
Sesampainya di rumah, Nana pun masuk sambil celingukan melihat apakah mama sama papa nya sudah pulang atau belum. Tiba-tiba dia dikejutkan dari arah belakang. Dia pun langsung kaget sambil mengoceh dan mengeluarkan kata-kata kasar.
"Bhangsattt!! gue jantungan njirrr!! siapa sih yang ngagetin gue!" sambil menengok kebelakang. Alangkah terkejutnya dia saat melihat ke arah belakang sudah ada kedua orang tuanya sambil melotot ke arah Nana. Mamanya pun angkat bicara wajah-wajahnya sudah di tebak pasti mamanya akan mengomeli dirinya habis-habisan.
"Hei! kau ini anak gadis kenapa bicara kayak gitu hah!! siapa yang ngajarin kamu bicara kayak gitu Nana?" tanya mama nya heran. Karena saking marahnya dia pun menjewer telinga Nana.
"Aduh ma... ampunn sakit ma" ujar Nana sambil meringis kesakitan karena jeweran mamanya cukup keras.
"Kalau di bilangin tuh jawab dong jangan diam aja!! punya mulut nggak sih?"
"Udah pulang dengan keadaan baju basah semua, terus masuk nggak pake salam segala lagi" ujar nya lagi yang masih setia menjewer telinga anak satu-satunya itu.
"Ini mau jawab ma, tapi lepasin dulu telinga Nana, sakit tau ma" katanya sambil meronta-ronta agar cepat dilepaskan oleh mama nya. Mama pun melepaskan jeweran di telinga anaknya sambil ngoceh-ngoceh ala ibu-ibu pada umumnya jika anaknya berbuat salah. Karena setiap orang tua ingin yang terbaik untuk anaknya di kemudian hari yang akan mendatang.
"Terus kenapa lagi pulang hah! ini udah jam berapa Nana?"
"Baju kamu juga basah kayak gini lagi. Terus ini jaket punya siapa?" tanyanya sambil melihat jaket yang di pakai anaknya.
"Tadi aku tu kehujanan ma, terus ni jaket di pinjemin ama temen" balasnya.
"Cowok apa cewek?" katanya penuh selidik.
"Kepo amat sih ma, mau tau aja urusan anak muda." balasnya tanpa rasa takut sama sekali.
__ADS_1
"Ini anak kalau di bilangin kok ngejawab mulu ya!" Geram melihat tingkah anaknya yang selalu bikin darah tinggi naik.
"Perasaan tadi suruh jawab, lha terus pas udah gue jawab. Eh malah ngomel-ngomel lagi" batinnya. "Bingung gue ama tu nyokap. Untung aja dia nyokap gue, kalau nggak... tau ah gelap" batinnya lagi. Dia pusing tiap hari harus ngedengerin omelan mama nya mulu.
"Kenapa bibirnya di maju majuin itu?" katanya yang langsung membuyarkan lamunannya.
"Hehehe gapapa kok ma" balasnya nyengir.
"Aduh ini anak sama mama sama aja. Kalau nggak di pisahin ntar nggak kelar-kelar ributnya" batin papa dalam hati.
"Udah lah mah, yang penting Nana nya udah pulang dengan keadaan selamat nggak kenapa-napa, udah jangan di kekang terus tuh anak ntar tambah stres nantinya." jelasnya sambil menenangkan hati istrinya agar tidak marah-marah.
"Ya kan, papa itu mesti belain anaknya. Istrinya aja nggak pernah dibela" katanya ngambek sambil pergi meninggikan mereka berdua menuju kamarnya.
"Awas loh, ntar gak dapet jatah ntar malam" menggoda papa nya sambil tertawa.
"Kalau ngomong suka bener ni anak." Batinnya dalam hati.
"Cepat sana mandi! terus minta maaf tu ke mama, kamu harus tanggung jawab udah bikin mama marah kayak gitu." katanya sambil berjalan menuju kamar meninggalkan Nana.
"Iya pa" balasnya.
Sedangkan di lain rumah.
__ADS_1
Setelah Chakra memasukkan montor ke dalam garasi. Chakra pun langsung masuk ke dalam rumah sambil mengucapkan salam kepada kedua orang tuanya yang sedang bercengkrama di ruang tamu.
"Assalamualaikum bun, yah" salam dari Chakra pada kedua orang tuanya.
"Waalaikumsalam" Jawab kedua orang tuanya dengan kompak. Bundanya sedang duduk santai sedangkan ayahnya membaca koran sambil menikmati kopi hitam.
"Kok baru pulang? dari mana aja kamu nak?" tanya Mitha bundanya. Sedangkan ayahnya masih setia membaca koran sambil menikmati kopi yang kelihatannya masih panas.
"Bunda, Ayah maaf Chakra telat. Tadi Chakra habis ada kegiatan di sekolah, makanya Chakra telat pulang." balasnya dia telah berbohong kepada orang tuanya.
"Lain kali kalau ada kegiatan yang mendadak telpon dulu ke rumah, agar orang dirumah tidak mencemaskan." ujar ayahnya yang masih setia membaca koran.
"Iya yah" balasnya.lagi dia merasa bersalah telah berbohong pada kedua orang tuanya.
"Yaudah nak kalau gitu cepat sana mandi, terus ganti pakaian mu. Lihat tu bajumu udah basah semua" katanya.
"Kok tumben kamu nggak pakai jaket nak, bukannya biasanya kamu pakai jaket itu setiap hari? tumben-tumbenan sekarang udah nggak di pakai?" kata Omesh pada anaknya yang nggak sengaja ia melihat anaknya tidak lagi memakai jaket kesayangannya.
"Emm anu yah, tadi jaketnya aku pinjemin ke temenku. Soalnya bajunya tadi kotor habis jatuh." ujar nya padahal bajunya nggak kotor tapi basah.
"Temannya cewek apa cowok? kok tumben kamu mau minjamin ke teman. Kan biasanya nggak pernah tu?" ujar Bunda nya penuh selidik. Dia tahu kalau Chakra dari dulu orang nya memang seperti itu. Terus tumben sekarang mau minjamin jaket kesayangan ke orang lain.
"Apaan sih bunda kepo deh" ujar nya.
__ADS_1
"Aku ke kamar dulu ya bun, yah" katanya sambil pergi meninggalkan kedua orangtuanya. Dia nggak mau lagi kalau harus berurusan sama Bunda nya. Entar ditanyain yang aneh-aneh lagi. Dia pun langsung berjalan menaiki tangga menuju kamarnya untuk membersihkan diri. Karena dari tadi badannya sudah lengket bau keringat dan guyuran air hujan.