Cinta Anak Indigo

Cinta Anak Indigo
Chapter 1


__ADS_3

3 Hari lalu adalah ulang tahun Swara Shahkapoor, yg sekarang sudah menginjak usia 17 tahun.


Sejak ulang tahunnya, Swara selalu melihat hal yg aneh-aneh, yah yg dimaksud yg aneh-aneh adalah Swara selalu melihat wujud makhluk yg tidak bisa orang lain lihat.


Ia tidak bisa tenang sejak hari itu, dimana-mana ia selalu melihat mereka bahkan dikamar mandinya pun ada hingga ia tidak mau mandi dikamar mandinya sendiri


Swara sudah beberapa kali bercerita dengan ibunya (Helly Shahkapoor) tapi ibunya tidak pernah percaya dan menganggap bahwa ia hanya berhalusinasi.


Tidak hanya pada ibunya, ia juga bercerita pada Ayah (Varun Kapoor) dan juga kakaknya (Ragini Tejakapoor) tapi tanggapan mereka sama yaitu menganggapnya hanya berhalusinasi.


Bahkan teman-teman sekolahnya pun mengejeknya aneh karna sering berlari atau berteriak ketakutan saat ia melihat sesuatu yg tampak menyeramkan baginya tapi tidak ada yg melihatnya selain dirinya.


Hanya ada satu orang yg percaya pada Swara, yaitu Lakshya Taneja, ia percaya pada Swara karna Laksh adalah keturunan Suku Jawa yg masih kental dengan hal-hal mistis dan Laksh percaya akan hal itu, oleh karnanya Laksh juga percaya bahwa Swara memiliki kemampuan yg tidak dimiliki orang lain dimana kemampuan itu akan terbuka saat usianya menginjak 17 tahun.


Laksh pun selalu mengatakan pada Swara agar ia bisa membiasakan dirinya untuk melihat mereka karna itu adalah anugrah yg diberikan oleh tuhan.


Tapi Swara selalu menolak karna baginya itu adalah kutukan dari tuhan untuknya.


Hingga suatu hari ia dipertemukan oleh arwah lelaki yg sangat tampan dan baik, bahkan ia yg membimbing Swara dalam segala hal kehidupan bahkan masalah yg menimpa Swara selalu ia tolong.


Hingga suatu saat, Arwah itu mulai jatuh cinta pada Swara dan begitupun sebaliknya.


Apakah cinta mereka bisa bersatu di dua alam yg berbeda ?

__ADS_1


mari ikuti kisahnya.


***


Pukul 23:50 wib, Swara terbangun dengan peluh membasahi tubuhnya. Yah dia bermimpi buruk lagi tentang kakek-kakek bungkuk yg selalu mengatakan bahwa ia akan mendapat sesuatu yg besar dalam hidupnya, dan ia harus bisa menerimanya dan mensyukurinya


Swara tidak tau kenapa ia selalu bermimpi seperti itu, dan kali ini ia bermimpi bahwa kakek-kakek itu melemparkan sebuah bola cahaya berwarna putih bersinar kearah dahi ditengah-tengah matanya hingga Akhirnya membuatnya terbangun


"Kenapa kakek-kakek itu selalu hadir dimimpiku tapi kali ini ia sangat aneh, kenapa melemparkan bola bercahaya itu kearahku" gumam Swara bingung


Beberapa menit ia termenung dan Swara memutuskan untuk minum karna ia merasa tenggorokannya sangat kering


Swara keluar kamarnya menuju arah dapur yg letaknya ada di lantai bawah sedangkan kamarnya ada dilantai dua


Jalan menuju dapur tampak sangat gelap karna semua ruangan dimatikan lampunya saat malam, hanya lampu dapur saja yg menyala karna memang sengaja tidak dimatikan, Swara harus melewati ruang tamu yg cukup luas untuk sampai ke dapur, cahaya dari dapur yg menerangi jalannya menujunya


Setelah selesai minum


Swara bergegas kembali kekamarnya tapi saat ingin melewati ruang tamunya, tiba-tiba seluruh lampunya menyala dengan terang dan menampakkan sosok keluarga juga teman-temannya yg berteriak "KEJUTAAN, SELAMAT ULANG TAHUN" pada Swara


Swara terkejut karna mereka semua hadir ditengah malam begini hanya untuk memberikannya kejutan selamat ulang tahun dan Swara juga lupa kalau hari ini ada hari ulang tahunnya yg ke 17


Ia melirik jam dinding di dinding rumahnya dan waktu sudah menunjukkan tepat pukul 00:00 wib, tanda bahwa kini usianya sudab menginjak 17 tahun

__ADS_1


Keluarga dan teman-teman mengerubungi Swara


"Selamat ulang tahun yg ke 17 nak, kau sudah semakin dewasa sekarang" ucap Varun menyelamati Anaknya bungsunya


"Terima kasih yah" ucap Swara sembari mencium pipi ayahnya


"Ayo tiup lilinnya nak" ucap Helly sembari menyodorkan kue ulang tahun yg besar dan bagus pada Swara


Swara pun hendak meniuo lilinnya tapi Laksh mencegahnya


"Eh Swara, ucapkan dulu harapanmu dalam hati sebelum meniup lilinnya" ucap Laksh menasehati


Swara mengangguk menurut, ia segera memohonkan harapan sebelum meniup lilin angka 17 nya


"Aku harap, aku bisa bertemu seseorang yg bisa membuatku selalu bahagia" ucap Swara dalam hatinya sembari memejamkan matanya


Setelah itu, ia membuka matanya dan meniup lilinnya


"Happy Sweet Seventeen Swara" sorak teman-temannya


Ketika baru saja meniup lilinnya, Swara merasa kepalanya amat sangat berat dan sakit seperti ada sebuah besi yg beratnya berkilo-kilo gram menimpa kepalanya


Swarapun seketika pingsan, sebelum pingsan Swara mendengar suara laki-laki yg sangat lembut berbisik padanya

__ADS_1


"Selamat ulang tahun Swara dan selamat mendapatkan hadiahmu dari tuhan" bisik suara itu


Dan akhirnya Swara benar-benar pingsan


__ADS_2