Cinta Anak Indigo

Cinta Anak Indigo
Chapter 24


__ADS_3

Salah satu prajurit Jin yg bermuka garang berkulit merah padam, hendak memotong tali kurungan besi penjara yg didalamnya terdapat Swara dan Laksh dengan sebuah kampak yg berkilat tajam.


Tapi belum sampai kampak itu menyentuh talinya, Suara laki-laki gagah yg lantang menggelegar diseluruh penjuru istana.


"Hentikan !!!" perintahnya, yah pemilik suara itu adalah Syaikh Abdullah.


Seluruh pasang mata menoleh ke arahnya.


"Siapa kau !? Beraninya memasuki istana ku tanpa izin !!" bentak Raja Jin.


Syaikh Abdullah tersenyum lembut.


"Aku Abdullah Rahman Al-Haqq, kemari untuk membebaskan tawananmu itu, dan aku tidak butuh izin dari siapapun apalagi Kau, kecuali Allah" ucapnya tegas.


Raja jin itu geram mendengarnya.


"Lancang sekali kau !! Kau berani menentangku diwilayahku sendiri hah ?!" teriak Sang Raja.


Syaikh kembali mengulas senyumnya.


"Dengar, aku tidak akan kemari kalau kalian tidak menculik anak-anak manusia ini" ucapnya.


Raja Jin membuang muka.


"Hei aku tidak menculiknya, tapi manusia sendiri yg mengirimnya kemari, yaitu pemuja ku dari kalangan bangsa kalian sendiri, bangsa manusia, hhahahaha !!" ucapnya, diiringa tawa yg menggelegar.


Syaikh menatap ke arah Swara dan Laksh, lalu kembali menoleh pada Sang Raja Jin.


"Lepaskan mereka, maka aku tidak akan menyakiti kalian" ucap Syaikh tenang.


Raja Jin menatapnya sinis.


"Apa hakmu memerintahku hah, aku Raja, Raja Jin, tidak ada yg berani memerintahkanku !!" ucapnya sombong.


Syaikh hanya tersenyum.


"Kau akan menyesali kesombonganmu ini, Raja Jin" ucapnya.


Syaikh membuka ikatan Sorbannya dan menyibakkannya kelantai dengan mengucapkan Lafadz basmalah.


Raja Jin hanya menatapnya sembari tersenyum sinis.


"Apa yg akan kau lakukan dengan sepotong kain penutup kepalamu itu heh ?!" ucapnya masih dengan nada sombong.


"Hanya sedang melakukan sesuatu untuk menghukum kalian karna telah menculik anak manusia" ucap sang Syaikh.


Kain sorban yg telah dibentangkannya ia gerakkan dengan ayunan tasbehnya dengan membaca beberapa doa bukan mantra.


Kain sorban itu melayang sesuai dengan ayunan tasbehnya dan Syaikh mengarahkannya ke arah Raja Jin dan dengan secepat kilat kain Sorban itu langsung melilit kencang seluruh tubuh Raja Jin kecuali kepalanya.


Kemudian Syaikh mengangkatnya dan menaruhnya tepat diatas kendi yg berisi air panas, dibawah kurungan besi penjara, kini posisi Raja Jin angkuh itu berada sangat dekat dengan air mendidih dikendi itu membuatnya sangat kepanasan karna uapnya, ditambah dengan kain sorban yg suci ini, mengikat tubuhnya sangat kencang, seperti nyaris meremukkan tulang-tulangnya.

__ADS_1


Dengan susah payah Raja Jin itu meminta dilepaskan.


"** ttoolooong ll lee lepaskan aa kuuu" ucapnya gagap karna kencang ikatan sorban itu.


Ia merasa bahwa sorbannya semakin lama semakin panas dan kencang mengikat dirinya.


Syaikh Abdullah hanya tersenyum melihatnya.


"Kau mau aku lepaskan ? Baiklah akan aku lepaskan, setelah kau melepaskan Swara, Laksh dan manusia-manusia yg akan kau jadikan tumbal itu" ucap Syaikh santai.


Raja Jin menolaknya mentah-mentah, dengan mengumpulkan tenaganya, ia berbicara lantang.


"Tidaakk, tidak akan, mereka mangsaku, tidak mungkin aku lepaskan begitu saja".


"Kau masih menolak, baik, aku akan tambah hukumannya" ucap sang Syaikh, ia menyabetkan tasbehnya ke kepala Raja Jin, itu membuat setengah tulang kepalanya remuk redam, dan Raja Jin itu mengeluarkan jeritan kesakitan yg sangat pilu.


"B--bb Baiklah aaa ku akan mm melepaskan mereka" ucap Sang Raja karna tak kuasa menahan rasa sakit yg diberikan oleh Syaikh Abdullah.


Syaikh pun tersenyum.


