Cinta Anak Indigo

Cinta Anak Indigo
Chapter 5


__ADS_3

Swara terus duduk merenung dikelasnya karna ia tidak mau kemana-mana takut menemui hantu lagi sampai pulang sekolah


Dibalkon depan rumahnya tepatnya didepan kamarnya yg berada dilantai dua, Swara melamun sembari berdiri menatap langit senja yg berwarna jingga


Pikirannya menjadi begitu tenang saat melihat senja setiap sore hari menjelang malam


Hingga angin sepoi-sepoi yg agak membuatnya merinding menerpa wajah cantiknya hingga membuyarkan lamunannya


"Anginnya begitu sejuk tapi membuatku sedikit merinding, aneh sekali, tidak seperti biasanya" gumam Swara


Tiba-tiba suara lembut laki-laki menyapanya


"Hay Swara, sendirian saja, boleh aku menemanimu ?" tanya laki-laki itu


Swara menoleh kan kepalanya kearah suara itu dan mendapati seorang laki-laki yg sangat tampan rupawan sedang berdiri disebelahnya sembari tersenyum manis


Tapi ada yg aneh dengan laki-laki itu, bibirnya sangat pucat dan meski ia tersenyum tapi wajahnya tetap terlihat datar, karna jika manusia normal tersenyum akan menimbulkan kerutan diwajahnya tapi wajah laki-laki itu tidak


"Siapa kau kenapa kau bisa berads disini ?" tanya Swara heran


"Aku arwah, namaku Sanskar, aku bisa datang darimana saja aku mau" ucapnya santai


Swara terkejut karna lelaki itu menyebut dirinya arwah


"Arwah ?" tanya Swara takut, ia melangkah mundur menjauh dari sosok itu


"Eh jangan takut, aku tidak akan menyakitimu, lagi pula aku ini bukan hantu tapi arwah yg tampan, benarkan" ucap Sanskar tersenyum jail


"Aa-aapa bedanya hantu dengan arwah, bukannya sama saja tidak memiliki jasad" ucap Swara yg masih takut


"Hufft tentu saja beda, begini yah, kalau hantu yg sering kau ucapkan itu adalah Jin, Jin itu bisa menyerupai siapa saja, bisa hewan atau manusia tapi aku arwah, aku pernah hidup dan aku juga punya jasad sebelumnya" ucap Sanskar menjelaskan


Swara mulai mengerti


"Apa kau jahat ?" tanya Swara


"Tidak, aku diutus kesini oleh kakek untuk menjagamu dan membimbingmu sampai waktunya tiba" ucap Sanskar serius


"Diutus untuk menjaga dan membimbingku oleh kakek ? Siapa kakek yg kau maksud ?" tanya Swara semakin bingung


"Kakek yg sering menjumpaimu dimimpimu sendiri, kau ingat ?" tanya Sanskar


Swara kembali ingat dengan kakek-kakek yg selalu mendatanginya didalam mimpi.


"Yah aku ingat" ucap Swara


"Kenapa dia mengutusmu ?" tanya Swara


"Itu rahasia, kau tidak perlu tau" ucap Sanskar tersenyum


"Yg jelas tugasku sekarang adalah mengikutimu kemana pun kau pergi" ucap Sanskar


"Apa tapi, kenapa ?" tanya Swara terkejut karna ia membayangkan akan selalu diikuti oleh arwah lelaki yg gentayangan kemanapun ia pergi


"Sudah kubilang aku disuruh untuk menjaga dan membimbingmu, seharusnya kau bersyukur punya penjaga sepertiku yg tampan ini" ucap Sanskar bangga


Swara bergumam "tampan sih tampan tapi percuma saja kalau hanya arwah yg gentayangan"


Sanskar ternyata dengar gumaman Swara bahkan bukan hanya mendengar, ia juga bisa membaca pikirannya


"Meski aku arwah yg bergentayangan setidaknya wujudku tidak buruk seperti kebanyakan arwah yg mati karna kecelakaan atau karna penyakit tertentu apalagi hantu" ucap Sanskar

__ADS_1


Swara terkejut karna Sanskar mendengar apa yg ia gumamkan padahal volume suaranya sangat kecil


"Bagaimana kau bisa mendengar aku bergumam ?" tanya Swara


"Tentu saja bisa, karna aku bukan manusia lagi, aku bahkan bisa tau isi pikiranmu" ucap Sanskar santai


"Benarkah ? Hebat sekali" ucap Swara kagum


"Eh tunggu kenapa kau bergentayangan didunia ini, dan mau mengikuti aku terus pula, kenapa kau tidak kembali ke alam mu saja ?" tanya Swara


"Ada beberapa urusan yg belum kuselesaikan didunia ini jadi aku belum mau kembali ke alam ku sendiri lagipula aku sudah menerima amanat untuk menjagamu, sudah jangan banyak tanya lagi, ayo masuk, hari sudah semakin gelap" ucap Sanskar, ia menarik lengan Swara pelan agar masuk kerumah


Saat tangan Sanskar menyentuh lengan Swara, Swara merasakan sensasi merinding dan rasa dingin sedingin es dilengannya


"Aku bisa jalan sendiri tidak perlu dituntun seperti ini" ucap Swara


"Lagian tanganmu sangat dingin" ucapnya lagi


"Kau ini bawel juga yah, ya sudah aku tidak menuntunmu lagi, puas ?" ucap Sanskar sembari melepaskan tangannya dari Swara


