Cewek Berandal Vs Ketua Osis

Cewek Berandal Vs Ketua Osis
Ketumpahan Bakso


__ADS_3

Mereka berempat akhirnya sampai juga di kantin sekolah dan mereka langsung pesan makanan pada ibu pemilik kantin.


"bu baksonya empat ya, yang satu super pedes, yang dua sambelnya sedikit, dan satunya lagi nggak pedes ya bu." kata Sisi.


"siap neng, apa ada lagi yang mau dipesan?" tanya ibu kantin.


"ah, iya bu lupa, jangan lupa es nya es jeruk empat ya." kataku.


"udah neng itu aja?" tanya ibu kantin itu lagi.


"iya bu, udah itu aja nggak usah banyak-banyak ntar uang kita habis dalam satu hari lagi." ledek ku. Dan di iyain sama ibu kantin setelah itu si ibu kantin langsung pergi dari hadapan mereka berempat mau menyiapkan pesanan mereka.


beberapa menit kemudian makanan pun datang dan mereka langsung memakan sambil mengobrol.


"eh Na, lo tadi habis di hukum lagi ya sama si ketua Osis?" tanya Abibah sambil mengunyah makanan.


"iya Bah males gue ketemu sama tu cicak ongol-ongol, tau nggak tadi tuh gue enak-enaknya lagi tidur eh dia malah bangunin gue, udah tau gue tu capek banget habis dihukum!" marah.


"hahahaha... mungkin kalian emang jodoh tiap hari ketemu mulu." kata Anjie sambil tertawa terbahak-bahak.


"dih najis, amit-amit gue berjodoh sama si cicak ongol-ongol itu, gak ya gue gak sudi tau." ucapku sebel.

__ADS_1


"ati-ati loh Na ntar jodoh beneran biar tau rasa loh." kata Anjie lagi.


"udah ah njingg gue jadi gak napsu makan nih." kataku sambil cemberut.


"udah kali Na gak usah dengerin tuh si anjinggg dia tu emang gitu." kata Sisi sambil makan. Sedangkan si Anjie hanya cengengesan tidak merasa bersalah.


Dan akhirnya mereka melanjutkan makan yang sempat tertunda karena perdebatan kecil.


Tiba-tiba brakk... seorang cowok menubruk meja kantin yang diduduki oleh keempat cewek itu. Dan tidak sengaja cowok itu menumpahkan mangkok yang berisi bakso di baju Nana yang tak lain cowok itu bernama Kevin teman Chakra.


"aah bajuku jadi basah kan!" teriak Nana marah.


"ah maaf aku nggak sengaja" katanya.


"aduh jangan dipukulin napa badan gue jadi bonyok-bonyok nih! ntar cewek-cewek pada gak mau sama gue" kata Kevin nyengir karena kesakitan. Tidak lama kemudian teman-teman si Kevin datang melerainya. Sedangkan temannya Nana hanya diam saja malah asik menonton perkelahian antara mereka berdua.


"Dasar temanya si Nana, gak baik di tiru ya gaes." saran Author.


"hei sudah lepasin Kevin jangan dipukulin kayak gitu, kalau ada masalah diselesaikan baik-baik dong jangan pakai kekerasan." kata Chakra sambil melepaskan tangan Nana dari kerah baju Kevin.


"dih bela aja terus tuh temennya yang nggak tau rasa bersalah." kata Nana ngedumel.

__ADS_1


"iya gue minta maaf kalau temen gue ada salah sama lo" kata Chakra minta maaf sedangkan teman Chakra Dan Nana hanya diam saja.


"napa lo yang harus minta maaf sih cak cicak, udah tau yang salah dia bukannya lo" kata Nana sambil menunjuk Kevin sedangkan yang ditunjuk malah asik sendiri mengelus-elus mukanya yang tadi ditonjok oleh Nana.


"Woy sini lo Kevin minta maaf napa?" ucap Mahendra membuka bicara yang sedari tadi diam saja.


"eeh iya Mah!" sampai terkejut untung dianya gak jantungan


"gue bukan emak lo bego." ucap Mahendra lagi.


"udah-udah kalian berdua jangan ribut, malu tu dilihatin sama anak-anak." ujar Chakra melerai temannya


"tau tu kalian berdua malah menambah-nambah masalah." kata Abibah yang langsung ditatap Mahendra.


"sekarang lo minta maaf gih sama Nana." kata Chakra lagi.


Dan Kevin pun meminta maaf sama Nana. "Maafin gue Na, gue gak sengaja tadi." ucap Kevin bersalah.


"ya, gue udah maafin lo, lain kali kalau jalan matanya di lihat dong kalau ada orang jangan lari-larian kan jadi basah baju gue" ucap Nana kesel.


"iya ya maaf sekali lagi aku minta maaf." ucap Kevin meminta maaf lagi. Nana pun jadi gak tega lihatnya udah tadi dia tonjok sampai mukanya babak belur eh dia meminta maaf berkali-kali.

__ADS_1


Tet tet tet tet...


Tanda bel masuk kelas pun berbunyi anak-anak pun kembali masuk ke kelasnya masing-masing. Karena nanti semua guru pada rapat jadi kelas mereka kosong dan tidak lupa guru yang mengajar mereka pun memberi tugas pada anak-anak.


__ADS_2