Cewek Berandal Vs Ketua Osis

Cewek Berandal Vs Ketua Osis
Tawuran [2]


__ADS_3

"Iyuhh jijik!! gue jijik banget!! masa cowok kok suka ngerumpi sih" teriaknya dengan nada lebay. "Gak level tau" sindirnya.


"Njay lebay lo njingg" seru Sisi sambil menyenggol lengannya.


"Halah kalian semua tu pada bacot!!" timpal cowok itu sambil mengambil rokok di dalam saku celananya lalu dia nyalakan dan menghirupnya.


"Udah njingg, gak usah di tanggapi cowok kayak gitu mah kagak selevel ama kita" kata Sisi sambil mengeluarkan snack lalu mengunyah nya dengan lahap.


"Hum" responnya sungguh menyakitkan hati.


"Jangan makan mulu napa si?" kata Abibah sambil memasukkan snack ke dalam tasnya. Sampai-sampai Sisi marah karena jajannya di rebut Abibah lalu dimasukkan ke dalam tasnya.


"Lo apaan sih bah!! asal masukin jajan gue ke dalam tas lagi" tolak nya.


"Habis lo kerjaannya makan melulu" katanya sedikit kesal melihat tingkah Sisi. Udah tau masalah lagi genting gini dia malah enak-enakkan makan sendiri gak bagi-bagi lagi. Dasar teman lucknut!!.


"Ya biarin lah. Jajan jajan gue, napa lo yang sewot sih!" ujarnya.


"Karena lo tuh gak bagi-bagi! tau gak!!" Balasnya sambil membentak Sisi.


"Berisik!!" teriak cowok itu. Mereka berdua pun pada diam.


"Biarin, mulut-mulut gue, napa lo yang sewot sih?" ujar Sisi tak terima di teriakin.


"Karena lo berisik! tau gak!!" bentaknya.


"Ahh, kalian berdua ini sama aja. Sama-sama suka ngebentak." katanya. Akhirnya mereka semua pun pada adu mulut. Gak ada yang mengalahkan satu pun. Tiba-tiba "Harap semuanya dimohon tenang sebentar..." teriaknya sambil bertepuk tangan.


"Anjay!! ga jelas lo na" kata Anjie.


"Ngehehehehe, habis gue garing njingg dari tadi dicuekin" balasnya sambil cengar-cengir.


"Emang enak. Bwahahaha" tawanya.


"Woyy!!" teriak cowok itu pada anak cewek.


"Paan" balas mereka dengan kompak.


"Wihhh kompak njiirrr" terpesona dengan kekompakan mereka.

__ADS_1


"Biasa aja kali. Kagak usah katrok katrok amat kalau jadi orang tu" balasnya.


"Emang gue katrok ya kan? hahahaha" bertanya sambil tertawa sendiri.


Sedangkan mereka semua pada diam. Sampai-sampai mereka pada mengumpat kata-kata yang tidak mengenakkan hati.


"Garing ghoblok!!" balas mereka. Sedangkan yang dikata-katain oleh mereka malah cengar-cengir gak jelas. Dasar orang stress kayaknya tuh orang.


"Jadi tawuran kagak nih? lemot amat" tanya cowok itu yang tak lain bosnya.


"Jadilah, masa kagak jadi, kan rugi" balas Nana sambil mengusap pipinya yang berdarah karena tadi habis di tonjok salah satu cowok itu.


"Lo nya lemot sih kalau mikir" kata cowok itu lagi sambil memandang dirinya sinis.


"Otak-otak gue, kenapa lo yang sewot sih?" balasnya lalu diapun membalas ganti sinis sama cowok itu.


"Mulut mulut gue kenapa lo yang sewot coba" katanya.


"Yee ikut-ikutan kata-kata gue segala lagi" balasnya tak mau kalah. Akhirnya merekapun saling beradu mulut. Tak ada yang mau mengalah satu pun dari mereka.


"Udah woyy!! gue capek tau ribut sama kalian pada, yang kagak ngerti ngerti juga" kata Nana sebal.


"Sabar na sabar"


"Oke gue buat perjanjian. Kalau lo kalah, lo jangan ganggu kita lagi dan lo harus enyah di hadapan kita" jelasnya.


"Oke, siapa takut" balas cowok itu.


"Kalau gue kalah, gue akan kasih uang yang lo harapkan tadi"


"Gampang!! sekarang lo kesini lawan gue dulu" seru cowok itu.