"Nah seperti ini lebih baik" ucap Swara


Mereka segera masuk ke dalam kamar Swara


Swara baru ingat ia belum mandi sore ini, ia bergegas hendak mandi dan mengambil handuknya tapi Sanskar mencegahnya


"Jangan mandi sekarang" ucap Sanskar


"Kenapa ?" tanya Swara


"Tidak baik mandi saat menjelang malam (magrib) seperti ini sebaiknya kau sekalian menunggu malam saja mandinya" ucap Sanskar


"Tapi aku mau mandi sekarang, badanku lengket karna terlalu berkeringat saat disekolah tadi" ucap Swara


"Saat pulang sekolah, aku sangat lelah jadi aku tidur sebentar dan lupa mandi" ucap Swara


Swara tidak mempedulikan larangan Sanskar


Ia pergi menuju kamar mandinya dan baru saja 1 menit ia disana, ia berteriak dan berlari kencang keluar kamar mandinya karna melihat sosok laki-laki berambut gimbal dengan tubuh telanjang berwarna hitam legam sedang duduk berjongkok di wc nya sembari menceburkan wajahnya kedalam closed milik Swara


Saat diluar kamar mandi, Swara melihat Sanskar sedang menunjukkan senyum jailnya padanya


"Sudah kubilang jangan mandi sekarang, hantu banyak berkeliaran pada jam-jam segini" ucap Sanskar menasehati


Swara terdiam


"Maafkan aku, aku akan menuruti perkataanmu sekarang" ucap Swara menurut


"Bagus, lain kali kau harus selalu mendengarkan perkataanku, mengerti ?" tanya Sanskar


Swara mengangguk mantap, "mengerti" ucapnya


Sanskar tersenyum dan Swara membalasnya, ia sudah tidak takut lagi pada Sanskar karna Sanskar merupakan arwah yg cukup baik dan tidak menakutkan menurutnya


----------------------------------------


Pukul 19:00 Wib


Helly memanggil Swara untuk makan malam karna sudah waktunya makan malam


Swara bergegas menuju ruang makan keluarga dan menjumpai semua anggota keluarganya

__ADS_1


Bukan hanya Swara yg datang tapi juga Sanskar


Sanskar mengikutinya dari belakang


"Selamat malam ayah, ibu, kakak" sapa Swara pada keluarganya


"Selamat malam Swara, ayo makan" balas keluarganya


Swara melirik kearah meja nya dan hanya mendapati satu piring untuknya tapi tidak untuk Sanskar


"Bu kenapa piringnya cuma satu, untuk Sanskar mana ?" tanya Swara pada Helly


Helly bingung karna Swara menyebut nama Sanskar


"Siapa Sanskar nak ? Apa dia temanmu, dimana orangnya ?" tanya Helly sembari celingak-celinguk mencari orangnya tapi tidak ada


"Hadduh Swara kau ini bagaimana, kenapa kau bilang begitu pada ibumu jelas ia tak melihatku lagi pula aku tidak makan" ucap Sanskar


Swara lupa kalau Sanskar bukan manusia, pantas saja ibunya tidak bisa melihatnya yg jelas-jelas ia sedang berdiri disamping Swara


"Aku lupa" ucap Swara melirik Sanskar


"Kau bicara dengan siapa nak ?" tanya Varun


"Eh hm tidak ayah, maksudku aku mempunyai teman baru namanya Sanskar begitu bu" ucap Swara


"Ooohh" balas ibunya


Swara dan keluarga segera makan dan setelah selesai Swara izin kembali kekamarnya hendak mandi


----------------------------------------


Dikamar


"Apa aku boleh mandi sekarang ?" tanya Swara pada Sanskar


Sanskar mengangguk


"Yah silahkan" ucapnya


"Benar boleh ?, tidak ada hantu lagi dikamar mandiku ?" tanya Swara ragu


Sanskar mengangguk lagi


"Tapi waktu itu aku mendengar suara seperti orang mandi dikamar mandiku sendiri saat pukul 3 pagi, apa hantu yg kulihat tadi ?" tanya Swara


"Yah hantu memang suka muncul saat menjelang malam (magrib) dan pada pukul 03:00 dini hari sampai menjelang subuh, hantu sangat aktif pada jam-jam segitu ternasuk hantu yg ada didalam kamar mandimu, tapi tenang saja selain jam-jam segitu, ia sudah pergi kok dan akan kembali tepat pada waktu yg kukatakan padamu" ucap Sanskar


"Oh pantas saja, aku mendapat gangguan parah saat jam segitu" ucap Swara manggut-manggut


"Iya makanya jangan tidur terlalu malam atau bangun saat tengah malam" ucap Sanskar menasehati


"Tapi kalau aku ingin kekamar buang air saat tengah malam bagaimana ?" tanya Swara


"Yah aku akan mengantarmu dan menemanimu" ucap Sanskar santai


"Apa masa kau mau menemaniku saat aku buang air" ucap Swara


Sanskar terkekeh saat Swara mengatakan itu


"Ya sudah sana cepar mandi, lain kali jangan mandi malam-malam yah tidak baik untuk kesehatan" ucap Sanskar

__ADS_1


Swara mengangguk


"Okeee" ia segera menuju kamar mandi


__ADS_2