
Pulang sekolah Nana tidak langsung pulang dulu, melainkan dia harus mengikuti ekskul dance di sekolahnya.
Sebenarnya gurunya sudah melarang dirinya agar tidak ikut ekskul dance lagi. Karena dia sudah kelas 12 dan harus mempersiapkan ujian yang akan mendatang. Tapi karena bulan depan ada lomba dance tingkat sekolah, makanya Nana sementara waktu diperbolehkan oleh gurunya untuk mengikuti ekskul dance. Yang terpenting tidak mengganggu proses belajar.
Dia sebenarnya heran, kenapa harus dia ya yang diikutkan ekskul dance. Padahal dia kan sifatnya berandalan kayak gitu mana cocok coba? karena ini semua keputusan gurunya dia tidak bisa menolaknya sama sekali. Lagian dia sangat mahir dalam mengikuti ekskul dance karena postur tubuhnya lentur dan bagus.
Jadwal latihan dance adalah hari kamis dan sabtu. Dia mengikuti latihan dance hanya bersama Sisi saja. Sedangkan kedua temannya memilih tidak ikut.
Jam pun sudah menunjukkan pukul 04.00 sore, semua anggota ekskul dance sudah bersiap-siap untuk pulang ke rumahnya masing-masing. Tak ketinggalan Nana dan Sisi pun juga ikut pulang. Tapi saat Nana hendak mau keluar, Abibah tiba-tiba mencegat nya sambil berkata "Jangan keluar dulu na, di luar lagi ada tawuran" kata Abibah sambil menunjuk ke arah gerbang sekolah.
"Tawuran? serius lo!" balas Sisi kaget.
"Iya gue serius lah, masa boong" balasnya.
"Lah terus di mana Anjie, kenapa gak keliatan batang hidungnya?" tanyanya sambil celingukan mencari keberadaan Anjie. Tapi tidak ketemu juga orang nya.
"Anu, itu Anjie anu!" balasnya dengan nada panik.
"Anu apa sih bah? yang bener dong ngomongnya jangan anu anu mulu" balasnya. Dia jadi ikut panik.
"Anu pokoknya gawat na!" katanya lagi.
"Gawat apanya bah? jangan bikin orang panik dong bah" bingung mau berkata apa lagi.
"Tau nih bah, yang bener napa kalau ngomong" menimpali.
"Anjie ikut tawuran anak STM sebelah. Sekarang dia lagi dikepung anak STM!!"
"Apa!! lo serius bah?" ujar nya kaget setelah mendengar ucapan Abibah.
"Iya na, gue serius" balasnya.
"Ini gak bisa dibiarin! berani-beraninya dia melawan cewek sendirian sedangkan mereka cowok semua." katanya tidak terima atas perlakuan mereka pada Anjie.
"Ini bakalan gawat na! mereka pasti mau balas dendam sama lo. Karena waktu itu lo udah ngehajar bos nya sampai babak belur."
"Akhhh, sial! kenapa jadi gini?" ujar Nana sambil mengacak-acak rambutnya.
"Awas aja kalian! gue gak bakalan biarin mereka lolos begitu saja" kata Sisi sambil mengepalkan tangannya.
"Mendingan kalian gak usah ikut-ikutan deh, ini bahaya tau" katanya menyarankan agar kedua temannya tidak ikutan.
__ADS_1
"Udahlah bah, lo gak usah khawatir kayak gitu. Lo tau kan gue tu siapa?" katanya sambil mengeluarkan bajunya. Kemudian dia melangkah pergi menuju gerbang sekolah.
"Eh, tapi anak-anak udah pada pulang semuanya kan? " katanya lagi.
"Sudah kok, beres! semuanya udah pada pulang" kata Sisi sambil mengacungkan jempolnya.
Nana semakin mendekati TKP, dia melihat Anjie di sana sedang mencengkram seragam sekolah seorang cowok. Hanya cowok itulah yang masih mampu berdiri sekarang. Sedangkan keempat temannya itu sudah terkapar di tanah. Ada juga yang masih enak-enakkan melihat mereka bertengkar sambil ngopi di warung.
