Cinta Anak Indigo

Cinta Anak Indigo
Chapter 6


__ADS_3

Pukul 20:00 Wib


Swara sedang sibuk memainkan game dihpnya, Sanskar yg sedang duduk sembari memperhatikan Swara pun segera mengganggunya


Sanskar melemparkan bantal ke arah ponsel Swara dan menutupi layarnya membuat Swara gelagapan karna tengah fokus mengalahkan musuh-musuhnya di Game PUBG


"Yah kan kalah, sial" pekik Swara kesal


Ia melirik Sanskar yg sedang menatapnya datar


"Sanskar kenapa kau menggangguku bermain PUBG ?" tanya Swara kesal


Sanskar memutar bola matanya


"Kau sibuk bermain game diponselmu sampai lupa belajar, padahal hari senin besok kau ujian tapi kau masih asyik dengan game-game mu" ucap Sanskar


"Lalu ?" tanya Swara malas, ia membuka whatsappnya dan membalas sebuah pesan singkat dari temannya yg mengajaknya belajar kelompok besok malam


"Ayo sana belajar, setelah itu baru kau boleh bermain game" ucap Sanskar


"Ah nanti saja, malam senin aku belajar" ucap Swara dengan tetap fokus pada ponselnya


"Menggunakan SKS (Sistem Kebut Semalam), belajar menggunakan sistem itu tidak baik, bukannya menyantol diotak malah ngeblank nantinya" ucao Sanskar menasehati


Swara menatap Sanskar malas sembari menganggkat bahunya


"Itu sudah kebiasaanku sejak kecil, dan aku bisa-bisa saja menjawab soal-soal ujian selama itu, kecuali matematika" ucap Swara


"Itukan kebiasaan buruk, harus dihilangkan, ayo cepat belajar sekarang" perintah Sanskar


Swara menolak


"Tidak mau" ia kembali sibuk dengan ponselnya


Sanskar menggelengkan kepala karna melihat tingkah bandel Swara


"Kalau tidak mau, aku akan memaksa" ucapnya


Sanskar melayang menghampiri Swara dan meniup ponselnya, itu membuat ponsel Swara seketika mati total padahal baterainya masih 88℅


Swara terkejut karna tiba-tiba hpnya mati sehabis ditiup oleh Sanskar


Ia menatap Sanskar dan bertanya


"Kenapa ponselku bisa mati begini, kan baterainya masih lumayan penuh"


"Aku yg membuatnya mati agar kau tidak sibuk dengan ponselmu terus dan melupakan belajar, ayo sekarang cepat belajar !!" ucap Sanskar lagi


Swara mendengus kesal


"Ya baiklah aku akan belajar" Swara bergegas kemeja belajarnya, ia menyiapkan buku-buku yg akan ia bawa besok


Termasuk buku tugas kelompok yg akan ia kerjakan besok sore bersama teman-temannya sekelompoknya


Swara sedikit membaca-baca bukunya dan mengerjakan beberapa tugas sekolah yg biasanya ia kerjakan disekolah sebelum guru mata pelajarannya datang


Setelah selesai, Swara melenguh karna lelah


"Akhirnya selesai juga" ucapnya


Ia kembali merebahkan diri kekasurnya


"Biasanya aku mengerjakannya disekolah tapi ini aku mengerjakannya dirumah" ucap Swara sembari tersenyum


Ia menagih ponselnya pada Sanskar


"Aku sudah belajar jadi tolong hidupkan ponselku lagi" ucap Swara memelas pada Sanskar


Sanskar tersenyum dan segera menjentikkan jarjnya dan itu seketika membuat ponsel Swara kembali menyala, Swara kagum dengan yg dilakukan Sanskar karna ia mirip seperti pesulap profesional


Swara tersenyum senang karna ponselnya sudah menyala lagi, ia segera meraih ponselnya dan memainkannya


"Jangan lama-lama yah, jam 10 malam kau harus tidur, dan ini sudah jam 9 malam" ucap Sanskar sembari menunjuk Jam dinding berbentuk animasj Spongebob Squarpants kesukaan Swara


"Masa cuma satu jam main nya" keluh Swara

__ADS_1


"Eit mau dihukum" ucap Sanskar


"Eh tidak-tidak baik, jam 10 nanti aku tidur" ucap Swara


"Bagus, anak pintar" ucap Sanskar tersenyum


***


Baru setengah Jam Swara bermain ponselnya, ia menyudahinya dan duduk bersila menghadap Sanskar yg tengah asyik duduk bersandar di kasurnya


Swara menatap Sanskar lekat dan membuat Sanskar terheran-heran


"Kenapa kau melihatku seperti itu terus ?" tanya Sanskar


"Aku ingin bertanya padamu, boleh ?" tanya Swara


Sanskar menatap mata Swara mencoba membaca pikirannya tentang apa yg akan ia tanyakan dan ketika sudah berhasil mengetahui isi pikiran gadis belia itu, Sanskar segera membolehkan Swara bertanya padanya


