
Karena hari sudah sore, mereka pun memutuskan untuk keluar dari atap sekolah. Mereka pun berjalan menuju ke kelasnya masing-masing untuk mengambil tas mereka yang ada di kelas dari tadi. Tapi saat mereka membuka pintu kelas, ternyata pintunya sudah terkunci. Mereka bingung harus berbuat apa.
"Sial!! pintunya udah dikunci gaesss" ucap Bagas.
"Lha terus gimana caranya ngambil tas kita coba? kalau ini pintu udah dikunci" sahut Mahen.
"Ini semua gara-gara kalian sih!! udah tau udah mau sore tapi kalian gak mau turun juga" kata Kevin menyalahkan teman-temannya.
"Enak aja lo nyalahin kita" balas Anjie tak mau disalahkan.
"Tau tuh!! sukanya nyalahin orang lain"
"Siapa juga yang nyalahin? kan emang kenyataannya gitu" sahutnya tak mau kalah.
Akhirnya mereka pun saling beradu mulut dan saling menjelaskan. Tiba-tiba "gue punya ide" Nana pun menemukan ide agar pintu kelas tersebut bisa dibuka dengan jalan satu-satunya adalah mengambil kunci kelas tersebut di ruang guru karena pada saat jam segini kelihatannya sebagian guru ada yang belum pulang.
"Na lo beneran mau ngambil tu kunci di ruang guru? entar kalau ketahuan guru gimana? kan jadi runyam urusannya" kata Mahendra agak resah.
"Iya, jalan satu-satunya cuma ada itu" mengangguk pada Mahen. Mahen pun langsung paham apa maksud Nana.
"Soalnya gue juga pernah tu ngambil kunci ke ruang guru secara diam-diam agar nih pintu bisa kebuka. Tapi ingat saat kalian ngambil itu kunci, kalian harus merancang strategi agar tidak ketahuan" menjelaskan strateginya.
__ADS_1
"Jadi, waktu itu lo diam-diam menyelinap masuk ruang guru itu lo ngambil kunci?" kata Chakra yang langsung di angguki dirinya. Chakra pun hanya geleng-geleng sendiri dengan tingkah laku Nana yang selalu membuat banyak masalah.
"Hehehe, ya iyalah. Gue gitu lo, emang lo" balasnya.
"Serah" ketus.
"Yeee gitu aja marah. Dasar muka dingin!" ejek nya. Sedangkan yang diejek hanya diam saja sambil melotot ke arah dirinya.
"Udah udah, kalian berdua malah pada ribut sendiri" balas Mahendra menengahi keributan antara mereka berdua.
Saat Nana dan teman-temannya mau ke ruang guru. Chakra keburu mencegah mereka agar tidak kesana. "Biar kita cowok-cowok aja yang ke ruang guru. Kalian di sini saja sambil melihat situasinya" katanya yang kemudian diangguki cewek berempat. Sedangkan yang cowok-cowok pada berjalan menuju ruang guru.
"Eh tumben tu Chakra baik yak na? kerasukan apaan tuh?" kata Abibah penasaran dengan tingkah Chakra hari ini. Teman-temannya pun juga merasa begitu.
"Santuy lah na, kita kan tanyak doang. Kita janji deh gak bakal tu menjelekkan Chakra lagi" balas Anjie.
"Serah lah njingg serah!!" kata Nana. Dia capek harus meladeni mereka bertiga.
"Halah na, na. Lo tau sendiri kan, Anjie tu orangnya emang keg gitu, dia tu rada-rada gak waras orangnya" ujar Sisi. Kemudian Anjie pun langsung menjitak Sisi.
"Apaan sih njingg!! sakit tau" keluhnya.
__ADS_1
"Biarin, emang enak" sahutnya sambil mengejek. Lalu merekapun tertawa terbahak-bahak melihat tingkah laku Anjie.
Sedangkan anak cowok-cowok pada sibuk ngambil kunci di ruang guru.
"Gimana? ada guru nggak" kata Chakra lirih sambil menunjuk salah satu temannya yang di tugaskan untuk melihat pun menggeleng menandakan di situ tidak ada guru. Setelah dilihat memang di situ tidak ada guru melainkan tasnya yang masih tergeletak disitu. Kemudian Chakra cepat-cepat masuk sambil celingukan mengambil kunci tersebut dan akhirnya ketemu.
"Eh tumben lo cak mau ngambil kunci diam-diam ke ruang guru?" kata Mahen penasaran. "Tau tuh, tumben-tumbenan lo mau ngelanggar aturan" yang langsung di potong Kevin.
"Lah gimana sih kalian? kalau kita pada nggak ngambil tuh kunci gimana mau ngambil tasnya oon!!" ujarnya pada teman-temannya pun mengerti.
"Ayo cepat buruan kita ke kelas" ajak Chakra. Yang langsung diangguki teman-temannya.
Saat sudah sampai di depan kelasnya. Cewek-cewek pun bicara pada mereka berempat.
"Woyyy!! gimana berhasil kagak?" kata Anjie ngegas.
"Sippp, berhasil" balas mereka sambil mengacungkan jempol.
"Yaudah, cepat tuh buka pintunya! ntar keburu dilihat guru" perintahnya pada anak cowok-cowok agar bergantian membuka pintu kelas mereka yang bersampingan.
"Iya-iya, sabar napa" balasnya sambil membuka pintu kelas.
__ADS_1
Tak beberapa lama kemudian, akhirnya pintu pun terbuka. Mereka cepat-cepat mengambil tas mereka masing-masing sebelum ada guru yang melihat. Setelah selesai menggambil tas mereka di kelas, mereka tidak lupa mengunci kembali pintu kelas tersebut seperti semula.