Cewek Berandal Vs Ketua Osis

Cewek Berandal Vs Ketua Osis
Di Pinjemin Jaket


__ADS_3

"Eh cak, lo nggak kenapa-napa kan sama Nana tadi?" tanya Mahen yang kelihatannya agak cemas pada mereka berdua.


"Gue nggak papa kok bro... santuy aja kali, gue kan cowok udah biasa kali ujan-ujanan" balasnya. Mahen pun mengerti apa yang di ucapkan Chakra.


"Kalau si Nana gimana tuh keadaannya? kelihatannya dia tadi mukulin lo sambil nangis-nangis" tanya Mahen penasaran.


"Kalau si Nana gue nggak tau gimana keadaannya. Mending lo tanya aja sendiri sama orangnya, jangan sama gue." dia tidak ingin tahu urusan Nana. Mahen hanya bisa menghela napas sedalam-dalam melihat temannya dari dulu tidak berubah sama sekali. Sifatnya masih dingin dan tidak mau tahu urusan orang.


"Baju lo berdua basah keg gitu ntar kalau masuk angin gimana?" kata Abibah menimpali.


"Gue nggak papa" sahutnya secara bebarengan. Abibah dan Mahen pun bingung ada apa mereka berdua sebenarnya.


"Nana kenapa ya Hen? kok kelihatannya ada masalah?" ujar nya mencemaskan Nana.


"Aku juga nggak tau bah, tadi Chakra juga gitu. Udahlah mending biarin mereka tenang dulu sejenak.


"Lo nggak usah khawatir Bah, mereka kelihatannya nggak papa" katanya sambil menenangkan Abibah sambil tersenyum padanya. Abibah pun mulai tersenyum kembali.

__ADS_1


Nana dan Chakra kembali diam. Diantara mereka tidak ada yang mau bicara. Sedangkan Anjie dan Bagas masih bertengkar membahas soal tadi.


Kalau antara si Sisi dan Kevin sih kelihatannya yang satu sedang menggoda yang satunya kelihatan risih.


Nah kalau Abibah sama Mahen tu lagi lihat-lihatan sambil senyum-senyum.


Tiba-tiba Nana merasa kedinginan di sekujur tubuhnya "Aduh... dingin banget!" katanya sambil menggigil kedinginan. Chakra yang melihatnya pun tidak tega dan langsung mendekati dirinya sambil memakaikan jaketnya ke badan Nana yang kelihatannya bajunya basah sekali.


"Nih pakai jaket gue! ntar jangan lupa kembaliin." tawarnya.


"Lha terus lo gimana? kan baju lo juga basah. "Entar dingin lagi." katanya menolak pemberian Chakra.


"Gue nggak tega aja lihat lo menggigil kedinginan kayak gitu" katanya yang langsung di senyumin Nana.


"Gausah kepedean dulu"


"Gue nggak mau aja kalau di bilang cowok nggak perhatian ama cewek, ntar harga diri gue seketika melorot di depan lo." ucapnya kemudian Nana hanya tertawa kecut.

__ADS_1


"Siapa juga yang kepedean?" tanyanya tak terima dibilang kepedean oleh Chakra.


"Ya lo lah! masa setan" balasnya


"Nih cowok kayaknya nggak ikhlas minjemin nih jaket ke gue"


"Terus mentang-mentang dia cowok dia berani gitu nglakuin keg gitu" kesal sambil ngedumel, tapi masih terdengar dengan jelas.


"Kalau mau ngomong, ngomong aja. Nggak usah ngoceh-ngoceh nggak jelas gitu." ujar nya.


"Eh nggak kok"


"Tapi ni beneran lo minjemin nih jaket ke gue?" tanyanya sedikit nggak percaya.


"Kenapa? lo nggak mau? kalau lo nggak mau gue pinjemin nih jaket. Mending sini gue pake aja! dari pada ntar lo buang kan sayang masih bisa di pake" katanya lagi dengan ekspresi dingin sambil memasang muka seram.


"Eh enggak kok, gggue... mau kok pake ni jaket" balasnya sambil terbata-bata karena ketakutan. Chakra yang melihat Nana ketakutan pun tersenyum tipis.

__ADS_1


"Lucu juga nih cewek kalau lagi ketakutan kayak gini" katanya lirih.


Mereka semua tidak menyadari jika mereka sudah lama berada di atap atas sekolah itu. Ntah sampai jam berapa mereka berada di sana. Eh tau-taunya hari sudah mulai sore. Tapi mereka sama sekali belum beranjak pergi dari sana.


__ADS_2