
Kreeekkk !!!
Cangkul itu tepat mengenai leher Pragya dan berhasil memisahkan kepalanya dari tubuhnya.
Darah mengalir deras dari leher dan kepala yg terpisah itu.
Semua temannya hanya bisa menjerit dan menangis melihat kematian Pragya ditangan laki-laki tua itu.
Abhi sangat murka melihat kematian kekasihnya yg dibunuh dengan kejam.
Dengan emosi yg menyala-nyala, ia menyerang pria tua itu dengan beberapa kali pukulan tapi dengan mudah ditangkisnya.
Satu pukulan lagi hampir mengenai wajahnya, tangan abhi langsung dipegang oleh pria tua itu lalu dipelintir dan dicopot paksa olehnya seperti sebuah boneka.
Pria tua itu melepaskan tangan abhi dengan paksa lalu membuangnya sembarangan.
Abhi mengerang kesakitan karna salah satu lengannya buntung.
Ia jatuh berlutut dihadapan pria tua itu lalu pria itu kembali mengayunkan cangkuhnya pada kepala abhi dan.
PLEETAKK !!
Tepat mengenai kepalanya dan membelahnya menjadi dua bagian.
Cairan putih di otaknya mengalir dari kepalanya, bau anyir semakin memenuhi ruangan.
Abhi pun tewas juga ditangan pria tua itu.
Pria tua itu hanya tersenyum sinis menatap Abhi yg kejang-kejang karna sekarat lalu mati seketika.
Pria tua itu mendekati meja dan membuka lacinya lalu mengambil sebuah belati tajam disana.
Kini ia menatap Kavya tajam, sepertinya sasarannya kali ini adalah dia.
Dengan cepat, pria tua itu mendekati Kavya dan menarik rambutnya keras.
Kavya menjerti kesakitan sekaligus ketakutan.
"Tidaaakk !!! Lepaskan aku !!" jeritnya.
Pria tua itu hanya tersenyum dan membentukan kepala Kavya berulang kali di pintu hingga kepalanha bocor.
__ADS_1
Kavya jatuh terduduk memegangi kepalanya yg berdarah, ia merasa sangat pusing.
Pria tua itu kembali mendekatinya lalu mendongakan wajah kavya dengan menjambak rambutnya lalu mencapkan belatinya ke wajah Kavya berkali-kali hingga tak berbentuk.
Ragini dan Swara ngilu melihatnya, Swara memeluk kakaknya ketakutan, diantara mereka tidak ada yg berani melawannya karna pasti akan percuma, pria tua itu begitu kuat dan cekatan.
Kavya mati karna luka tusukan di seluruh wajahnya bahkan mata dan mulutnya ikut robek sedangkan hidung terpotong sebelah.
Dengan waktu yg sangat singkat pria tua itu berhasil membunuh 3 manusia sekaligus.
Tapi ia masih belum puas sebelum mereka semua mati ditangannya.
Sasarannya kali ini ada Gurmeet dan Shakti.
Ia menatap tajam kearah mereka berdua.
Gurmeet dan Shakti sudah tau kalau mereka adalah sasaran selanjutnya.
Mereka tidak mau mati dengan cara pengecut yaitu mati dengan tidak melawan sama sekali.
Mereka berniat memukuli pria itu.
Gurmeet dan Shakti berlari kearah pria tua itu dan meninjukan tangannya ke wajah pria tua tapi meleset.
Pria tua itu langsung menancapkan belatinya ke dahi Gurmeet saat ia lengah sedikit.
Belati itu tidak hanya menerobos tulang tengkoraknya saja tapi mengoyak juga isi kepalanya dan Gurmeet jatuh tersungkur lalu mati seketika.
Shakti geram melihatnya.
"Biadab !!" hardik Shakti.
Ia menendang perut pria tua itu dan berhasil mengenainya.
"Cih, kurang aja !!" ucapnya murka.
Dengan gesit ia menancapkan pisaunya ke dada shakti lalu memutar-mutarkannya didalam hingga seluruh bagian jantungnya terkoyak parah.
Shakti pun mati.
Kini hanya tinggal mereka bertiga, Swara, Ragini dan Laksh yg harus menghadapi pria tua itu.
__ADS_1
Laksh yg menyadari hanya tinggal dirinya laki-laki yg harus menjaga Swaragini.
Ia pun berdiri didepan Swaragini untuk melindungi mereka saat pria tua itu datang mendekat.
"Jangan sakiti mereka berdua, pria sialan !!" bentak Laksh dan membuat pria itu terkekeh.
"Coba saja kau halangi aku kalau bisa, anak muda !!" ucapnya santai.
Laksh menyerang Pria tua itu berkali-kali dan sempat mengenai pria itu bahkan sampai jatuh tersungkur.
Laksh juga berhasil merebut belatinya dari pria tua itu tapi hanya sementara.
Belati itu dengan cepat ditarik paksa oleh pria tua itu dan setelah mendapatkannya, ia langsung menancapkannya ke arah bawah bagian alat vital Laksh, dan menusuknya berkali-kali.
"Kubuat kau mandul sekalian anak muda karna berani memukulku !!" bentaknya sembari terus menancapkan belatinya pada Laksh.
Ragini tak tega melihat Laksh disakiti seperti itu, ia ingin mencegah tapi segera ditahan oleh Swara.
"Tidak kak, kau akan menjadi korban yg selanjutnya jika pergi kesana" ucap Swara.
"Tapi Swara"
"Tidak kakak, kumohon aku sudah kehilangan banyak temanku, jangan sampai aku kehilangan kakak ku juga" ucap Swara menangis.
Ragini segera mendekap Swara.
"Sanskar, Syaikh tolong selamatkan kami" ucap Swara dalam hati.
***
Sanskar dan Syaikh menunggu Mereka di gerbang depan Villa yg berjarak sekitar 200 meter dari Villa.
"Paman, kenapa mereka lama sekali ?" tanya Sanskar cemas pada pamannya yg sedang duduk bersila sembari berdzikir dengan tenang.
Sanskar merasa akan ada sesuatu yg buruk terjadi pada Swara.
"Kita tunggu beberapa menit lagi saja, Sans, mungkin mereka sedang bersiap-siap" ucap Syaikh disela dzikirnya.
"Tapi paman perasaanku tidak enak" ucap Sanskar.
Syaikh menatap Sanskar bingung.
__ADS_1
"Aku pun merasakan hal yg sama Sans" ucap Syaikh.