Cewek Berandal Vs Ketua Osis

Cewek Berandal Vs Ketua Osis
Bolos Berempat


__ADS_3

tet tet tet tet


Suara bel masuk kelas pun berbunyi, semua anak-anak pada masuk ke kelasnya masing-masing. Tapi tidak dengan cewek berempat itu.


"Woyyy bolos yuk gaess, gue males ikut pelajaran matematika nih" ucap Nana pada teman-temannya.


"Yukk..., gue juga males tu pelajarannya Pak Mamat kalau jelasin kagak masuk akal tu guru." Anjie.


"Tau tuh, guru somplaks."


"Udah nerangin sendiri di papan tulis eh malah dijawab sendiri bwahahaha..." ucapnya ngakak.


"Lha terus kita mau bolos dimana?"


"Gak mungkin kan kalau kita bolos di kantin, ntar kepergok sama guru yang piket." ucap Abibah sambil berpikir.


"Gimana kalau ke atap sekolah aja, kan disana sepi gak ada yang mau ke sana" usul Sisi yang kemudian di jitak ketiga temannya. Sisi pun merasa kesakitan.


"Tumben-tumbenan lo tau Si? biasanya kan lo taunya makan mulu kerjaannya."


"Yaudah yuk kita ke atas sekarang ntar kalau kita lama-lama disini takutnya kepergok guru" Nana.


Mereka berempat pun berjalan menuju tangga atap atas, sambil ngobrol.

__ADS_1


Sesampainya di atap atas


Saat mau membuka pintu atap tiba-tiba nggak bisa di buka udah berkali-kali dicoba tetap aja gak bisa dibuka.


"Woyy, lo pada bego ya? udah tau pintunya dikunci eh malah kalian maksa buka tu pintu, sampai lo tua pun gak bakal kebuka bego." ucap Nana agak kesal melihat temannya dari tadi buka pintu tapi gak kebuka-buka.


Dia pun memikirkan cara gimana cara buka tu pintu yang ke kunci. Setelah lama berpikir akhirnya Nana menemukan ide.


"Siapa yang punya jepit rambut?" tanya Nana, teman-temannya bingung mau buat apa tu jepitan rambut.


"Gue punya nih" ucap Sisi sambil menyerahkan jepit rambutnya.


"Buat apa sih tu jepitan rambut Na?" Abibah.


"Udahlah kalian kagak usah banyak bacot ntar lo tau juga" sambil memasukkan jepit rambut kedalam lubang kunci.


"Jangan pada diem napa? bantuin gue dong susah nih" ucapnya lagi.


Setelah beberapa mencoba jepit rambut di masukin ke lubang kunci akhirnya kebuka juga.


"Njirrrr... ajaib" Anjie.


"Ajaib pala lu njinggg." Nana.

__ADS_1


Mereka berempat pun masuk kedalam atap atas. Pas mau nutup pintu lagi eh ternyata di balik tu pintu ada kunci yang tergantung disitu.


"Lah, ni kunci napa kok digantung disini yak?" Nana.


"tau tuh, siapa ya yang mengunci ni pintu? kok bego amat, udah tau kuncinya tergantung disini eh malah dikunci dari depan" ucap Anjie. Mereka berempat pun langsung tertawa terbahak-bahak.


Tiba-tiba ada empat cowok menghampiri mereka berempat sambil menatap kita tajam. Cowok itu tak lain adalah Chakra dan teman-temannya.


"Kalian bisa gak kalau gak berisik? ganggu tau" Bagas. Cewek-cewek pun pada diem.


"Hei, kenapa kalian pada disini?"


"kalian berempat bolos ya?" ucap Chakra ketus.


"Wah... kagak ngaca ya!! lo juga napa tuh disini? pasti lo juga bolos kan?" tanya Nana sambil melotot menatap Chakra.


"Biasa aja kali, gausah melotot gitu ntar mata lo copot lagi" ucap Chakra yang kemudian ditertawakan mereka berenam.


"serah lo aja deh, males gue kalau harus ketemu ama lo mulu" ucapnya yang kemudian meninggalkan mereka semua.


"Wah... kayaknya dia marah ama lo beneran deh Chak?" ucap Mahen sedangkan yang ditanya hanya diam saja.


Dia sedang duduk sendirian di pojok atap itu, kemudian teman-temannya pun menghampiri dirinya.

__ADS_1


__ADS_2