Cinta Anak Indigo

Cinta Anak Indigo
Chapter 23


__ADS_3

Sanskar mencoba masuk menembus pagar gaib itu tapi ia selalu terpental dan terjungkal beberapa meter darinya, ia pun kesal karnanya.


"Shit...aku sama sekali tidak bisa menembusnya, lalu bagaimana aku bisa bertemu dengannya" keluh Sanskar.


Tapi beberapa menit kemudian orang yg Sanskar cari pun akhirnya keluar rumah karna merasa rumahnya didatangi oleh makhluk gaib yaitu Sanskar.


Dan benar saja, ketika baru membuka pintu depannya, ia langsung melihat Sanskar yg tengah berdiri menatapnya dengan senyum sumringah.


Ia mengenali wajah itu, dan ia langsung membalas senyuman Sanskar dan mengucap salam padanya.


"Assalamualaikum, Sans" ucapnya.


Sanskar berjalan mendekatinya.


"Waalaikumussalam paman Syaikh Abdullah" balas Sanskar sembari mencium punggung tangan pria itu yg ternyata adalah seorang Syaikh sekaligus paman Sanskar, dan masih hidup hingga sekarang.


Pria tua itu menatap Sanskar bingung sembari masih tetap menyunggingkan senyuman menyejukkannya.


"Sanskar Maheswari, kenapa kau belum kembali ke alam mu, bukankah sudah sangat lama kau meninggal dunia ?" tanya Syaikh Abdullah.


Sanskar menunduk.


"Yah paman Syaikh, aku belum kembali ke alam ku, aku masih mengemban amanah dari seseorang untuk menjaga dan membimbing seorang gadis yg memiliki kemampuan Spesial" ucap Sanskar.


Syaikh Abdullah terkejut.


"Benarkah, lalu dimana gadis itu, paman ingin melihatnya ?" tanyanya.


Sanskar pun mulai menjelaskan dari awal mereka liburan ke villa hingga akhirnya Swara dan Laksh diculik ke alam Jin.


Syaikh Abdullah sangat terkejut mendengar itu.


"Sanskar sebaiknya kita cepat bawa Swara dan temannya itu kembali ke alam manusia sebelum terlambat" ucap Syaikh.


Sanskar menyetujui perkataannya.


"Benar paman Syaikh, oleh sebab itulah aku kemari untuk meminta bantuan darimu, karna aku tidak bisa membawa mereka pergi seorang diri melawan ribuan jin-jin itu" ucap Sanskar.

__ADS_1


Syaikh Abdullah mengangguk.


"Tenang saja Sanskar, paman pasti akan membantumu menyelamatkan mereka" ucapnya pasti.


Mereka pun segera pergi menuju belakanh Villa itu, dan sesampainya disana, teman-teman Swara terkejut karna Sanskar datang membawa seorang yg berpenampilan seperti Kyai dengan jubah putih bersih dan Sorban yg melilit kepalanya dengan rapih juga tasbeh yg berada ditangan sebelah kanannya.


Mereka berdua berjalan tergesa-gesa menuju belakang Villa, dan teman-teman Swara pun mengikuti dari belakang.


Dibelakang Villa.


"Maaf, kakek ini siapa ?" tanya Gurmeet pada Syaikh Abdullah saat ia menghentikan langkahnya tepat ditepi kolam renang.


Syaikh itu menoleh kearah Gurmeet.


"Nanti kujelaskan, aku ini siapa, tapi yg jelas, teman kalian Swara dan Laksh dalam bahaya, mereka terperangkan didunia gaib, aku dan Sanskar ingin menolongnya jadi tolong kalian juga membantu dengan memberikan doa-doa kalian untuk mereka, bacakan surah apapun yg kalian bisa demi keselamatan mereka" ucap Syaikh memberi nasehat.


Teman-teman Swara pun tertegun karnanyaa terutama Ragini, ia takut kalau adik kesayangannya dan pria yg selama ini ia sukai diam-diam dalam bahaya.


"Kek, tolong selamatkan adikku dan Laksh, aku takut mereka dalam bahaya, kalau sampai terjadi sesuatu yg buruk pada mereka, apa yg akan aku katakan pada orang tuaku nanti" ucap Ragini sambil berlinang air mata.


"Tenanglah nak, aku, Sanskar dan Tuhan, pasti akan menyelamatkan mereka, kau cukup panjatkan doa untuk keselamatan mereka" ucapnya.


"Mereka akan baik-baik saja, insya Allah" ucapnya lagi.


"Ayo, Sanskar cepat sebelum terlambat" ucap Syaikh.


Sanskar mengangguk, Syaikh Abdullah dan Sanskar pun masuk ke alam jin dengan ilmu putih dari Syaikh Abdullah.


***


Di Alam Jin.


Swara dan Laksh ditahan dipenjara yg dibawahnha terdapat kendi raksasa yg berisi air mendidih.


Karna uap air panas itu membuat Swara dan Laksh sangat gerah dan kepanasan, bahkan Laksh sampai membuka jaket yg ia kenakan.


"Lepaskan kami !!" teriak Swara.

__ADS_1


"Hei diam kau gadis indigo, kami akan melepaskanmu jika kau mau menjadi anak kami dan meneruskan takhta kami !!" bentak sang Raja.


"Hei kau Raja jin yg Laknat, sudah kukatakan aku tidak mau menjadi anakmu, kenapa kau memaksa hah !!??" teriaknya.


Raja Jin itu hanya tersenyum miring menatap Swara tanpa membalas perkataannya.


"Dayang, ambilkan cambuk api untukku !!" perintahnya.


Dayang itu langsung pergi mengambilnya dan memberikannya pada Sang Raja.


"Kau akan merasakan siksaan kalau kau tidak mau menurut, Gadis Bodoh !!" bentak sang Raja.


Swara tau apa yg ingin dilakukan raja jin itu, ia tau kalau raja itu akan mencambuk dirinya dan Laksh, tapi seperti biasa ia tidak takut sama sekali.


Saat Raja Jin itu ingin menyabetkan cambuk apinya itu pada tubuhnya, Swara langsung mengingat tuhan dan membaca ayat Qursi.


Dan langsung saja cambuknya itu terpental dari tangan Raja Jin.


Sang Raja geram karnanya.


"Kau berani mengingat tuhanmu di dalam wilayahku !!, berani sekali kau !!" bentaknya marah.


Swara tersenyum sinis padanya.


"Apa ? Kau mau melakukan apalagi padaku, silahkan aku tidak takut, tuhan bersamaku !!" ucap Swara lantang, membuat Raja jin itu semakin tersulut amarah.


"Aaaaarrrghhhh kurang ajar, Prajurt cepat lepaskan talinya, biarkan kurungan besi itu jatuh kebawah dan merebus hidup-hidup mereka !!" perintahnya.


Laksh ketakutan mendengarnya.


"Swara, apa yg harus kita lakukan sekarang ?" ucap Laksh penuh rasa takut.


Swara pun bingung, tapi ia segera meyakini Laksh agar tidak perlu takut, Tuhan Pasti melindungi mereka.


"Tenanglah Lakhs, jangan kau tunjukkan rasa takutmu itu pada mereka (bangsa jin), kita tidak boleh takut pada siapapun kecuali tuhan !!" tegas Swara.


Laksh mengangguk menyetujui.

__ADS_1


__ADS_2