
Saat mereka pada asiknya bergurau, tiba-tiba Chakra si Ketos masuk ke dalam kelasnya bersama teman-temannya sambil membawa makanan dan minuman, padahal di situ sedang ada wali kelasnya sedang asik berbincang-bincang dengan salah satu muridnya.
"Assalamualaikum bu maaf saya dari kelas lain apakah saya boleh ikut bergabung disini?" ucapnya.
"Waalaikussalam boleh saja kok nak Chakra, silahkan, tapi kalian jangan sampai membuat keributan disini ya." ucapnya sambil mempersilahkan mereka.
Lalu Chakra dan teman-temannya berjalan ke salah satu bangku yang diduduki oleh keempat cewek yang sedang nimbrung, mereka pun langsung ikut nimbrung di bangku Nana dan teman-temannya.
"hai, boleh gabung disini gak?" ucapnya agak ketus.
"gak boleh, ngapain loh kesini? sana ikut yang lainnya aja, jangan disini!." ujar Nana.
"yaudah deh yuk teman-teman kita pergi dari sini kita diusir noh sama cewek jahat!." ucapnya ketus sambil tertawa sinis.
"udahlah Na, gapapa lah dia ikut nimbrung disini" Anjie.
"iya Na kasihan tauk, apalagi semuanya pada ganteng-ganteng keg oppa-oppa." Sisi.
"woyy kalian berempat kesini aja ikut kita-kita nimbrung disini biar tambah rame. Gapapa kok gausah khawatirin Nana" ucap Abibah. Mereka berempat yang merasa dipanggil pun segera menghampirinya.
"eh, beneran nih kita-kita boleh ikutan" Mahendra.
"boleh kok, ikut aja"
__ADS_1
"boleh kan Na kalau mereka pada ikutan nimbrung disini" tanyanya.
"serah kalian deh serah!!" ucapku cuek. Nana pun asik sendiri dengan gamenya sedangkan teman-temannya pada asik mengobrol sambil bergurau. Teman-temannya pun merasa aneh pada dirinya kenapa tiba-tiba Nana diem mulu dan nggak bicara sama sekali, padahal pas tadi sewaktu belum ada Chakra dan teman-temannya dia bicaranya sangat semangat sekali.
Dia pun memutuskan untuk keluar sebentar, katanya sih dia ingin menghirup udara segar sejenak. Padahal dalam hatinya dia sangat risih kalau tetap berada disana.
"huhhh, akhirnya lega juga, bisa bebas dari tu cowok songong."
"males juga gue kalau harus lama-lama liat tuh muka cowok songong plus nyebelin" ucapnya sambil menghirup udara. Tiba-tiba di belakangnya ada suara cowok sambil bicara dengannya " oh, jadi lo tadi keluar karena mau menghindar dari gue?" ucapnya penuh selidik.
"loh... kenapa lo bisa ada disini? lo dari tadi ngikutin gue ya? ngaku lo!!"
"njirrr... dasar penguntit lo" cerocosnya.
"lagian kan ini tempat umum, emangnya gak boleh kalau gue duduk disini?" ucapnya.
"boleh kok boleh gak ada yang ngelarang puas lo!!" ucapnya. Karena udaranya sangat sejuk dia pun tertidur dengan pulasnya dan kepalanya tak sengaja disenderkan di pundak Chakra. Chakra pun hanya tersenyum kecil melihat dirinya sedang tertidur di senderan bahunya.
"humm, nih cewek kalau tidur emang cantik sih, lebih kelihatan cewek baik-baik, gak kelihatan kasar." gumamnya lirih sambil melihat wajah Nana yang tengah tidur.
Entah sampai kapan Nana tertidur di pundaknya. Sudah hampir setengah jam mereka berduaan di bawah pohon sekolahnya yang sangat sejuk dan rindang.
Tak beberapa lama kemudian Nana terbangun dari tidurnya sambil mengucek matanya, dia sangat terkejut disebelah samping duduknya ada Chakra sedang tertidur dia pun langsung teriak-teriak.
__ADS_1
"woyyyy bangun lo... ngapain tiduran di sini hah?" tanyanya sambil membangunkan Chakra dengan teriak-teriak.
"gak usah pake teriak-teriak napa" ucapnya agak serak khas orang bangun tidur.
"Lo ngapain tiduran disini sih? dasar mau mencari kesempatan dalam kesempitan" tanyanya.
"siapa juga yang mencari kesempatan hah?" tanyanya sambil berdiri.
"ya elo lah masak setan!"
"dengerin ya, tadi siapa coba yang pertama ketiduran dan kepalanya di senderkan di pundak seorang cowok"
"coba deh diingat-ingat jangan asal nuduh aja" menyindir. Nana pun mengingat-ingat awal mula kejadiannya dan blusss mukanya langsung memerah dan matanya nggak berani natap Chakra.
"gimana? udah ingat belum?" tanyanya lagi sedangkan Nana menahan rasa malu karena menuduh yang enggak-enggak.
"emm maaf, aku nggak sengaja" ucapnya merasa bersalah.
"oke oke gue maafin.Tapi tolong ya jadi orang tu jangan kegeeran" ucapnya lagi sambil meninggalkan Nana di situ sendirian.
"ah gue malu banget deh, kan jadinya gue salah tingkah dong."
"Aduh... muka gue mau di taruh mana cobak kalau ketemu dia lagi?" berjalan sambil mengusap wajahnya dengan keras karena menahan rasa malu.
__ADS_1