"Cepat lepaskan mereka" ucapnya.


Raja Jin mengangguk.


"Prajurit, lepaskan mereka semua, dan bawa manusia-manusia itu kembali ke alamnya !!?" perintahnya.


Para Prajurit itu dengan sigap menuruti perintahnya.


"Laksh pergilah bersama manusia yg lainnya, aku akan menyusul nanti bersama Syaikh dan Sanskar" ucap Swara pada Laksh.


"Tapi Swara..." ucap Laksh terpotong.


"Laksh aku akan baik-baik saja, pergilah sekarang" ucap Swara lagi.


Laksh pun akhirnya mengangguk, ia segera bergabung dengan manusia mantan tumbal Raja Jin itu dan diantar ke pintu alam manusia lalu dikirim kembali kesana.


Sedangkan Swara, ia berlari ke arah Sanskar dan Syaikh Abdullah.


"Swara kau baik-baik saja, apa ada yg terluka, apa dia menyakiti mu ?" tanya Sanskar cemas, ia melihat ke sekitar tubuh Swara takut-takut ada yg terluka.


"Sanskar tenanglah, aku baik-baik saja" ucapnya tersenyum.


"Lihat aku baik-baik saja" ucap Swara lagi sembari memutar-mutar tubuhnya.


"Syukurlah kalau kau baik-baik saja Swara" ucap Sanskar tersenyum lega.


Syaikh tersenyum melihat Swara tapi tatapannya kini beralih pada Sang Raja yg terus memelas minta dibebaskan.


"Aku sudah melepaskan mereka, tolong sekarang lepaskan aku" ucapnya.


Syaikh mengangguk.

__ADS_1


Ia langsung mengayunkan tasbehnya kebelakang dan membuat kain sorban itu tertarik kebelakang juga dan melepas belitannya pada tubuh Raja Jin.


Raja Jin pun terjatuh ke dalam air yg mendidih.


"AAAARRRGGGHHH PANAAAAAASSS !! PANAAAASSS !! PAAAAAAAAANAAAAAAAASSSSS !!" Teriaknya kepanasan.


Syaikh hanya menatapnya.


"Itu hanya air panas yg kau buat, bagaimana kalau Tuhan menghukum mu dengan panasnya api neraka kelak !!" ucapnya tegas.


"Dengar Wahai Raja Jin, kalau kau masih menumbalkan manusia-manusia yg tak bersalah itu, aku akan datang langsung padamu dan menghukum mu lagi, dan setiap aku menghukum pasti hukuman ku selalu berat, camkan itu !!" ucap Syaikh lantang.


Raja Jin itu meminta ampun.


"Tolong !! Ampuuunn !! Panassss !!, aku tidak akan menumbalkan mereka lagi, aku berjanj !!" ucapnya bersungguh-sungguh.


Syaikh pun tersenyum.


Lalu ia menyabetkan tasbehnya ke kendi itu dan seketika kendi itu hancur berkeping-keling dan air panasnya keluar deras dari kendi itu begitupun Rsja Jin, ia jatuh terkulai lemas karna dihukum habis-habisan oleh Syaikh Abdullah.


Syaikh mendekati sang Raja membuatnya ketakutan.


"Tolong jangan sakiti aku lagi" ucapnya memelas.


Syaikh pun hanya tersenyum dan menjulurkan tangannya pada Raja, berniat membantunya berdiri.


Raja jin tertegun karnanya, dengan ragu-ragu ia memegang tangan Syaikh dan Syaikh mengangkatnya berdiri.


"Maafkan aku Syaikh, aku tidak akan menumbalkan mereka dan tidak akan menganggu mereka dan akan memutuskan hubunganku dengan para pemuja ku tapi tolong jangan sakiti aku lagi" ucapnya serius.


"Apa aku bisa memegang ucapanmu itu ?" tanya Syaikh ragu.


"Yah Syaikh, kau bisa kapan saja menghukum ku jika aku masih melakukan itu" ucap Sang Raja.


"Baiklah aku tidak akab menghukum mu lagi kalau kau menepati janji mu itu" ucap Syaikh.


Raja Jin pun mengangguk.


"Sanskar, Swara ayo kita kembali ke alam manusia" ajak Syaikh sembari tersenyum menatap mereka berdua.


Sanskar dan Swara mengangguk dan membalas senyuman Syaikh.


"Mari ku antar kalian ke pintu alam manusia sebagai tanda maaf dan hormatku pada kalian" ucap Raja.


Mereka bertiga tersenyum.


"Baiklah, ayo" ucap Syaikh.


"Mari, Silahkan" ucap Raja Jin.


Ia pun segera mengantar mereka bertiga ke alam Manusia.

__ADS_1


Selamat Menikmati Karyaku😅😅


__ADS_2