"Woyy Anjie" panggil Nana dengan suara kerasnya.
Anjie melihat Nana dan kedua temannya berdiri di sana, kemudian dia melepaskan cengkraman seragam musuhnya. Setelah itu dia pun mendekati mereka bertiga.
"Kenapa kalian pada kesini sih? bahaya tau! " serunya sambil ngos-ngosan. Bajunya sudah basah di penuhi keringat.
"Lo kayak gak tau gue aja sih njingg!" balasnya sambil merangkul pundak Anjie.
"Ini biar jadi urusan gue aja na, soalnya lo waktu itu dah nolongin gue dari mereka-mereka semua" balasnya sambil menunjuk anak STM itu.
"Wah, ternyata kalian udah pada siap tawuran nih?" kata cowok itu yang tak lain bos dari mereka semua.
"Gak usah banyak bacot lo" kata Nana.
"Oh! ternyata lo berani muncul juga? setelah lama lo ngehajar gue habis-habisan sampai muka gue bonyok." balasnya sambil marah.
"Apa-apan sih kalian ini! dasar pengecut! beraninya mencari kesempatan di saat belum siap" kata Abibah tak terima Nana di pukul saat dia belum siap sama sekali.
"Udahlah bah, gue gak papa. Mendingan kalian mundur deh! biar gue sendiri yang hajar mereka" serunya sambil memasang kuda-kuda. Karena Nana gak mau di bantuin mereka, mereka pun hanya bisa pasrah menuruti perkataan Nana.
"Cuiihh! sok jago lo" kata cowok itu sambil berlagak.
"Mending lo pulang sana! terus bobok yang manis di rumah. Kasihan tuh muka cantik-cantik tapi ntar malah bonyok gara-gara kita pukulin" kata teman satunya ikut bicara.
"Pada bacot kalian! mending kalian sini lawan gue satu persatu" serunya.
"Oke!! tapi kita buat perjanjian dulu" kata cowok itu.
"Oke! apa perjanjiannya?"
"Kalau lo kalah, lo harus ngasih uang ke kita. Kalian kan pada orang kaya, jadi kalian pasti mau dong, kasih uang ke kita"
"Oke, siapa takut!!" Balasnya.
__ADS_1
"Gue mau lo kasih uang jumlahnya 1 juta. Gak boleh kurang pokoknya" tegas cowok itu.
"Bwahaha" tawanya.
"Napa lo ketawa? stres lo?" bingung.
"Gue heran aja, perjanjiannya cuma 1 juta doang. Bwahaha lucu-lucu" ketawa lagi.
"Lah emang kenapa? "balasnya tak mengerti apa yang di maksut Nana.
"Gak gak, gue cuma heran aja."
"Halah, lo gak usah banyak basa-basi! mending sini lo sekarang lawan kita."
"Eits, tunggu dulu dong! gue belum buat perjanjian njirr"
"Apa perjanjiannya?"
"Emm... apa ya? gue pikir-pikir dulu deh" katanya sambil berpikir. Dia berpikir cukup lama sampai-sampai mereka semakin marah dibuatnya.
"Anjing!!"
"Woy! kenapa lo manggil nama gue hah?" tanya Anjie.
"Gue gak manggil nama lo ghoblok!" balas cowok itu.
"Santuy aja bro, gak usah kasar-kasar sama cewek" kata temannya.
"Lo bilang kita cewek hah!!" balas Anjie nyolot.
"Lah kan lo emang cewek ghoblok!"
"Lah iya ya, gue kan emang cewek. Kenapa lo malah bilang gue kagak cewek coba?"
"Siapa juga yang bilang lo kagak cewek? kan lo sendiri yang ngomong barusan" emosi.
"Bodo amat gue" balasnya to the point.
"Nih cewek kayaknya otaknya lagi konslet bro" membisikkan di telinga temannya.
"Tau tuh, padahal cantik-cantik. Eh sayang, otaknya pada konslet semua" balasnya sambil ketawa.
__ADS_1
"Gak usah banyak bacot kalian semua!!" teriaknya. Lalu Nana pun langsung menghajar mereka satu persatu