Cewek Berandal Vs Ketua Osis

Cewek Berandal Vs Ketua Osis
Deg-degan


__ADS_3

Nana dan teman-temannya pun kembali ke kelas. Tapi saat sudah sampai di depan kelas Nana minta izin ke teman-temannya ingin ke kamar mandi sebentar membersihkan bajunya yang tadi habis ketumpahan bakso.


"Eh guys gue ke toilet bentar ya"


"Gue mau ngebersihin nih baju gue yang tadi ketumpahan bakso."


"Nanti kalau di tanyain si Ketua kelas bilangin aja gue lagi ke toilet bentar." Kata Nana sambil megangin bajunya.


"Mau gue anterin na?" Tanya Abibah pada Nana.


"Gausah lah bah gue bisa sendiri, lagian cuma ke toilet bentar kok gak jauh-jauh amat" Kataku meyakinkan Abibah.


"Yaudah deh kalau gitu lo hati-hati ya, jan lama-lama. Eh lupa awas ntar lo nya kesasar lagi" Kata Abibah lagi yang langsung di tertawa kan oleh teman-temannya.


"Yee emang gue bayi apa pakek kesasar segala." Ujarnya kesel.


"Yaudah sana cepat!! kapan nyampe kesana kalau lo dari tadi ngebacot mulu." Kata Anjie menimpali.


"Yeee, yang tadi ngajak bicarakan kalian napa yang di salahin gue sih!" Ujarnya jengkel dan langsung pergi dari hadapan teman-temannya. Sedangkan teman-temannya langsung masuk ke dalam kelasnya.


"Woy lo lo pada" Kata cowok itu sambil menunjuk ketiga cewek yang sedang duduk di bangkunya sambil bercanda.


"Hah? lo nunjuk kita-kita" Kata ketiga cewek itu kompak.


"Iyalah siapa lagi kalau bukan kalian" Ketus.


"Napa? "


"Lo mau nanya apa?"


"Ganggu aja loh!"


Ujar ketiga cewek itu yang tak lain dia adalah Anjie, Sisi, dan Abibah.


"Santuy broo, gak usah ngegas segala" Kata Dino si Ketua kelas yang juga anak kepala sekolah disekolah nya.


"Lo mau nanya apa sih? ganggu orang aja, terus dari tadi cuma basa-basi mulu lagi." Ujar Abibah.


"Tau tuh ga jelas amat." Anjie.

__ADS_1


"Gue mau nanya kok kalian cuman bertiga doang, trus si Nana nya kemana kok dari tadi gak nongol-nongol? biasanya kan kalian selalu bersama kemana-mana kayak bunglon." Kata Dino panjang lebar.


"Kalau ngomong tu satu-satu napa?” Anjie.


"Tau tuh kayak montor mogok aja!" Abibah.


"Eh motor mogok gak kayak gitu tau! bodoh banget lu" Sisi.


"Lah biarin napa, suka-suka gue dong! anggap aja itu suara buatan emak gue" Ujarku yang langsung di tertawa kan seisi kelas.


"Woy diam! kalian bertiga nih malah ngebacot sendiri, gue tu dari tadi nanya ke kalian." Katanya sambil marah-marah.


"Maafkan kita bertiga tuan, kita bersalah, tolong jangan hukum kita bertiga, kita gak bakalan sanggup ngejalanin ini semua." Ujar Anjie berdialog ga jelas.


"Jijik njinggg jijik gausah drama napa njinggg!" Ujar Sisi dan langsung di tertawa kan oleh teman sekelasnya.


"Dih kalian bertiga gajelas banget sumpah! males gue jadinya nanya ke kalian." Katanya malas.


"Wah tuan kita marah guys" Kata Abibah.


"Bodo" Balasnya.


"Tau tuh gitu aja ngambek"


"Njay lo tadi nanya ke kita-kita sambil nyolot, eh udah gue jelasin panjang lebar jawabannya cuma oh? bayangkan cuma "oh" dih dasar kecoak!" Balas Sisi.


sedangkan yang lagi diperdebatkan di kelas malah enak-enaknya makan di kantin. Maklumlah dia dari tadi laper, dan perutnya harus di isi. Setelah selesai makan dia pergi ke toilet karena dia lupa, awalnya sih dia mau ke toilet berhubungan perutnya lapar dia ke kantin deh.


