
Swara, Laksh, Sanskar dan Syaikh Abdullah, telah berhasil sampai di dunia manusia.
Ragini yg melihat adiknya telah kembali, langsung berlari memeluknya.
"Swara" ucapnya saat memeluk erat adik kesayangannya.
Swara membalas pelukan kakaknya.
"Swara apa kau baik-baik saja ?" tanyanya cemas.
"Aku baik-baik saja kak" ucap Swara tersenyum.
Ragini bernafas lega.
"Syukurlah de" ucapnya.
Ragini menatap ke arah Laksh dan menghampirinya.
"Laksh kau tidak terluka kan ?" tanyanya panik sembari menangkup wajah Laksh dan menatapnya lekat-lekat membuat Laksh salah tingkah.
"Ehm aku baik-baik saja Ragini" ucapnya sembari menghindari tatapan Ragini karna malu.
Ragini memeluk Laksh erat.
"Aku senang kau baik-baik saja Laksh" ucapnya lega.
Laksh juga agak sedikit membalas pelukannya.
Swara yg melihat kemesraan mereka langsung tersenyum jail.
"Ekheeemmmm, kakak !!, adiknya disini kenapa mencemaskannya disana !!" seru Swara yg langsung membuat Raglak terkejut menatapnya.
Mereka pun langsung salah tingkah.
"Swara, diam !!" ucap Ragini pelan.
Swara hanya cekikikan karna melihat rona merah dipipi kakaknya.
"Sebaiknya kalian cepat pergi dari Villa ini, tempat ini berbahaya untuk kalian" saran Syaikh Abdullah.
Semua mata tertuju padanya.
"Tapi Syaikh, kami baru saja berada disini sehari semalam dan sudah mengeluarkan uang untuk menyewanya selama seminggu, kami akan rugi kalau harus pergi secepat itu" bantah Shakti.
__ADS_1
Kavya langsung menginjak kakinya karna membantah ucapan Syaikh.
"Aawww, kenapa kau menginjak kakiku !!" jerit Shakti pada Kavya.
Kavya berbisik.
"Bicaralah yg sopan pada Syaikh, bodoh !!" umpat Kavya.
Shakti langsung tertunduk malu karnanya.
"Baik Syaikh, kami akan segera meninggalkan Villa ini" ucap Gurmeet.
"Yah, ayo teman-teman, kita berbenah dulu lalu sesegera mungkin pulang" seru Gurmeet pada semua temannya
Dan yg lain pun setuju lalu bergegas membenahi barang-barangnya.
***
Setelah selesai berbenah mereka bergegas menuju pintu keluar, tapi saat hendak keluar seluruh pintu dan jendela tertutup rapat dan kencang dengan sendirinya, disusul oleh padamnya seluruh lampu di penjuru Villa lalu terdengar suara laki-laki yg berat dan sangat nyaring.
"MAU KEMANA KALIAN !! KALIAN TIDAK BOLEH PERGI DARI SINI !!" seru suara itu.
Semua Laki-laki saling bertatapan bingung, sedangkan yg perempuan memasang ekspresi ketakutan diraut wajah mereka.
Suara itu terdengar tertawa keras saat Shakti membentaknya.
Dan ia berjalan beberapa langkah dan berhenti beberapa meter dari mereka.
Lalu memunculkan sosok laki-laki tua dengan wajah sangar sembari membawa cangkul tajam digenggamannya.
Ia menatap sinis kearah mereka semua.
Tatapan dan wajahnya yg sangar karna bekas jahitan dan luka hampir memenuhi wajahnya, membuat Kavya, Ragini dan Pragya bergidik ngeri dan ketakutan.
"Sss-ssiaapaa kka kauuu ?" tanya Pragya gagap.
Pria itu tersenyum miring pada Pragya.
"Aku pemilik villa ini" ucapnya santai.
Swara langsung membentaknya murka.
"Jadi kau yg menumbalkan aku dan Laksh tadi ?, dasar manusia biadab, entah sudah berapa manusia yg sudah kau tumbalkan selama ini hah !!"
__ADS_1
Pria itu hanya menanggapi dengan senyuman lalu berkata.
"Hahaha, baru sedikit sekali kurasa, baru sekitar 112 orang yg baru kutumbalkan dan aku harus menumbalkan banyak manusia-manusia lagi termasuk kalian !!" ucapnya dingin sembari bermain memutar-mutar gagang cangkulnya.
Swara semakin geram karnanya.
"Apa 112 dibilang baru sedikit sekali ? Apa pria itu psikopat ?" bisik Kavya pada Pragya.
"Entahlah, kurasa, dia lebih dari sekedar psikopat" bisik Pragya.
Ternyata pria tua itu mendengar percakapan mereka.
"Berhenti membicarakanku, Gadis Bodoh, dasar lancang !!" bentaknya sembari menatap Kavya dan Pragya tajam membuat mereka berhasil ketakutan dan berpelukan satu sama lain.
"Ckkk, lebih baik kalian cepat mati, untuk menjadi persembahan tumbalku yg selanjutnya, aku akan semakin sakti dengan ilmu hitam yg kumiliki jika aku berhasil menumbalkan beberapa orang lagi !!" ucapnya.
Ia segera berlari mendekati mereka dan mengayunkan cangkul pada Gurmeet.
Gurmeet berhasil mengelak, ia meraih gagang cangkulnya dan berniat mengambil alih dari pria itu tapi anehnya tenaganya kalah jauh dari tenaga pria tua itu.
Gurmeet di tendang dibagian perut dengan sangat keras dan jatuh kebelakang.
Pria tua itu tidak mau menyia-nyiakan kesempatan ini, ia kembali mengayunkan cangkulnya kearah kepala Gurmeet tapi dicegah oleh Abhi.
Pria tua itu berbalik menyerang Abhi dengan menyikut wajahnya keras dan berhasil mengenai hidung hingga berdarah.
"Abhiiii" pekik Pragya karna melihat pacarnya terluka.
Ia berlari menghampiri Abhi karna panik.
Pria itu melihat kesempatan lagi dan ia beralih memukul Pragya yg tengah berlari pada Abhi.
BUKKK !!!
Kali ini sasaran kena dan tepat pada pinggang Pragya.
"PRAGYAAA !!" Pekik semua temannya.
Pragya jatuh tersungkur dan merintih menahan sakit dipinggangnya akibat dihantam keras oleh cangkul milik pria tua itu.
Ia merasa sangat nyeri dibagian pingganya dan Pragya berpikir kalau pinggangnya retak karna hantaman keras tadi, pria tua itu benar-benar sangat kuat.
Dan pria tua itu hanya tersenyum sinis dan mengarahkan cangkulnya ke leher Pragya yg masih jatuh.
__ADS_1
"Ttt tiiiidaaaak !!" teriaknya.