
"Terus bah, kenapa lo tiba-tiba kepikiran di otak lo, yang selama bertahun-tahun lo udah coba lupakan tu cowok terus kenapa lo masih mikirin dia?" tanyanya.
"Kemarin malam pas gue mau tidur tiba-tiba ada notif pesan masuk dari nomor tak di kenal"
"Terus gimana selanjutnya bah?" ucapnya kepo.
"Jadi gini Na" menceritakan awal kejadiannya.
Flash back
Abibah selesai mengerjakan tugas sekolahnya lalu dia memutuskan untuk tidur karena sudah malam. Saat mau tidur tiba-tiba handphonenya bergetar menandakan ada yang sedang chat dia. Saat itu juga Abibah pun membuka layar hpnya. Di situ ada sebuah pesan Whatsapp dari nomor yang tidak dikenalnya. Abibah ragu antara membuka atau tidak membuka. Kalau membuka takutnya ntar haters yang mau meneror dirinya. Tapi kalau tidak dibuka Abibah semakin penasaran apa isi pesan tersebut, dan siapa yang mengirim pesan tersebut.
"Bwahaha... jiwa-jiwa kepo ku mulai kumat, buka aja kali ya daripada pada gue penasaran njir"
Akhirnya setelah lama berpikir, Abibah memilih opsi yang kedua karena dia sangat penasaran sekali siapa yang mengirim pesan itu.
Abibah langsung memencet pesan tersebut sambil membacanya.
089779975×××
Selamat malam Abibah!
Oh ya, ini aku Rein.
Sebenarnya aku udah lama nyimpen nomer whatsapp mu, tapi aku malu mau chat kamu, dan baru hari ini aku berani ngechat kamu.
Maaf ya Abibah kayaknya ini udah malam.
Eh tapi malah aku ngechat kamu malam-malam.
__ADS_1
Ini no Whatsapp aku, jangan lupa di save ya Bah :3
Abibah
Rein siapa ya?
089779975×××
Rein teman cowok satu-satunya di masa kecilmu dulu
Abibah
Hahh?? kamu beneran Rein teman masa kecilku dulu?
089779975×××
hanya di read saja.
"Dia bisa dapat nomor hp gue dari siapa ya? Aduhhh!! gue harus gimana nih? terus gue harus jawab apaan ke dia? terus enaknya di save gak ya nomornya?" ucapnya bingung sambil mikir
"emm di save ajalah." Ucapnya sambil kegirangan. Setelah itu dia tidur lagi tanpa membalas pesan dari Rein.
Flash off
"jadi gitu Na, ceritanya." ucapnya.
"oh gitu yaaa, emm apa lo udah tanya dia sekarang ada dimana? terus tinggal dimana, terus sekolah dimana?" tanyanya panjang lebar.
"aduhh Na, aku gak sempat tanya ke dia. Soalnya malam itu aku dah ke buru tidur hehehe... chat nya aja juga gak gue bales." cengar-cengir.
__ADS_1
"dihh... bego lo Bah" katanya sambil menjitak kepala Abibah yang terlalu bego menurutnya.
"Habisnya gue terlalu seneng banget Na, dia itu cowok satu-satunya yang bisa buat gue nyaman kalau berada di dekatnya." ucapnya lagi.
"Yaudah deh, ntar lo chat dia lagi, terus jangan lupa tanyain tuh semuanya tentang dia. Jan bahagia dulu kalau dia dah dateng ke kehidupan lo sekarang ini.
"asshiapp, boskuh" ujarnya sambil meluk gue.
Sisi dan Anjie pun menghampiri mereka berdua karena mereka sedang pelukan tapi tidak ajak-ajak mereka berdua.
"woyyy tega lo berdua pelukan gak ajak-ajak kami" Anjie.
"Tau tuh, kan gue juga mau dipeluk" ucapnya kemudian mereka berempat saling berpelukan.
"Eh ngomong-ngomong lo berdua lagi bahas apasih? kok kayaknya asik, terus gak ngajak gue lagi!" ujar Anjie sambil wajahnya ditekuk.
"Tau tuh, ceritain dong" Sisi. Abibah pun menceritakan semuanya lagi ke Sisi dan Anjie.
"Njirrr... ternyata lo diem-diem punya gebetan ya?"
"Napa gak bilang-bilang dari dulu sih? kan bisa kenalin ke kita-kita ya kan gaess" ujar Anjie yang kemudian di iyain ketiga temannya, emang kebiasaan sih kalau mereka menceritakan ke Anjie pasti pertanyaannya itu loh gak nyambung sama sekali.
"Eh gue mau cerita nih dengerin dong" ucapnya pada teman-temannya.
"Cerita apaan njingg" tanyaku penasaran.
"Tadi gue habis jatuh terus..." berhenti sejenak temannya pun mulai penasaran lalu tiba-tiba "Tapi boong bwahaha...." ucapnya sambil ketawa-ketawa sendiri sedangkan temannya hanya senyum kecut. Ya begitulah teman Nana rasanya ingin mencubit ginjalnya:)
"Bodo amat njing" ucap ketiga temannya jengah dengan ocehan gajenya Anjie.
__ADS_1