Cinta Anak Indigo

Cinta Anak Indigo
Chapter 19


__ADS_3

Swara menatap jail kearah Sanskar, ia berniat menunjukkan keberadan Sanskar pada teman-temannya.


"Kalau kalian mau, ayo pegang tanganku bersamaan lalu lihatlah ke arah sofa itu" ucap Swara sembari menunjuk sofa yg tengah diduduki Sanskar.


Sanskar baru sadar kalau Swara akan menunjukkan keberadaannya pada semua temannya, ia pun berusaha melarangnya, tapi terlambat, teman-teman Swara sudah memegangi tangan Swara dan menatap kearah sofa itu.


Mereka semua tertegun karna melihat sesosok makhluk gaib yg sangat tampan rupawan dengan penampilannya yg keren.


"Tampan sekali" puji Kavya dengan mulut ternganga karna baru melihat laki-laki setampan Sanskar.


"Benar-benar sangat cool" puji Pragya juga.


"Benar, kita bahkan kalah tampan dan keren darinya" ucap Abhi jujur.


Mereka semua terpana dengan ketampanan Sanskar.


Beberapa menit mereka terpana dengan pemandangan dihadapannya, merekapun akhirnya sadar dan mendekati Sanskar.


"Swara siapa pria ini ?" tanya Pragya gemas.


"Rasanya ingin kupeluk dan ku bawa pulang sebagai oleh-oleh" ucap Kavya sembari menatap Sanskar lekat-lekat.


Sanskar merasa risih karna semua temannya Swara menatapnya seperti itu bahkan yg laki-laki juga.


Itu sebabnya ia ingin melarang Swara untuk tidak menunjukkan dirinya pada teman-temannya.


Sanskar berdiri menghampiri Swara dengan raut wajah kesal, dan teman-temannya pun juga mengikutinha dari belakang.


"Swara, kenapa kau menunjukkan kehadiranku pada mereka ?" tanyanya kesal.

__ADS_1


"Lhoo memangnya kenapa tampan, kau terlihat tidak suka" ucap Kavya manja.


Sanskar jijik mendengarnya.


"Kau tau handsome, kau adalah laki-laki tertampan yg pernah kulihat" ucapnya gemas.


Sanskar semakin ilfil mendengar perkataan Kavya karna menurutnya ia seperti tante girang yg doyan dengan brondong muda sepertinya.


Swara yg mendengar itu langsung tersenyum geli.


"Oh yah ngomong-ngomong siapa namamu ?" tanya Pragya penasaran.


Sanskar membuang muka tak menjawab.


"Aish, ganteng-ganteng sombong" keluh Pragya.


Kavya mendekatkan tubuhnya pada Sanskar.


"Aaaawwww, kau gak bisa dipeluk sih" ucap Kavya polos sembari mengaduh kesakitan.


Swara tertawa terbahak-bahak begitupun yg lainnya kecuali Sanskar, ia hanya menatap Kavya dingin.


"Tentu saja, diakan bukan manusia" ucap Swara disela tawanya.


"Oh iyah aku lupa, karna ketampanannya membuatku lupa kalau ia bukan manusia" keluh Kavya.


"Tapi tidak apa, yg penting ia lebih tampan dari manusia disini" ucap Kavya sembari kembali berdiri.


Laksh yg merasa tidak terima kalau ketampanannya tersaingi langsung menyela.

__ADS_1


"Percuma tampan kalau bukan manusia" ucapnya ketus.


Swara tidak terima kalau Sanskar diejek begitu.


"Kata siapa dia bukan manusia, justru dia manusia tercerdas dizamannya tau" ucap Swara.


"Tercerdas ?" tanya mereka serempak.


Swarapun menceritakan semuanya tentang Sanskar, sedangkan Sanskar hanya melipat tangannya didada dan memasang wajah cuek.


"Wuaaahhh hebat sekali" puji mereka.


"Apanya yg hebat, aku lebih hebat kok" ucap Laksh tak mau kalah.


"Sudahlah Laksh, kau ini selalu iri kalau ada orang yg lebih baik darimu" ucap Gurmeet.


Yg lain pun mengangguk setuju.


Laksh kesal dan beranjak meninggalkan kamar.


"Hei Laksh mau kemana ?" panggil Abhi.


Laksh menoleh dengan tatapan sinis.


"Bukan urusanmu" ucapnya dan membanting pintunha dengan keras.


"Dasar anak aneh, apa dia lupa kalau divilla ini angker" ucap Shakti.


"Entahlah, rasa irinya mungkin mengalahkan rasa takutnya" ucap Gurmeet.

__ADS_1


Yg lainnya pun hanya diam.


__ADS_2