"Boleh saja" ucapnya santai


Swara senang karna Sanskar memperbolehkannya bertanya


"Hm ngomong-ngomong kenapa kau bisa meninggal ?" tanya Swara penasaran


"Karna penyakit" balasnya sembari menatap langit-langit kamar Swara


"Penyakit apa ?" tanyanya lagi


"Kanker darah, atau leukimia" ucap Sanskar


"Ouh" swara merasa kasihan pada Sanskar


"Lalu apa keluargamu masih hidup sampai sekarang ?" tanya Swara


"Tidak, mereka sudah tiada sudah lama" jawab Sanskar


"Lho memangnya kamu meninggal saat tahun berapa ?" tanya Swara


"Tahun 1996" balasnya


"Kau meninggal 6 tahun sebelum aku lahir" ucap Swara


Sanskar mengangguk


"Setelah satu tahun kematianku, keluargaku mengalami kecelakaan saat ingin menziarahi makamku" ucap Sanskar bersedih


Swara ikut bersedih karnanya


"Tapi tidak apa, mungkin ini sudah takdir dari tuhan untukku dan keluargaku" ucap Sanskar


"Kau hebat, sangat tabah dalam menjalani hidup ini" ucap Swara kagum


Sanskar tersenyum


"Kau tau, dulunya aku seorang dokter" ucap Sanskar


Swara menatap Sanskar dengan mata berbinar-binar


"Benarkah, bisakah kau cerita kan sedikit itu padaku ?" tanya Swara antusias


Sanskar tersenyum dan mengangguk


"Baiklah tapi kau harus berjanji, setelah ini kau harus tidur, ok ?" ucap Sanskar


Swara mengangguk cepat


"Ok, aku berjanji, setelah ini aku tidur" ucapnya


"Bagus, aku akan cerita"


"Begini dulu aku adalah seorang dokter muda spesialis hati, aku masih sangat muda saat menjadi dokter, yaitu sekitaram umur 18 tahun aku sudah menjadi dokter" ucap Sanskar


"Waaah bagaimana bisa diusia yg masih sangat muda begitu kau sudah menjadi seorang dokter ?" tanya Swara kagum


"Diusiaku yg segitu, aku pasti baru saja lulus sekolah SMA" lanjutnya

__ADS_1


"Dulu aku termasuk anak yg cerdas dan pintar, saat aku masih kelas 1 sd, aku bisa mengerjakan banyak pr-pr dari kakak kelasku yg kelas 6, mungkin ini anugrah dari tuhan yg menciptakanku dengan otak yg genius, jadi guru-guru sepakat menaikkanku langsung kekelas 6, awalnya orang tuaku menolak karna saat itu usiaku masih sangat kecil untuk meloncat langsung kekelas 6, tapi akhirnya mereka menerimanya setelah dibujuk rayu oleh guru-guruku" ucap Sanskar


"Hebat sekali, lanjutkan" ucap Swara sembari terus tersenyum saat Sanskar bercerita


"Yah setelah aku loncat kekelas 6, prestasiku semakin meningkat dan terus meningkat hingga saat lulus aku dimasukkan kedalam SMP favorit ternama dikotaku, dan disana aku juga langsung bisa loncat kekelas 2 Smp, aku hanya menghabiskan masa 2 tahun di Smp, lalu setelah SMA aku hanya menghabiskan masa sekolah selama 1 setengah tahun, Guru-guruku sangat bangga akan hasil prestasi-prestasi yg telah kuraih dan banyak berjasa pada sekolah yg telah kubuat harum namanya, maka dari itu aku dikirim ke universitas luar negeri untuk belajar jurusan kedokteran karna kebetulan saat SMA aku mengambil jurusan MIPA jadi aku dengan mudah mengambil jurusan kedokteran, dan saat masuk universitas itu aku langsung diterima dan mengenyam pendidikan disana dengan biaya gratis ditunjang oleh pihak kampus selama semester full sampai aku wisuda" ucap Sanskar


Sanskar terdiam lalu membenarkan posisi duduknya yg tadinya bersandar menjadi duduk bersila menghadap Swara


"Setelah aku wisuda, aku dimasukkan kedalam rumah sakit terkenal di luar negeri oleh pihak kampus tapi aku tidak mau karna aku merindukan keluargaku jadi aku memilih pulang kembali ke indonesia" ucap Sanskar


"Sayang sekali padahal kau sudah diterima masuk ke rs terkenal itu, tapi kau benar keluarga itu yg utama" ucap Swara menanggapi


Sanskar mengangguk dan melanjutkan ceritanya


"Saat diindonesia aku mendapat pekerjaan sesuai bidangku di Rumah Sakit terkenal di indonesia, aku menjalani profesiku dengan baik disana bahkan aku sudah dicap sebagai dokter senior padahal usiaku baru 20 tahun" ujar Sanskar


