
Di Villa.
Ragini yg tidak ikut mandi di pemandian air panas karna malas, sedang duduk sendiri sembari menonton tv setelah mandi dikamar mandi villa.
Pria tua itu mengintip dari balik jendela menatap Ragini sembunyi-sembunyi.
Ragini merasa diperhatikan dari arah jendela, ia pun menatap ke arah jendela itu dan pria itu sudah lenyap dari tempatnya.
Ragini yg pemberani tak mempedulikannya, menurutnya itu hanya perasaannya saja yg merasa diperhatikan karna disini hanya ada dia seorang diri.
Ia kembali menonton tv sembari menunggu adik dan teman-temannya kembali ke Villa.
--------------------------------------------------------------------------------
Dipemandian Air Panas.
Setelah puas bermandian dan tubuhpun kembali rileks dan segar, mereka pun bergegas kembali ke villa, saat sampai di Villa waktu menunjukkan pukul 18:03 wib.
Adzan magrib pun berkumandang.
Mereka bergegas berbuka puasa bersama dan Sholat magrib berjamaah di ruang tamu yg luas.
Saat sedang sholat, terdengar suara barang-barang berjatuhan didapur, sebagian dari mereka tidak konsen atau khusyuk dengan sholatnya dan sebagian masih konsen dengan sholatnya tanpa mempedulikan suara itu.
Setelah selesai sholat, mereka saling bertanya mengenai suara-suara itu.
"Suara apa tadi yh, berisik sekali ?" tanya Kavya.
"Entahlah mungkin tikus atau kucing" ucap Laksh.
Mereka pun mengangguk setuju.
"Tadarusan bersama yuk" ajak Swara pada kakak dan teman-temannya.
Seluruh temannya pun setuju begitupun Sanskar, ia juga turut mengaji.
Mereka mulai mengaji bersama, surah yg mereka pilih adalah Surah Al-Kahfi
.
Baru setengah mereka membaca surah mulia tersebut.
Angin berhembus kencang membuat jendela-jendela dan pintu yg terbuat dari kaca terbuka dan tertutup dengan kencang berulang kali, dan dedaunan kering masuk karna terbawa angin kencang diluar villa, selain itu barang-barang disekeliling mereka berjatuhan dan suara jeritan wanita memekakan telinga, membuat suasana semakin riuh, para wanita saling berpelukan karna takut dan merinding sedangkan para pria saling memandang bingung perihal suasana yg berubah drastis, suasana yg tadinya tenang berubah menjadi sangat menakutkan dan berantakan.
Mereka menghentikan tadarusannya sejenak.
Sanskar duduk berdekatan dengan Swara untuk melindunginya dan berkata.
"Swara suruh teman-temanmu untuk meneruskan tadarusannya, penghuni gaib disini tidak suka kalau kalian beribadah tapi jangan pedulikan, tetap kuatkan aqidah dan iman, setan bukan penghalang untuk tetap mengingat tuhan" ucap Sanskar menasehati.
__ADS_1
Swara mengangguk mantap.
"Teman-teman, ayo lanjutkan mengajinya, jangan pedulikan gangguan ini, kita harus tetap beribadah" ucap Swara menggelora.
Mereka pun setuju dan melanjutkan mengajinya sampai selesai meski gangguan kian bertambah, setelah tadarusan mereka melanjutkannya dengan Dzikir dan sholawat bersama dan gangguan-gangguan itu reda dengan sendirinya sampai adzan isya berkumandang dan mereka lanjut menunaikan ibadah sholat isya.
Setelah selesai, mereka memutuskan untuk tidur dan bangun saat sahur.
Para pria tidur dikamar mereka didekat tangga lantai bawah dan para wanita tidur dikamar yg berada tepat disebelah kanan kamar pria.
Tapi Sanskar tetap mengikuti Swara dikamar wanita dan duduk disofa yg berada didalam kamar wanita dekat pintu.
Mereka saling mengunci pintu.
Dikamar wanita.
Kavya bergidik ketakutan.
"Tadi itu suara jeritan siapa yh, kok sepertinya tidak suka Kalau kita disini" ucap Kavya.
