
"Apa gue kabur aja ya dari sini" sedang merencanakan sesuatu agar bisa kabur dari sini.
"Ma, pa aku mau ke toilet bentar ya" telah merencanakan sesuatu yang matang agar cepat kabur dari sini.
"Iya sayang tapi jangan lama-lama ya" memberikan ijin anaknya agar tidak lama-lama ke toilet.
"Oke siap ma, pa"
"Yes berhasil" dia senang karena bisa kabur dari situ.
Ditengah-tengah kedua orang tuanya dan teman kedua orang tuanya Nana menyelinap keluar dari restauran sambil menanggalkan heels nya. Dia tidak habis pikir kenapa yang dijodohkan oleh kedua orang tuanya orang yang Nana kenal apa lagi orang itu Chakra musuh bebuyutannya. Padahal kalau orang lain di setuju-setuju aja meskipun di dalam hatinya merasa sedih.
Padahal kan dia sudah besar dan bisa memilih mana calon yang cocok untuk dirinya sendiri tanpa harus dijodohkan.
Sepanjang jalan Nana hanya mengomel-ngomel tidak jelas sambil memukul kepalanya beberapa kali.
Tanpa sadar dari belakang dia tengah diikuti seseorang, Nana yang sadar telah diikuti seseorang dari belakang tanpa aba-aba ia menendang orang itu cukup keras.
"Duh sakit woi" mengaduh kesakitan
"Ya lo lagian ngapain ngikutin gue dari belakang hah?"
"Ya gue khawatir aja kalau lo di jalan kenapa-kenapa "
"Gausah sok peduli lo sama gue"
"Emang kenapa sih lo ga suka ya sama gue?"
"Udah tahu kan lo? kalau udah tahu sana pergi jauh-jauh gausah ganggu ketenangan gue" merasa kesal karena ketenangannya di ganggu apalagi yang ganggu si chakra.
"Ayo balik ke restauran orang tua kita pada khawatir tahu, montor gue di ujung sana yok balik sekarang"
"Lo aja gue malas"
"Kenapa malas?"
"Ya serah gue lah, kepo banget jadi orang"
"Ya jangan gitu lah gini-gini mereka orang tua lo yang ngelahirin lo. Udah lah gausah deh bersikap sok egois tanpa memikirkan orang lain."
"Lo itu tahu apasih tentang hidup gue hah"
"Gue gak tahu apa-apa sih tentang hidup lo, gue intinya cuma ngingetin lo doang"
__ADS_1
"Bodo amat"
tiba-tiba ponsel Nana berbunyi ia pun melihat ponselnya dan melihat di layar ponselnya tertulis Papaku.
"Nana kamu kemana aja? papa sama mama udah nyariin kamu disekitar restauran tapi kamu gak ada, papa sangat khawatir loh" dengan nada cemas
"Nana lagi nyari angin pa" ucapnya bohong padahal dia lagi menghindari papa dan mamanya .
"loh nyari angin kok sampai gak balik-balik na"
"Iya pa nanti Nana balik"
"Sekarang ya na, udah malam juga soalnya"
"iya pa"
"Nana cepat balik kalau gak cepat balik awas aja kamu bakalan mama tinggal sendirian"
"Ma jangan gitu lah itu anak kamu lo"
"Ya lagian dia bandel banget dibilangin pa" bertengkar di telepon
Nana yang mendengar kedua orang tuanya beradu mulut pun merasa bersalah dia sadar akan kesalahannya.
"udah pa , ma Nana tutup teleponnya dulu ya"
"Chak"
"Woii"
"Cicak"
"Apaan?"
"Anjir budeg ya lo dipangil berkali-kali gak nyahut" sebal
"Lo manggil gue aja sah gitu.. udah gue bilangin kan nama gue tu Chakra bukan Cicak"
"Ya bodo amat" ejeknya
"Ah udah lah gausah ribut cepat anterin gue balik ke restauran ya"
"siapa juga yang ngajak ribut lo kali yamg yang ngajak ribut duluan"
__ADS_1
"anjir udah gue mau balik "
"Katanya tadi gak mau balik" ejeknya
"kan tadi sekarang beda, cepat balik sekarang papa mama gue udah cemas soalnya"
"ya ya" berjalan menuju montor nya yang ia parkir kan di ujung jalan.
sesampainya di Restauran
kedua orang tua nya menghampirinya sambil memeluk karena merasa cemas pada Nana
"Akhirnya udah balik" ucap papa nya
"iya pa, yok pulang pa Nana ngantuk"
"Dasar anak ini udah bikin mama papa khawatir sempat-sempatnya pengen tidur hah" ucap mamanya kesal sambil mencubit pipi Nana. Gak habis pikir dengan ulah anak semata wayangnya itu, dia heran kenapa setiap hari selalu bikin ulah terus.
"Lin maaf menyela aku sama mas Omesh mau balik duluan ya soalnya besok mas Omesh ada rapat pagi-pagi harus pulang cepat"
"Eh iya Mit duh maaf ya perjamuan malam ini kurang menyenangkan"
"Gapapa Lin kita maklum kok, iya kan yah?"
tanya ke suaminya . Beruntung banget mereka mau memaklumi Nana ya bagaimana pun Nana masih butuh waktu untuk mencerna semua ini.
"Bro aku balik duluan ya kapan-kapan kita ketemu lagi"
"Ya bro sampai ketemu lagi" saling berpelukan melepas pertemuan malam ini
"Tante, Om Chakra juga pamit duluan ya"
"Wah iya Chakara kapan-kapan kamu sendiri ya yang mampir ke rumah Tante jangan sungkan-sungkan"
"Bener Chakra anggap aja kaya rumah sendiri"
"mah, pa" keluhnya sedangkan mama nya gak menghiraukan ucapan Nana
"Iya Tante nanti kalau ada waktu Chakra mampir" senyumnya. Nana yang melihat pun sampai kaget bisa-bisanya Chakra memasang tampang tersenyum seperti itu.
"Yaudah kita balik duluan ya Lin, Osi" berpamitan dan akhirnya meninggalkan mereka bertiga.
"Kita juga balik yuk sayang, udah malam juga"
__ADS_1
"iya kita pulang sekarang aja"
Aku papa dan mama akhirnya pulang juga ke rumah. sesampainya di rumah aku ketiduran karena kecapekan.