
Chakra bingung dia harus ngapain, sedangkan Nana dari tadi nggak berhenti menangis malah semakin menjadi-jadi.
"Na, udahlah lo nggak usah cengeng kek gitu!! jelek tau muka lo kalau nangis." ucapnya tanpa memikirkan apa yang sudah di ucapkan nya tadi. Ucapnya itu justru malah menyakiti hatinya.
"Hu... hu... hu... lo jahat cicak hu... hu... hu... jahat!!" menangis tersedu-sedu sambil mengolok-olok Chakra dengan sebutan cicak.
"Duh gue harus gimana ini? masa salah si tadi gue ngomong kayak gitu ke dia? ah tau lah pusing gue!" gumamnya dalam hati.
Teman-temannya yang dari tadi melihat mereka berdua pun sangat khawatir kalau mereka kenapa-kenapa. Lalu mereka meneriaki Chakra agar membawa Nana ke sana.
"Ayo Na bangun jangan di sini mulu" ucapnya agak ketus sedangkan Nana sama sekali tidak menanggapi dirinya.
Chakra semakin geram pada Nana akhirnya dia langsung menggendong Nana. Nana pun tersadar jika dirinya sedang di gendong Chakra kemudian dia memberontak agar di turunkan.
"Turunin gu Cak turunin gue cepat!!"
__ADS_1
"Gue bisa jalan sendiri tahu" teriaknya sambil tidak sengaja tangannya menyentuh area kejantanan milik Chakra. Chakra yang merasakan itu hanya bisa menahan napasnya dengan keras-keras.
Karena dirinya bisa merasakan jika di bagian bawahnya ada yang bangun karena tersentuh tangan Nana. Sedangkan Nana masih berontak minta diturunkan. Dia nggak menyadari kalau tangannya menyentuh Kejantanan milik Chakra sehingga Chakra merasa tidak nyaman dengan ulahnya, Apalagi dia sedang menggendong Nana dengan keadaan seluruh baju Nana yang basah serta memperlihatkan dua gunung kembar yang terlihat sangat jelas di mata Chakra.
"Ahh, nih cewek kenapa nggak bisa diem sedikit ya?"
"Duuuhh, apalagi sekarang dia dalam keadaan bajunya yang basah lagi" gumamnya dalam hati sambil menahan diri agar tidak kebablasan melihat keadaan Nana yang basah kuyup.
Teman-temannya yang melihat mereka pun dibuat terkejut saat Chakra sedang menggendong Nana.
Sesampainya di depan teman-temannya, Chakra pun menurunkan Nana dengan sangat keras, seketika Nana pun hampir jatuh.
"Apaan sih lo njie? sakit tau!! kalau kejantanan gue ntar putus gimana hah!! gue nggak bisa ***-*** dong;( "
ujarnya sambil memegangi area kejantanannya yang serasa sakit habis di tendang Anjie.
__ADS_1
"Kasihan deh lo, biar putus sekalian tuh punya lo" ucapnya sambil menjulurkan lidahnya tanpa merasa bersalah.
" Apaan dah emang lo pernah gitu ngerasain hah"
" Ya enggak sih haha emang enak... biar tahu rasa noh biar mampus haha"
"Ah, jahat lo njiee... jangan nyesel ya ntar lo nggak bisa merasakan kenikmatan yang gue miliki!" ucapnya lagi tanpa di jaga tu mulut.
"Jijik Gas!!" ucapnya sambil menggelengkan kepalanya bergidik ngeri mendengar ucapan Bagas barusan.
"Woyy kalian berdua ini pada bahas apaan sih? terus lo Gas, apa-apaan sih malah bahas kejantanan segala, cowok kok kek gitu" ucap Sisi agak risih sedangkan Bagas masih memegang alatnya menahan rasa sakit habis ditendang Anjie.
"Tau tuh Bagas, nggak bener banget orangnya."
"Kalau aku nggak gitu kok Si orangnya nggak kayak Bagas asal ceplos aja. Apalagi aku ini orangnya setia dan cukup dengan satu orang saja, termasuk ama lo Si" ucapnya pede sambil mengedipkan matanya ke arah Sisi. Sedangkan Sisi hanya tersenyum kecut.
__ADS_1
Mereka semua pada muntah mendengarkan Kevin bicara seperti itu karena mereka sudah tau kalau Kevin itu sudah dikenal sebagai cowok super playboy yang tiap kali gonta-ganti pacar.
"Sudah-sudah kalian ini apa-apaan sih malah pada ribut sendiri" ucap Mahen dan Abibah bersamaan. Yang langsung di cie-cie in teman-temannya. Mahen hanya tersenyum malu sedangkan Abibah pipinya sudah merona kayak kepiting rebus.