"Iya benar, sepertinya itu bukan suara manusia" ucap Pragya menanggapi, raut wajahnya juga menunjukkan bahwa dirinya sedang diliputi rasa takut.
Ragini sebenarnya juga takut tapi ia menenangkan teman-teman dan adiknya agar tidak terlalu ketakutan.
"Sudah lah teman-teman, tidak usah dipikirkan ayo kita tidur" ajak Ragini.
Mereka pun mengangguk nurut.
Swara dan Kavya tidur ditengah diapit oleh Pragya dan Ragini yg tidur dipinggir kasur.
Swara tidur sembari memeluk kakaknya Ragini karna takut dan Ragini memeluknya untuk menenangkannya.
Swara beruntung memiliki kakak yg berjiwa keibuan seperti Ragini, karnanya, Swara merasa kalau ibunya ada disini dalam bentuk Ragini.
Mereka pun akhirnya tertidur juga, tapi pada tepat pukul 01:00 dini hari mereka dibangunkan oleh suara yg berisik dari arah luar kamar.
"Suara apa itu ?" tanya Pragya.
"Entahlah, biarku periksa" ucap Ragini.
Swara menahan tangan kakaknya.
"Kakak jangan, perasaanku tidak enak" ucapnya.
"Tapi Ragini" ucap Ragini dan terpotong oleh Swara.
"Tidak kakak" ucapnya.
Ragini mengalah. Dan ia tidak jadi memeriksa keadaan diluar kamar.
__ADS_1
Kali ini terdengar suara seperti orang sedang meloncat-loncat.
Buk !! Bukk !! Bukkkk !!
Suara itu seolah-olah berbolak-balik didepan kamar wanita ke kamar pria begitupun sebaliknya, dikamar pria pun seperti itu, mereka tidak bisa tidur karna suara berisik itu tapi tidak satupun dari mereka yg berani memeriksanya.
Di kamar wanita, mereka semua memutuskan untuk mengintip dibalik pintu.
"Ayo buka pintunya sedikit dan mari lihat bersama suara apa itu" ajak Pragya pada teman-temannya.
Mereka setuju dan membuka pintu kamarnya sedikit.
Saat pintu dibuka, Pragya, Ragini dan Kavya tak melihat apapun didepan kamar mereka tapi suara itu masih ada dan semakin terdengar jelas, kecuali Swara ia melihat Pocong dengan wajah hancur dipenuhi ulat belatung meloncat-loncat didepan kamar mereka dan kamar pria.
Swara langsung menutup pintunya keras.
"Ada apa Swara ?" tanya Ragini.
"Kalian tau itu apa ?" tanya Swara dengan mata mendelik.
"Memangnya apa, aku tidak melihat apapun" tanya Pragya.
"Yah aku juga" ucap Kavya.
"Kalian ini bagaimana, masa pocong sebesar itu tidak kelihatan ?" ucap Swara.
Mereka bertiga menatap Swara terkejut.
"Tapi kami tidak melihat apapun Swara" ucap Ragini.
Swara lupa kalau kakak dan teman-temannya tidak bisa melihat makhluk gaib, ia pun bingung karnanya.
"Gandengkan tanganmu pada mereka Swara, dengan itu kemampunmu akan menyalur sementara pada mereka" ucap Sanskar.
Swara menurut.
"Teman-teman ayo pegang tanganku semua" ucap Swara pada kakak dan temannya.
"Untuk apa ?" tanya Kavya.
"Turuti saja" perintah Swara.
Swara membuka pintu kamarnya lebar-lebar.
"Pegang dan lihatlah keluar kamar" ucap Swara.
Mereka menurut dan memegangi tangan Swara dan melihat kearah luar kamar.
Setelah memandang kearah suara itu mereka terkejut dan berteriak karna melihat pocong yg tengah asyik melompat-lompat didepan kamar mereka dan menatap mereka sinis.
__ADS_1
Mereka segera berteriak kompak dan membanting pintunya keras.
"POCOOOOOONG !!!!" teriak mereka bertiga.