama om" ucap Angelina sudah geram sama anaknya itu tapi dia mencoba untuk tenang agar tidak menimbulkan masalah atau mempermalukan mereka. Perdebatan Meraka pun dimulai.


"Ayah sama bunda kenapa gak bilang juga kalau aku bakal dijodohin sama cewek bandel, terus gak sopan lagi sama orang yang lebih tua. Kalau kayak gitu Chakra gak mau dijodohin" ucap Chakra gak terima jika Nana bakal jadi istrinya seutuhnya.


"Chakra... kamu gak boleh kasar kayak gitu sayang. Nana kan baik cantik lagi" ucap bundanya Chakra


"Asal bunda tau aja gimana kelakuannya disekolah. Bunda aja yang gatau"


"Kalau selain dia aku mau sih bun nerima perjodohan ini... tapi kalau sama dia kayaknya nggak dulu bun, yah"


"Dih dasar!! siapa juga yang mau sama lo, geer banget lu jadi cowok" ejeknya


"Nah lihat kan bun kelakuannya kayak gimana"


Sebenarnya Chakra juga tidak menyetujui keputusan Ayah Bundanya untuk dijodohkan. Tapi ya gimana sebagai anak juga harus nurut ke orang tua agar tidak dianggap durhaka.


"Udah-udah jangan ribut malu itu dilihatin sama yang lain"


"Iya bener kata pak Sousi lebih baik kita makan terus kita lanjutkan lagi nanti... sayang kalau makanannya gak di makan keburu dingin nggak enak"


Ibu dan kedua anak itu akhirnya menyudahi perkelahian mereka dan mulai menyantap makanan mereka tanpa ada suara hanya dentingan sendok dan garpu yang bunyi bersamaan.


"Aduh mit kayaknya mereka gak suka ya dijodoh-jodohin kayak gini" ucap Mita agak sedih


"Nanti biar aku bujuk mit kamu tenang aja" ucap Angelina menyakinkan Mita.


"Iya kalau dilihat-lihat mereka butuh waktu untuk menerima semua ini" ucap Sousi tegas


"Gini aja lebih baik kita beri mereka berdua waktu agar mereka bisa lebih dekat satu sama lain. Gimana setuju nggak?" ucapnya

__ADS_1


"Setuju" ucap mereka secara bersamaan


__ADS_2