Cinta Anak Indigo

Cinta Anak Indigo
Chapter 21


__ADS_3

Di Alam Jin.


Swara dan Laksh diikat dan dibawa keistana Jin.


Disana Raja Jin dan Ratu Jin sudah menunggu persembahan mereka.


Dihadapan Raja dan Ratu Jin.


Swara dengan beraninya berontak dan berteriak marah.


"Lepaskaaan aku, Jin-Jin bodoh, lepaskan, dengar kami manusia lebih mulia daripada kalian semua, tidak seharusnya kalian memperlakukan kami seperti ini, LEPAAASSKAANNN !!!" Bentak Swara pada para pengawal jin yg sedang mengikatnya.


Raja dan Ratu Jin tertegun karna baru pertama kali ini mereka bangsa jin dari kalangan terhormat dibentak dan dilecehkan oleh manusia, mereka berdua pun turun dari takhta menuju tempat Swara.


Swara terdiam dan tertegun karna melihat rupa yg sangat tampan berwibawa dan cantik yg anggun dan lemah gemulai dari sang Raja dan Ratu jin itu.


"Heii kalian, aku tau kalian itu pemimpin mereka, benarkan, tapi aku tidak peduli, cepat lepaskan kami !!" bentak Swara diwajah Raja Jin.


Bukannya marah Raja Jin itu tersenyum lembut pada Swara, begitupun sang Ratu, ia memandang Swara dengan tatapan keibuan, dan membuat Swara bingung dengan sikap mereka.


Raja Jin itu mengelus lembut rambut Swara.


"Dengar wahai sang gadis indigo, aku tau kau adalah manusia spesial, saat pertama aku melihatmu tadi, aku menyadari aura kelembutan dan kepolosanmu, kau gadis indigo yg baik dan polos, dan namamu itu Swara ShahKapoor bukan ?" tanya Raja jin itu memastikan.


Swara menatapnya bingung.


"Darimana kau tau semua tentangku ?" tanya Swara.


Raja jin itu tertawa menggelegar membuat Swara sedikit ngeri.


"Diamlah sayang, kau membuatnya takut" ucap sang Ratu Jin.


Raja jin segera terdiam dari tawanya.


"Tentu saja aku tau, kamj bangsa jin bisa mendapatkan informasi apapun yg kami inginkan" ucapnya.

__ADS_1


Swara membuang muka mendengar perkataan itu.


"Apa mau kalian, kenapa kalian membawaku dan temanku Laksh ke alam kalian ?" tanya Swara.


"Dengar wahai gadis indigo"


"Jangan memanggilku seperti itu, aku punya nama, namaku SWARA dengar SWARA, S W A R A SWARA !!" Bentaknya.


"Oh yah baiklah aku tau kau tidak suka dipanggil indigo, baik aku akan memanggilmu dengan namamu" ucap Raja Jin.


"Kami membawa kalian kemari karna akan dijadikan santapan kami, sebagai tumbal persembahan salah satu pemuja kami" ucap sang Raja Jin.


Swara semakin bingung tak mengerti.


"Siapa pemujamu yg menjadikan kami tumbal ?" tanya Swara.


"Pria tua pemilik villa yg kalian tempati itulah yg menjadikan kalian sebagai tumbal persembahan, tapi tenang saja setelah melihatmu aku jadi tidak tertarik menyantapmu tapi...." ucapan Raja jin itu terpotong oleh Swara.


"Tapi apa hah ?" tanya Swara.


"Tapi ingin menjadikanmu sebagai Putri kami, Tuan Puteri dari kerajaan Jin" bisiknya.


Swara terkejut mendengarnya.


"Apa ? Tidak aku tidak mau, aku manusia bukan Jin, aku punya jasad, kalian tidak, dunia kita pun berbeda bagaimana mungkin aku menjadi putrimu tidak aku tidak mau, aku punya keluarga yg lengkap dan menyanyangiku, aku tidak akan pernah meninggalkan mereka selamanya, Camkan itu !!" ucap Swara berapi-api.


Raja dan Ratu Jin menatapnya kecewa dan agak marah.


"Kau harus mau, Nona Swara, Harus !!!" ucap Sang Raja.


"Benar, Swara, sudah beratus-ratus tahun kami tidak memiliki anak, kami sangat ingin memilikinya, setelah melihatmu, entah kenapa hati kami menjadi luluh dan sangat ingin menjadikanmu anak kami, sebelumnya kami terkenal sebagai raja dan ratu yg ganas dan tak kenal ampun, tapi kau merubah segalanya, kumohon jadilah anak kami" ucap sang Ratu memelas.


Swara tak tega melihatnya tapi ia bersikeras menolaknya.


"Tidak aku tidak mau, kumohon mengertilah, aku punya keluarga, mereka pasti cemas kalau aku tidak kunjung kembali pada mereka" ucap Swara.

__ADS_1


"Tidak Swara, jika kau mau menjadi putri kami, kami akan memberikan semua yg kau mau dan semua kebutuhanmu akan kami siapkan, kau akan menjadi tuan puteri kami, dan seluruh bangsa jin akan tunduk padamu" ucap sang Raja.


Tapi sedikitpun Swara tidak tergiur dengan tawaran itu, ia hanya ingin kembali kepasa Sanskar dan keluarganya.


"Tidak aku tidak mau, kumohon lepaskan aku" ucapnya dengan berlinang air mata.


"Baiklah, jika kau mau menjadi anak kami, kami akan melepaskan temanmu itu, bagaimana ?" tanya Sang Raja.


Swara bingung, ia segera menoleh pada Laksh yg segera menggelengkan kepalanya.


"Jangan Swara, jangan mau menjadi putri mereka !!" pekik Laksh.


Dan saat itu juga rahangnya dipukul keras oleh pengawal jin, membuatnya sedikit memar.


"Laksh !!" pekik Swara.


"Dan lagi nona Swara, jika kau tidak mau menjadi putri kami, kami akan menghabisi keluarga dan teman-temanmu satu persatu dengan kematian yg tragis" ancam sang Raja.


Swara tertegun mendengarnya, ia bingung antara menuruti kemauan mereka atau kembali pada keluarga, kalau ia memilih kembali pada keluarga, mereka (bangsa Jin) akan menghabisi nyawa orang-orang terdekatnya, Swara pun hanya berharap bantuan dari Tuhan dan Sanskar.


***


Disisi lain.


Sanskar menatap bingung ke arah pintu belakang Villa yg terbuka lebar dan memancarkan aura negatif didalamnya.


Ia pun segera melayang menuju belakang Villa dan mendapati sebuah kubangan cahaya berwarna biru pekat ditengah kolam renang, cahaya itu adalah pintu menuju alam jin.


Sanskar mencium aroma tubuh Swara disana.


"Kurasa Swara tadi berada disini, tapi kemana ia sekarang ? Apa mungkin ia berada disana" gumam Sanskar sembari menatap kubangan Cahaya itu.


Ia pun mendekat kearah cahaya itu dan tertarik kedalamnya.


"Aah apa ini, kenapa aku terseret dilubang ini" pekik Sanskar.

__ADS_1


__ADS_2