Cewek Berandal Vs Ketua Osis

Cewek Berandal Vs Ketua Osis
Pulang [2]


__ADS_3

Setelah dirasa pintu kelasnya sudah dikunci seperti semula. Anak cowok pun kembali ke ruang guru lagi mengembalikan kunci yang mereka ambil.


"Eh chak, kayaknya ada guru deh disitu? tuh lihat" kata Bagas pada Chakra sambil tangannya menunjuk ke arah yang ditunjuk.


"Woyyy Kevin, Mahen! lo jaga-jaga di depan ruang guru ya. Gue sama Bagas masuk ke dalam. Entar gue yang mengalihkan tu guru biar gak curiga. Dan lo gas, lo balikin nih kunci pada tempatnya tadi" jelas Chakra agak pelan. Setelah dirasa temannya pada mengerti. Dia pun masuk ke ruang guru diikuti Bagas di belakangnya.


"Gas, lo cepat gih jalan duluan ke tempat kunci tadi ditaruh. Gue mau mengalihkan tu guru biar gak lihat lo" ucapnya.


Setelah tahu yang dimaksud Chakra, Bagas terlebih dahulu jalan ke depan dengan jalan pelan-pelan sambil berjinjit agar tidak menimbulkan suara gaduh. Setelah itu dilanjutkan Chakra menghampiri gurunya yang tengah asik mengemasi barangnya.


"Assalamualaikum Bu" salamnya pada guru itu sambil mengode Bagas agar cepat-cepat menaruh kunci pada tempatnya tadi.


"Waalaikumsalam nak Chakra"


"Loh, kok belum pulang? ini udah sore loh, apa nggak di cariin sama orang tuamu?" tanya guru itu sambil membereskan barang-barang nya sebelum pulang.


"Udah kok bu, tadi saya sudah pamitan ke orang tua kalau saya pulang terlambat" katanya sambil celingukan ke arah Bagas. Bagas pun sudah selesai menaruh kunci tersebut, setelah itu dia mengode Chakra agar mengelabuhi gurunya. Chakra pun mengerti dia pun langsung mengajak guru itu berbicara agar tidak menengok ke arah belakang.


"Eh bu, kok cuman Ibu yang belum pulang" tanyanya ke guru itu.

__ADS_1


"Iya nak Chakra, tadi Ibu lagi mengoreksi ulangan susulan di kelas makanya Ibu telat pulangnya" jelasnya panjang lebar


"Owh, gitu ya Bu?" katanya lagi, sambil melihat Bagas yang sudah tidak ada disitu menandakan kalau Bagas sudah keluar.


"Bu, saya pulang dulu ya. Kayaknya saya sudah di cariin orang tua saya disuruh cepat pulang." katanya ke guru itu.


"Assalamualaikum Bu" salamnya.


"Waalaikumsalam"


"Hati-hati di jalan, jangan ngebut-ngebut bawa montor nya" perintahnya dan langsung di iyain Chakra. Kemudian Chakra pun keluar menemui temannya yang sedang menunggu dirinya di depan ruang guru.


"Beres" balasnya.


Mereka pun menuju tempat parkiran mengambil montor mereka masing-masing dan menancapkan gas menuju gerbang sekolah.


Dilihatnya di gerbang sekolah masih ada Nana sedang menunggu jemputan. Dia pun berhenti di depan Nana tanpa mematikan montornya, sedangkan teman-temannya sudah pulang duluan.


"Lo belum di jemput na?" tanyanya.

__ADS_1


"Belum, kayaknya masih di jalan deh" balasnya sambil celingukan ke arah jalan.


"Gue anterin gimana na? ntar lo kelamaan nunggu di sini." sarannya agar Nana tidak menunggu jemputan terlalu lama.


"Kaga usah cak, gue nunggu jemputan aja. Lo kalau mau pulang, pulang duluan aja." balasnya agak cuek.


"Yaudah deh kalau gitu. Gue pulang duluan."


"Awas kalau sendirian ntar ada penculik terus nyulik lo. Eh lupa kebalik ya? ntar malah lo yang nyulik mereka bukan penculiknya." ujarnya sambil menancapkan gas montornya melaju ke jalan pergi dari hadapan Nana.


bromm... bromm... bromm... brom...


(suara montor Chakra)


"Awas ya lo cicaaaak!! tunggu pembalasan gue nanti" teriaknya. Yang di teriak malah senyam-senyum sendiri.


"Huffftt!! hari ini gue apes banget. Udah nih gue kagak di jemput jemput lagi. Terus si cicak malah nantangin gue segala lagi" ucapnya kesal sambil menghentakkan alas sepatunya di tanah.


Tak beberapa lama kemudian Kang Ujang pun datang dan langsung membukakan pintu mobil untuk majikannya. Nana pun langsung masuk dalam mobil. Sekarang Nana pun sudah berada di dalam mobil sambil menghempaskan badannya ke kursi mobil belakang, sesekali dia memejamkan matanya karena sangat lelah.

__ADS_1


__ADS_2