
Sanskar mendatangi kamar Swara dimana Swara sedang berbaring sendirian sedangkan keluarganya berada diluar ruangan untuk membayar biaya administrasi pengobatan Swara.
"Sanskar darimana saja kau ?" tanya Swara.
Sanskar menjelaskan tentang Kavita yg tidak mau kembali ke alamnya karna masih ingin tinggal didunia ini pada Swara dan ia meminta bantuan Swara untuk mengantarkan arwah Kavita ke alam yg semestinya ia berada setelah kematian merampas hidupnya dari dirinya sendiri.
Swara terkejut karna Sanskar memintanya untuk membantu arwah Kavita.
"Apa ? Kenapa harus aku yg mengantarnya ? Aku kan masih hidup apa itu mungkin ?" tanya Swara bingung.
"Yah tentu itu mungkin dan sangat bisa, karna kau adalah gadis indigo" ucap Sanskar.
Swara menaikkan alisnya satu tanda bingung.
"Bagaimana caranya ?" tanya Swara.
"Aku akan membimbingmu tapi kau yg melakukannya, ok ?" ucap Sanskar.
Swara mengangguk.
"Ok, Baiklah" ucapnya.
Swara menyetujui permintaan Sanskar karna ia merasa kasian dan tidak tega karna arwah Kavita masih belum tenang jadi ia memutuskan untuk membantunya pulang ke alamnya semampu yg ia bisa.
--------------------------------------------------------------------
Pada malam harinya, Swara sudah berada dirumah karna sudah di izinkan oleh pihak rumah sakit untuk pulang.
Waktu tepat menunjukkan pukul 22:00 wib.
Swara sudah terlelap dari tidurnya dan saatnya Sanskar memulai rencananya untuk membantu arwah Kavita untuk pulang.
__ADS_1
Sanskar menarik arwah Swara yg mengambang saat tidur.
(Nyawa manusia yg tidur itu mengambang pada dimensi lain tapi masih terikat dengan jasadnya sehingga kalau nyawa mereka sedang berkeliling atau berjalan-jalan ke dunia lain, nyawa mereka tidak akan tersesat dan akan kembali pada tubuhnya pada saat ia terbangun, berbeda dengan arwah manusia yg sudah mati, arwah mereka sudah tidak terikat lagi dengan tubuhnya sehingga mereka tidak bisa kembali kejasadnya dengan kata lain tidak bisa kembali hidup).
(Sanskar bisa menarik arwah Swara dalam keadaan mimpi bukan berarti karna ia malaikat maut tapi karna ia adalah juga arwah dan sesama arwah bisa saling terhubung, itulah sebabnya manusia terkadang bermimpi bertemu dengan keluarga yg sudah meninggal dunia entah itu ayah, ibu atau yg lainnya).
Nyawa Swara terkejut karna tiba-tiba tangan kekar dan putih menariknya dalam mimpi tapi ia tidak merasakan sakit hanya terkejut saja.
Swara melihat pemilik tangan tersebut yg ternyata adalah Sanskar.
"Sanskar ?" ucap Swara.
Swara menatap keselilingnya dan mendapati tubuhnya terbaring diatas kasurnya sedangkan arwahnya menatap tubuhnya sendiri.
Swara panik karna mengira ia sudah mati hingga ia bisa melihat tubuhnya sendiri.
"Apa ini ? Kenapa aku bisa melihat tubuhku sedang berbaring dikasurku sedangkan aku berdiri disini memandanginya, apa aku sudah mati ?"tanya Swara panik.
"Swara tenanglah kau masih hidup" ucap Sanskar.
"Benarkah ? Lalu kenapa aku terpisah dari tubuhku sendiri ?" tanya Swara.
"Tidak kau hanya terpisah sementara atas izin Tuhan, bukan selamanya, nyawamu masih terikat ditubuh jadi tidak usah Khawatir kau akan kembali keragamu saat kau terbangun dari tidurmu nanti" ucap Sanskar menjelaskan.
"Apa ini sama seperti mimpi ?" tanyanya lagi.
"Yah kau bisa menganggapnya begitu tapi ini lebih dari sekedar mimpi, ayo kita harus segera mengantarkan arwah Kavita ke alamnya sebelum arwahnya ditolak karna terlalu lama tinggal didunia akibat kematiannya yg tragis" ajak Sanskar.
Swara mengangguk menurut.
Mereka segera melayang menuju tempat dimana kejadian naas sore tadi terjadi.
__ADS_1
Saat tiba di TKP, nyali Swara menciut karna mendengar suara isak tangis pilu yg mengerikan dan menyayat hati dari arwah Kavita yg sedang menangis sambil duduk dan menunduk.
Swara juga takut kalau wajah arwah Kavita sangat mengerikan seperti saat ia mati.
"Sanskar aku takut" ucap Swara ketakutan sembari bersembunyi dibalik Sanskar.
"Swara tenanglah aku ada disisimu selalu" ucap Sanskar.
Swara menurut mereka segera menghampiri arwah Kavita, semakin mendekat, Swara merasa semakin ketakutan karna aura yg ka rasakan semakin mencekam, ia juga merasakan bau anyir darah yg bersumber dari arwah Kavita.
Sanskar menenangkan Swara dengan menggandeng tangannya erat, dan itu membuat perasaan Swara menjadi sedikit lebih baik.
Saat sudah dekat dengan Arwah Kavita.
Sanskar memanggilnya.
"Kavita" panggil Sanskar.
Kavita langsung menghentikan tangisnya saat ada suara yg memanggil namanya.
Ia mendongak menatap kearah asal pemilik suara tersebut dan mendapati Sanskar juga Swara yg ikut bersamanya.
Melihat wajah Kavita yg jauh lebih mengerikan saat ia mati, membuat Swara ketakutan dan hampir Berteriak.
Ia berjalan mundur menghindari Kavita.
"Ka kavita" tunjuk Swara dengan penuh rasa kengerian dan ketakutannya.
Kavita melangkah maju mendekati Swara.
"S ss Swara, tolong aku" ucap Kavita dengan suara berat dan parau.
__ADS_1