Karena Nana orangnya tidak banyak basa-basi, Nana pun cepat-cepat menghajar mereka dengan amarah yang meledak-ledak hingga dua tidak bisa menahan emosinya. Dia dengan seenaknya sendiri menghabisi mereka semua tanpa ampun sesekali dia berhenti memukul lalu dia lanjutkan lagi. Dia tidak memperdulikan suara rintihan mereka yang kedengarannya menahan rasa sakit di sekujur badannya.


Tiba-tiba "aaarrghhh" suara kesakitan dari mereka lalu mereka pun pada berjatuhan di tanah.


"Kenapa kalian pada tiduran di situ?" tanya Nana. Sedangkan yang ditanyai malah diam saja nggak ada yang mau bicara satu pun dari mereka. Nana pun punya ide untuk mengerjai mereka semua.


"Kalau kalian semua nggak pada bangun dari situ, gue akan injak-injak kalian biar jadi nasi penyet mau?" terangnya. Karena semua masih pada diam sendiri Nana pun meneriaki mereka.

__ADS_1


"Woy bocah!! kalian pada nggak punya telinga ya? kalau kalian pada nggak berdiri kalian siap-siap MATI di sini!" teriknya lalu di menekan kata-kqta mati di akhir-akhir kalimat Sontak membuat mereka terkejut lalu merekapun pada bangun dari tanah untuk berdiri.


"Ampun ampun"


"Kita ngaku kalah"


"Iya, kita janji deh, nggak akan gangguin kalian pada" kata mereka dengan muka menyesal.


"Nah gitu dong... kan pinter kalau kayak gitu" candanya. Dia senang mereka mau mengakui kesalahannya.


"Karena kita kalah, kita akan menuruti permintaan kalian yang tadi."


"Ya pasti dong, kan kalian..." kata Anjie terputus karena mulutnya cepat-cepat dibungkam oleh Abibah agar tidak keceplosan. Nana yang melihatnya hanya tersenyum puas bisa menghajar mereka.


"Sampai di sini aja permusuhan kita. Gue harap nggak ada lagi yang musuhan lagi gara-gara hal sepele" jelasnya panjang lebar dan diangguki oleh mereka.


Anak cowok-cowok pun mengerti lalu mereka pada bubar semua. Saat mereka mau meninggalkan Nana dan teman-temannya, Nana pun berteriak ke arah mereka "woyy!! jangan pada pergi semua" teriaknya. Seketika merekapun pada berhenti dan menoleh kebelakang ke asal suara tadi.


"Apa?" tanya bos itu.


"Bentar, jangan pergi dulu" katanya lalu dia membuka isi tasnya dan mencari-cari barang yang mau dia cari. Tak beberapa lama dia pun akhirnya menemukan barang yang tadi ia cari lalu dia menyerahkan itu ke mereka.


"Apa ini?" kebingungan. Entah apa yang ada di isi amplop itu.


"Cepat buka" perintahnya. Si bos itu pun langsung membuka amplop itu dengan hati-hati. Saat seluruh amplop itu sudah terbuka, dia sangat terkejut melihat isi amplop itu yang berisi uang pecahan seratusan. Dia heran kenapa isi amplop itu berisi uang seratusan yang jumlahnya kira-kira 1 juta.


"Gila!! banyak banget uangnya bos?" melongo.


"Itu uang buat kalian" katanya dengan nada santai.


"Iiini benar buat kita?" balasnya tidak percaya dengan ucapan Nana tadi.


"Ya iyalah, masa gue boong" katanya lagi.


"Anjay!! kita kaya Broo"


"Seketika jiwa-jiwa kesultanan kita muncul njirrr" seru mereka kegirangan.


"Biasa aja kali gak usah segitunya" sindir Anjie pelan. Saat mendengar ucapan Anjie tadi. Abibah, Nana, dan Sisi pun matanya melotot ke arah Anjie.

__ADS_1


"Mampusss!! gue mau diterkam mereka" batinnya.


"Kok kayaknya ada yang kurang ya na?" kata Sisi pura-pura tanya ke Nana dengan nada menyindir ke mereka. Mereka yang merasa disindir pun langsung paham dan berkata "terimakasih" ujar mereka dengan kompak. Nana dan Teman-temannya pun membalasnya.


__ADS_2