
Beberapa jam pingsan akhirnya Swara sadar dari pingsannya
Ia menatap bingung keselilingnya
"Swara akhirnya kau sadar de, ada apa denganmu kenapa tiba-tiba pingsan begitu de ?" tanya Ragini cemas
Swara menatap kakaknya
"Aku tidak tau kak, tiba-tiba saja kepalaku sangat sakit tadi setelah itu aku tidak ingat apa-apa lagi" ucap Swara lemah karna masih lemas
"Ya sudah kau istirahat dulu yah nak, ini masih jam 3 pagi, teman-temanmu juga sudah pada pulang" ucap Varun
"Aku menghancurkan pesta ulang tahunku sendiri" sesal Swara
"Sudah tidak apa, yg penting kan kau baik-baik saja, kami semua sangat cemas tadi karna kau tiba-tiba pingsan begitu" ucap Helly
"Iya bu" ucap Swara
"Ya sudah kau istirahat dulu yah" ucap Varun
Swara mengangguk
Varun mematikan lampu kamar Swara agar Swara bisa istirahat dengan nyaman, dan setelah itu pergi disusul oleh Helly dan Ragini sembari menutup pelan pintu kamar Swara
Swara merebahkan tubuhnya kembali di kasur empuknya
Baru saja ia hendak memejamkan matanya, ada yg melempari kerikil berulang kali di jendela kaca kamarnya dan membuatnya sangat terganggu
Swara beranjak melihat siapa orang iseng yg melempari jendela kamarnya dini hari begini
__ADS_1
Ia membuka tirai jendelanya tanpa berniat membuka jendelanya juga dan menatap kearah luar jendelanya
Gelap dan sangat sepi, didepan jendela kamar swara ada pohon mangga besar yg buahnya sangat lebat, dan ia mendapati sosok lelaki bertubuh besar, berbulu lebat dan hitam, dengan wajah seperti gorilla raksasa, gigi bertaring dan mata merah menyala sedang melotot ke arah Swara
Swara diam mematung menatap sosok itu, ia memejamkan matanya sembari berdoa dan menutup tirai jendelanya lalu melangkah mundur
Swara kembali membuka matanya, dengan nafas terengah-engah ia meringkuk diatas kasurnya dengan memeluk selimut
"Apa itu tadi, benar-benar sangat menyeramkan, aku tidak pernah melihat ia sebelumnya" gumam Swara
Swara benar-benar sangat ketakutan, ia segera mengambil ponselnya dan memainkannya untuk menghilangkan rasa takutnya
Tapi gangguan dari sosok diluar jendela kamarnya tidak pernah berhenti justru semakin menjadi-jadi, ditambah suara orang mandi didalam kamar mandinya yg jelas-jelas tidak ada orang didalamnya membuat Swara semakin ketakutan, ia menggigil ketakutan diatas kasurnya sembari terus berdoa
Swara mencoba bertahan didalam kamar sendiri menahan ketakutannya
Ia semakin ketakutan dan tak tahan, Swara meloncat dari kasurnya dan meraih gagang pintu kamarnya lalu keluar sembari berlari terbirit-birit menuju kamar kakaknya Ragini yg tidak jauh dari kamarnya karna sama-sama dilantai dua
Swara menggedor-gedor pintu kamar kakaknya dengan keras, dan membuat Ragini yg masih belum tidur terkejut dan segera membuka pintu kamarnya
"Swara ?" ucap Ragini heran
Swara langsung masuk kekamar kakaknya dan bersembunyi dibalik selimut milik kakaknya dikasur
Ragini menatap Swara bingung, ia menutup pintu kamarnya dan menguncinya lalu menghampiri Swara
"De ? Kamu kenapa ?" tanya Ragini
Swara membuka selimutnya dan langsung memeluk kakaknya dengan erat
__ADS_1
"Kakak, aku takut" ucao Swara menangis dipelukan kakaknya
Ragini berusaha menenangkan adiknya
"Takut kenapa, Swara ?" tanya Ragini
"Dikamarku, dikamarku ada hantunya hikss" ucap Swara sembari menangis sesenggukan
"Hantu ?" tanya Ragini semakin bingung
Swara mengangguk
"Iya"
"Mungkin kamu hanya berhalusinasi Swara" ucap Ragini
"Tidak kak, aku tidak berhalusinasi, aku sungguh melihat hantu" ucap Swara berusaha meyakinkan Ragini
Tapi Ragini tetap tidak percaya karna menurutnya Swara berhalusinasi karna baru saja pingsan jadi penglihatan salah atau otaknya sedang berimajinasi
"Swara, dengar, kau hanya berhalusinasi, tidak ada hantu oke, ayo tidur lah, kakak akan menemanimu" ucap Ragini
"Tapi kak" ucap Swara terpotong
"Ssstttt Swara, ayo tidur besok kau sekolah" ucap Ragini
Swara akhirnya menuruti perintah kakaknya dan merebahkan dirinya dikasur kakaknya disusul oleh Ragini
Swara masih takut karna bayangan sosok tadi dan ia langsung memeluk kakaknya lalu tertidur dengan sendirinya karna lelah
__ADS_1