"Hai cewek, sendirian aja nih?" Tanyanya sambil ngeliatin bajunya yang masih basah.


"Mau kemana cewek?" kata cowok satunya lagi sambil siul-siul.


"Bodo amat" Ujar Nana ketus.


"Jangan galak-galak ke kita napa?" Kata salah satu cowok yang sangat familiar ya dia adalah Bayu si cowok bejat. Nana hanya ketus saja. Sedangkan cowok-cowok itu pada ngelihatin bajunya yang masih basah memperlihatkan kedua gunung kembar yang sangat besar dan sangat terlihat seksi di mata cowok.


"Wah gue suka nih cewek yang kayak ginian"


"Galak ih" Katanya sambil mengedipkan sebelah matanya, Nana yang diperlukan seperti itu merasa jijik dan mau muntah.

__ADS_1


Tiba-tiba tangan gue langsung ditarik sama cowok entah cowok itu siapa. Dia membawa gue pergi dari hadapan para cowok-cowok bejat tadi sambil menarik tangan gue.


Sesampainya di ruang atas yang tak lain ruangan Osis. Cowok itu langsung melepaskan tangan gue dan dia pergi entah kemana.


Tak beberapa lama kemudian cowok itu kembali. "Nih gue bawain minuman buat lo." ucap cowok itu yang tak lain si ketos dingin.


"Tumben lo baik cak cicak?" Kataku sambil meminum air yang diberikan cowok itu.


"Lo tuh nggak tau terimakasih malah jelekin gue kayak gitu, lagian nama gue Chakra bukan cicak!" Katanya


"Iya iya terimakasih...." Kataku.


"Nih gue pakaikan jaket gue, ntar balikin" ucapnya sambil memakaikan jaket itu ke badanku.


"Emm makasih ya cicak tumben lo baik dah ama gue." Kataku berterimakasih.


"Nama gue Chakra tau bukan cicak!! orang tua gue tu susah-susah nama in gue, eh lo malah ganti nama gue seenaknya. Lo tau nggak?" sambil menatap mata Nana dan kedua mata mereka saling bertemu.


deg deg deg deg


Dada mereka saling bersahutan merasa ada aneh dengan dadanya Nana pun langsung mengalihkan matanya ke arah lain. Chakra pun tak ketinggalan juga.


"Duh napa dada gue tiba-tiba bunyi sih? kan malu kalau tiba-tiba didengar sama si ketos dingin itu." Batinnya dalam hati.


"Kenapa dada gue bunyi sih rasanya aneh kayak ada sesuatu gitu." Batinnya dalam hati.


Mereka dari tadi saling berdiam sendiri, tidak ada satu suara yang terdengar di ruangan itu. Dan Chakra pun membuka suaranya karena dia canggung kalau diam terus.


"Lain kali jangan pakai pakain yang basah, lihat kan tadi banyak cowok yang lihatin lo kayaknya napsu banget." Terangnya.


"Iya maaf gue gak nyadar tadi." Ujarnya memelas.


"Nih cewek dari tadi emang gak nyadar apa emang polos dari sananya." Kata Chakra dalam hati.


"Udahlah gak usah minta maaf segala, untung ada gue kalau nggak lo udah jadi santapan mereka." Katanya.


"Sekarang lo balik gih ke kelas jangan sampai lo bolos lagi" Katanya lagi.


"Ya ya gue ke kelas nih bayy." Kata Nana sambil melambaikan tangannya dan langsung turun ke bawah menuju kelasnya.

__ADS_1


"Duh kenapa dada gue deg-degan sih dekat sama si cewek itu, ngomong omong dia kalau lagi melas cantik juga ya." Katanya lirih.


"Dih apaan sih lo Chakra masa lo bilang dia cantik! dih yang bener aja loh cak." Ujarnya yang dijawab sendiri. Di lain tempat si cewek itu merasa risih karena dari tadi matanya berkedut mulu entah siapa yang lagi sedang membicarakan dia.


__ADS_2