"Saat aku bekerja disana aku mendapati seorang pasien gadis cantik yg terkena kanker hati disana dan hatinya harus dicangkok dan keluarganya masih mencarikan cadangan hati untuknya, selama ia dirawat di rs itu, aku merawatnya dengan baik, sampai suatu ketika aku mulai menyukai gadis itu dan gadis itu menyukaiku karna ketelatenanku saat merawatnya dan karna rupaku yg tampan tentunya" ucap Sanskar bangga


"Huft kebiasaan, suka memuji ketampanan diri sendiri" ucap Swara


Sanskar terkekeh mendengar perkataan Swara


"Lanjutkan" ucap Swara


Sanskar mengangguk


"Lama kami menjalin hubungan yg semakin lama semakin dekat, yg tadinya hanya sebatas hubungan dokter dan pasiennya menjadi sepasang kekasih" ucap Sanskar, ingatannya kembali mengingat jauh masa-masa saat bersama gadisnya itu dimasa lalu


"Tapi suatu ketika, keluarganya belum berhasil juga menemukan donor hati untuknya padahal kondisinya sudah semakin memburuk tanpa donor hati, aku dulu dengan senang hati bersedia mendonorkan hatiku untukku tapi tidak bisa" ucap Sanskar bersedih


"Kenapa ?" tanya Swara yg semakin serius mendengarkan cerita Sanskar


"Hatiku tidak cocok untuknya" balas Sanskar


"Ouuuhhh" ucap Swara


"Sampai suatu ketika, kondisinya benar-benar sangat memprihatinkan, nyawanya seolah sudah diambang pintu kematian, ia memberikan ucapan perpisahan terakhir untukku hingga akhirnya ia pergi untuk selamanya meninggalkanku" ucap Sanskar semakin menunduk bersedih


Sanskar ingin menangis saat mengenang gadisnya itu, tapi ia sadar, kini ia sudah bukan manusia lagi, menangis tidak mungkin baginya karna sudah tidak punya air mata lagi untuk ditumpahkan, dan ia kini hanya sekedar arwah yg bergentayangan


Swara mengerti perasaan Sanskar, ia turut bersedih saat Sanskar bersedih


"Setelah berbulan-bulan kematiannya, aku selalu bersedih dan selalu mengunjungi makamnya untuk sekedar berdoa dan memberikan bucket bunga mawar untuknya, tapi setelah 2 tahun kematiannya, kondisiku memburuk dan aku jatuh sakit, dokter memvonisku mengidap leukimia, berbulan-bulan aku menjalani kemotrapi dan lain sebagainya tapi kondisiku tak kunjung membaik justru semakin memburuk, dan akhirnya dokter menyerah, dan aku hanya berbaring dirumah sakit menunggu ajal menjemputku" ucap Sanskar


Tidak terasa buliran air mata Swara menetes mendengar cerita Sanskar


Ia segera menghapus air matanya takut dilihat oleh Sanskar


"Setelah sebulan aku berbaring dirumah sakit, aku meninggal tepat dihari gadisku itu meninggal yaitu saat usiaku sudah 25 tahun, dan saat nyawaku


keluar dari jasadku, aku melihat keluargaku menangis mengeliliku tubuhku yg kaku dan dingin tak berdaya, sangat miris melihatnya tapi aku sadar ini sudah takdirku, dan setelah itu, seorang kakek-kakek mengajakku kesuatu tempat dan aku disuruh tinggal bersamanya saat sampai waktunya tiba aku kembali ke alamku" ujar Sanskar


"Selesai" lanjutnya


"Kisah yg sangat tragis" ucap Swara


Sanskar hanya menanggapinya dengan senyuman


Ia melirik jam dinding Swara dan waktu tepat menunjukkan pukul 10 malam, saatnya bagi Swara untuk tidur


"Aku sudah selesai bercerita dan sekarang waktu menunjukkan tepat pukul 10 malam, ayo saatnya kau menepati janjimu untuk tidur" ucap Sanskar


Swara menghembuskan nafasnya pelan


"Baiklah aku tidur, terima kasih sudah mau bercerita padaku, kau tau, kau itu sangat luar biasa hebat" ucap Swara tulus


Sanskar tersenyum menanggapi


"Sama-sama" ucapnya singkat


Setelah Swara berdoa, ia segera tertidur pulas


Sanskar yg melihat Swara tertidur dengan tubuh tidak ditutupi selimut langsung menyelimuti tubuh Swara


"Kau tau Swara, gadis yg kuceritakan padamu tadi, wajahnya benar-benar sangat mirip denganmu, oleh karna itu aku sangat bersedia saat kakek menyuruhku untuk menjaga dan membimbingmu selalu sampai saatnya tiba aku kembali ke alamku sendiri" ucap Sanskar sembari mengulas senyum manisnya pada Swara yg tengah tertidur pulas

__ADS_1


Mohon maaf typo bertebaran😁😁


__ADS_2