
Keesokan harinya
Swara berangkat sekolah dengan malas dan lesu tidak seperti biasanya is selalu semangat dan ceria
Setelah sampai disekolah, Swara melihat sekolahnya sangat sepi
Ia melirik jam tangannya yg baru menunjukkan pukul 06:20 wib
"Oh aku datang terlalu pagi kesekolah yah, pantas saja masih sepi begini" ucap Swara sendiri
Ia berjalan sendiri dikoridor sekolah menuju kelasnya yg berada dipaling pojok karna memang ia kelas 3 SMA jadi kelasnya berada diujung
Jalan menuju kelasnya lumayan jauh karna ia harus melewati ruang perpustakaan sekolah, ruang olahraga dan ruang musik juga Toilet sekolah
Swara merasa merinding tidak seperti biasanya, mungkin karna ia hanya sendirian disini
Sembari berjalan menuju kelasnya, mata Swara tidak bisa fokus pada jalanan, matanya selalu jelalatan melihat kesana kemari hingga ia tidak sengaja melihat bola basket memantul keluar dari ruang olahraga yg pintunya terkunci rapat,
Swara segera mengambil bola basket itu yg berhenti tepat dihadapannya
"Lhooo kenapa bola basketnya keluar sendiri ?" pikir Swara bingung
"Taruh lagi saja ah" ucapnya, ia berjalan menghampiri ruang olahraga yg hanya lima langkah di hadapannya, tapi baru saja 2 langkah ia berjalan
Sosok anak laki-laki, berwajah hancur, dengan tubuh penuh darah karna tidak memiliki kulit hanya daging saja berdiri tepat 3 langkah dihadapan Swara, sosok anak kecil itu mendongakan kepalanya dan melotot kearah Swara
"Berikan bolanya padaku" ucap Anak kecil itu sembari melangkah maju, bau anyir darah langsung menusuk hidung Swara saat anak kecil itu mulai mendekatinya membuatnya menutup hidungnya karna rasa mual menyergap lambungnya
Swara melangkah mundur setiap anak itu melangkah maju
"BERIKAN BOLANYA PADAKU !!!" Teriak Anak kecil itu
Swara berteriak sembari melempar bolanya
"Aaaaakhhhhhhhh" ia segera berlari keluar menuju pintu gerbang sekolah dengan nafas terengah-engah
__ADS_1
Saat itu Laksh baru saja datang dan melihat Swara sedang ngos-ngosan didepan pintu gerbang sekolah
Laksh segera menghampiri Swara
"Swara, kau kenapa ?" tanya Laksh heran melihat Swara pagi-pagi begini sudah berwajah pucat pasi dengan ekspresi ketakutan dan keringat yg mengucur deras didahinya
Swara menatap Laksh dan bernafas lega karna ia sudah tidak sendirian lagi
"Laksh, untunglah kau datang, aku, aku melihat hantu tadi" ucap Swara
Laksh menatap bingung pada Swara
"Hantu ?" tanyanya
"Iya" ucap Swara
"Dimana ?" tanya Laksh
"Didekat ruang olahraga, Laksh" ucap Swara
"Oh benarkah, kau tau Swara disana memang terkenal angker, dulu banyak yg terkena kesurupan massal dan guru-guru memanggil kyai untuk menyembuhkan anak-anak yg kesurupan dan kau tau, kata kyai itu kebanyakan yg merasuki mereka adalah penunggu diruang olahraga" ucap Laksh serius
"Tentu saja aku tau, karna beritanya sudah menyebar sejak dulu" ucap Laksh
"Oh yah, kau melihat apa disana ?" tanya Laksh penasaran
"Aku melihat, sosok anak kecil yg tidak memiliki kulit, jadi hanya daging saja disekujur tubuhnya tanpa dilapisi kulit, wajahnya sangat hancur tak berbentuk bahkan aku tidak tau dimana mulut, hidung dan telinganya, hanya matanya saja yg melotot keluar sebesar bola kasti, dan kau tau, baunya benar-benar sangat menjijikkan" ucap Swara bergidik ngeri membayangkan yg baru saja ia lihat tadi
Laksh ikut merinding mendengar cerita Swara
"Mengerikan sekali" ucap Laksh
"Eh tunggu, bukannya sebelumnya kau tidak bisa melihat makhluk-makhluk itu Swara ? Tapi kenapa sekarang bisa ?" tanya Laksh heran
"Aku tidak tau Laksh, aku juga melihat hantu dirumahku dan mendapatkan gangguan-gangguan aneh semalam" ucap Swara
__ADS_1
Laksh tampak berpikir
"Apa baru kali ini kau mendapat gangguan dari mereka dan bisa melihat mereka Swara ?" tanya Laksh
Swara mengangguk
"Yah baru semalam aku melihatnya dan sekarang aku melihat hantu lagi" ucap Swara
Laksh terdiam
"Ah aku baru ingat, semalam itu adalah ulang tahunmu yg ke-17 kan, jadi kemungkinan Mata Batinmu terbukan Swara jadi kau bisa melihat mereka" ucap Laksh
"Apa hubungannya, antara hantu dengan ulang tahunku yg ke-17 ?" tanya Swara bingung
"Kau tau Swara, menurut orang jawa zaman dulu, orang yg terpilih atau orang yg spesial akan menerima kemampuan yg banyak orang tidak memilikinya" ucap Laksh menjelaskan
"Orang spesial ? Kemampuan apa maksudmu, aku tidak mengerti" ucap Swara semakin bingung
Laksh menghembuskan nafasnya pelan
"Huuuftt maksud dari orang spesial ini adalah mereka yg terpilih menjadi anak indigo, kau tau apa itu anak indigo, mereka adalah anak yg diberi kemampuan khusus oleh tuhan untuk tujuan tertentu" ucap Laksh
"Tujuan apa ?" tanyanya lagi
Laksh mengangkat bahu nya tanda tak tau
"Entahlah, aku tidak tau, yg jelas jika memang kau adalah orang yg terpilih itu, gunakanlah kemampuanmu dengan baik yah" ucap Laksh sembari mengusap rambut sahabatnya itu lembut
"Ayo masuk kekelas" ajak Laksh
"Tidak mau" ucap Swara menolak
"Kenapa ?" tanya Laksh
"Takut" balas Swara sembari menunjukkan ekspresi takutnya
__ADS_1
"Tenang saja kan ada Laksh, lagian anak-anak yg lain sudah pada berdatangan tuh" ucap Laksh
Swara memperhatikan sekitarnya dan benar saja, sudah banyak yg datang disekolah, Swalaks pun akhirnya pergi menuju kelasnya