Cewek Berandal Vs Ketua Osis

Cewek Berandal Vs Ketua Osis
Gak Jadi Dihukum


__ADS_3

Chakra menarik tanganku sepanjang jalan menuju ke lapangan, sepanjang jalan aku dan Chakra menjadi bahan tontonan anak-anak. Ada yang menyoraki cie-cie, ada yang bilang kalau mereka berdua serasi, ada yang kesannya biasa aja, terus ada yang tidak suka lihat mereka berduaan pokoknya masih banyak lagi hujatan demi hujatan di lontarkan ke mereka. Nana dari tadi hanya menunduk kebawah sedangkan Chakra dengan pedenya berjalan sambil menarik tanganku.


"eh cicak lo kok biasa aja sih dikatain mereka?" tanya ke Chakra tapi Chakra nggak menanggapi pertanyaan Nana dia hanya diam saja.


"woyy cicak" ngagetin. Chakra pun menoleh ke Nana "apa?" ucapnya ketus.


"lo denger gak sih gue barusan ngomong apaan?"


"ngomong apa gue gak denger"


"njirrrr... dasar cicak budek, kalo budek beneran biar tau rasa loh!" ngegas.


"kalau ngomong tu jangan ceplas-ceplos mulut lo itu masalahnya gak ada akhlak nya sama sekali, terus lo itu cewek loh? masa cewek ngomongnya kasar kayak gitu." masih ketus.


"lah emang gaya bicara gue emang katak gitu, terus gue harus mesti gimana cobak?"


"serah deh serah lo aja, yang penting gue udah pernah ngomong sama lo berkali-kali"


Chakra melepaskan tangganya dan berjalan beriringan. Akhirnya mereka sampai juga di lapangan sekolah yang cukup luas disana sudah banyak anak-anak yang berkumpul, mereka semua langganan telat seperti dia.

__ADS_1


" sekarang lo kesana, terus baris di belakang anak-anak. Gue mau manggil Pak Jamaludin dulu, ingat jangan sekali-kali lo mencoba kabur!!" perintahnya yang langsung di iyain.


Mereka menunggu kedatangan Pak Jamaludin di lapangan hampir setengah jam tapi nihil Pak Jamaludin belum datang-datang juga terus tuh si Ketua Osis yang katanya tadi manggil Pak Jamaludin juga belum datang. Gue pun mulai kepanasan dan haus. Akhirnya gue memutuskan untuk berteduh di pohon dekat lapangan.


"ekhem-ekhem"


"siapa sih ganggu orang berteduh aja?"


"kenapa malah enak-enakkan berteduh disini? cepat bangun baris ke tempat lo semula!!"


"eh, eh iya" aku pun menuju barisan tempat gue semula mendengarkan pengumuman dari Pak Jamaludin.


"Waalaikussalam Warahmatullahi wabarakatu." ucap anak-anak yang dihukum serempak.


"Bapak mau menyampaikan sedikit informasi buat kalian-kalian para langganan telat, kalau hari ini Bapak tidak jadi hukum kalian karena hari ini hari kebebasan untuk anak-anak" ucapnya yang kemudian bersorak senang sambil melompat-lompat.


"Anak-anak sudah diam dengarkan penjelasan Bapak dulu!! kalian bebas hari ini mau ngapain aja tapi ingat jangan sampai membuat sekolah ini malu karena ulah kalian" ucapnya kepada anak-anak setelah selesai memberi informasi, Pak Jamaludin pergi meninggalkan anak-anak yang sedang berjoget-joget.


"akhirnya gak jadi dihukum uhhh.... lega banget dah." sambil merentangkan kedua tangannya.

__ADS_1


"jangan senang dulu, lagian cuma hari ini aja, palingan lo besok-besok juga ngulangin lagi" ucapnya yang seketika membuat mood Nana jadi jelek.


"dih napa sih loh, kayaknya gak suka banget sama gue, terus maunya Lo tiap hari gue dihukum terus gitu"


"terserah lo capek gue" yang langsung meninggalkan Nana sendirian.


"amit-amit yak gue sama tuh cowok, masa ga ada alusnya dikit ama cewek? gue bakal sumpahin tuh cowok biar gak ada yang mau ama dia terus dia jadi jomblo seumur hidup bwahahaha...."


"kan kasihan amat yak nasib tuh cowok gimana ya selanjutnya?, lah napa gue mikirin tuh cowok ya?"


________________________________________


Dari Author:


Saya sendiri mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1441H/2020M.


Semoga di hari yang Fitri ini dosa kita dilebur dan kita menjadi suci kembali. Saya minta maaf jika ada kata yang menyakiti hati dan perbuatan yang kurang baik.


Mohon Maaf Lahir dan Batin🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2