Cinta Anak Indigo

Cinta Anak Indigo
Chapter 10


__ADS_3

"Huft semakin hari hidupku semakin dipenuhi hal yg aneh-aneh yh" ucap Swara pada Sanskar sembari berjalan menuju kelasnya setelah bertemu dengan Kavita tadi.


Sanskar memaklumi karna memang menjadi anak indigo tidak semudah kelihatannya, dan ia mengerti karna Swara baru beberapa menerima kemampuan yg jarang dimiliki banyak orang itu alias kemampuan yg langka.


"Ini baru awal Swara, kau harus terbiasa dengan hal-hal yg jauh lebih aneh lagi sebagai seorang anak indigo nanti" ucap Sanskar.


Swara mengangguk dan menatap Sanskar sembari tersenyum.


"Kau tau Sanskar, menjadi indigo itu memang tidak mudah tapi semuanya menyenangkan karna kau selalu bersamaku, melindungiku dan selalu memperingati juga memberitahukan apapun yg tidak aku ketahui" ucap Swara kagum dan tulus pada Sanskar.


"Dan kau juga sudah seperti kakak laki-laki pelindung terbaik adik perempuannya sekaligus Guru terhebat yg pernah kumiliki Sanskar, kuharap kau tidak akan pernah meninggalkanku selamanya" ucap Swara lagi.


Sanskar tersenyum tulus pada Swara.


"Kuharap juga begitu Swara, tapi ada saatnya nanti aku tidak bersamamu lagi, karna aku tidak akan selamanya didunia ini, aku akan kembali ke alam ku menunggu sebuah penantian dirumah sederhanaku yaitu alam barzakh" ucap Sanskar dalam hatinya.


"Swara, aku akan menjagamu selalu" ucap Sanskar pada Swara langsung.

__ADS_1


Mereka berduamengulas senyuman termanisnya masing-masing sembari bertatapan dalam penuh makna.


----------------------------------------


(Percepat).


Bel berbunyi menandakan waktu pulang telah tiba.


Swara dan Sanskar memperhatikan Kavita yg sedang bersama Ranveer sembari bersembunyi.


Swara dan Sanskar segera mengikuti mereka diam-diam menggunakan Motor Beat merah milik Swara.


Sebenarnya Sanskar melarang Swara untuk mengikuti Kavita karna Swara penasaran apakah benar peristiwa yg dialami Kavita sesuai dengan yg ada dalam penglihatannya, Sanskar melarang karna takut Swara trauma dengan keadaan Kavita yg terluka parah saat kejadian itu tapi seperti biasa, watak keras kepala Swara masih menempel erat pada dirinya sehingga ia lebih memilih egonya daripada mendengarkan larangan Sanskar.


Alhasil terpaksa Sanskar menuruti permintaan Swara untuk mengikuti Ranveer dan Kavita.


Ditengah perjalanan menuju rumah Kavita, tepatnya di pinggiran kita Jakarta yg sangat sepi dengan jalanan yg banyak lubang, Ranveer mulai kebut-kebutan hingga Swara nyaris tidak bisa mengejarnya karna memang ia takut kalau membawa motor dengan kecepatan penuh ditambah lagi Sanskar melarangnya untuk ngebut mengejar Ranveer.

__ADS_1


Ranveer terus melajukan motornya dengan kecepatan Full dan Kavita sudah memperingatinya agar memperlahankan laju motornya, tapi Ranveer tak mau dengar, ia semakin mengebut dan tanpa sadar menerjang lubang yg sangat dalam hingga Kavita melayang dari tempat duduk dengan dengan posisi wajah menghadap bawah dan terbentur lalu terseret di atas permukaan aspal yg sangat kasar, wajahnya yg cantik dan mulus hancur terserut oleh permukaan aspal hingga wajahnya terlihat daging dan tulangnya.


Kavitapun meregang nyawa dengan erangan yg memilukan dan memekikkan telinga.


Swara yg melihat kejadian itu melotot terkejut sembari memberhentikan motornya mendadak.


Darah menggenang membasahi jalanan dan terus mengalir dari dahi dan wajah Kavita.


Bau anyir menyeruak dihidungnya membuat Swara hampir mual.


Swara merasa sangat pusing dikepalanya karna shock melihat keadaan Kavita dan karna bau anyir darahnya yg sangat membuatnya mual dan akhirnya Swara jatuh pingsan.


Sanskar mendengus kesal.


"Sudah kubilang jangan mengikutinya, kau akan trauma melihat keadaannya, dan akhirnya kau pingsan kan" ucao Sanskar.


"Ya tuhan, kenapa tidak kau hilangkan saja sifat keras kepalanya ini" keluh Sanskar.

__ADS_1


__ADS_2