
Setelah melihat pocong itu, mereka bertiga kecuali Swara berjingkrakan dan saling jatuh bertubrukkan dikasur.
"Kalian ini berlebihan sekali ?" ucap Swara pada mereka.
Mendengar perkataan Swara, mereka langsung diam dengan wajah panik.
"Tadi itu sungguh hantu pocong ?" tanya Kavya.
Pragya menoyol kepala Kavya.
"Sudah jelas begitu, kenapa masih bertanya" ucapnya kesal.
Kavya memegangi kepalanya sembari menunjukkan wajah polos.
"Kupikir itu hanya anak laki-laki kamar sebelah yg berpura-pura menjadi pocong untuk menakuti kita" ucap Kavya.
Ragini menyela.
"Kurasa tidak, pocong itu tubuhnya ramping dan kecil sepertj perempuan sedangkan laki-laki disini badannya tegap dan berotot, kurasa itu buian mereka" ucap Ragini.
"Kalau begitu siapa pocong itu, bukankah tadi kita tidak melihat apapun lalu setelah menyentuh tangan Swara pocong itu langsung terlihat jelas oleh mata kita ?" ucap Pragya.
Kavya dan Ragini baru sadar kalau sehabis menyentuh tangan Swara mereka bisa melihat pocong itu, mereka berdua pun menatap Swara heran.
"Kenapa kalian menatapku seperti itu ?" tanya Swara.
Kavya, Ragini, dan Pragya menghampiri Swara.
"Swara jelaskan apa yg sebenarnya terjadi, kenapa setelah menyentuh tanganmu, kami langsung bisa melihat pocong itu ?" tanya Kavya dengan nada seperti polisi yg sedang menginterogasi tawanannya.
Swara bingung harus menjawab apa, ia melirik Sanskar yg tengah asyik duduk bersandar disofa sembari menatapnya dengan senyuman.
"Katakan saja yg sebenarnya pada mereka Swara, itu akan berguna nantinya" ucap Sanskar.
__ADS_1
Swara menurut.
"Kalian ingin tau ?" tanya Swara pada Ragini, Pragya dan Kavya.
Mereka segera mengangguk.
"Katakan Swara" ucap Ragini.
"Baiklah aku akan mengatakan yg sejujurnya pada kalian, kalian boleh percaya atau tidak dengan yg kukatakan" ucap Swara.
Ia menarik nafasnya dan menghembuskannya perlahan.
"Aku ini seorang Indigo" ucapnya singkat sembari menunduk.
Mereka bertiga terkejut.
"Apa ?" ucapnya serentak.
"Yah dan yg kalian lihat tadi adalah pocong sungguhan, kalian bisa melihatnya karna kemampuanku sedikit tersalur pada kalian karna kalian menyentuh tangan ku tadi" ucap Swara menjelaskan.
"Swara sebenarnya aku tidak percaya dengan itu tapi karna kau yg mengatakannya, aku akan mempercayainya" ucap Pragya.
"Lalu apa selanjutnya bagaimana ? Apa kita akan tetap tinggal disini ?" tanya Kavya.
Baru ia mengatakan hal itu, suara jeritan pria terdengar menggema diseluruh ruangan.
Mereka mengenali suara itu, dan teriakan itu semakin nyaring saat pintu kamar mereka terbuka dan menampakan 4 orang laki-laki dengan nafas terengah-engah dan wajah panik masuk kedalam kamar mereka dan menutup pintunya lalu menguncinya.
"Laksh, Abhi, Shakti, Gurmeet kalian kenapa ?" tanya Ragini pada mereka.
Mereka sama-sama mengatur nafas mereka yg berantakan karna berlari tadi.
"Aaa aadaa pocong diluar kamar kami" ucap Shakti gelagapan.
__ADS_1
"Apa ? Kalian juga melihatnya ?" tanya Kavya.
"Yah kami melihatnya karna trik si Laksh yg bodoh ini" umpat Gurmeet pada Laksh.
"Maafkan aku, tadi kalian meminta agar bisa melihat makhluk halus jadi kuberikan trik dari adat jawaku agar kalian bisa melihat hantu tapi setelah berhasil kalian malah kabur begini" ucap Laksh merasa tak bersalah.
"Yah kau bahkan juga kabur padahal itu trikmu sendiri, dasar bodoh" umpat Abhi kesal.
"Aku baru menggunakan trik yg diajarkan ayahku ini, kalian yg bodoh karna memaksa ingin melihat hantu dengan trik yg jitu itu" balas Laksh tak kalah kesal.
(Warning : sudah dijelaskan awal-awal kalau Laksh itu anak keturunan jawa yg masih kental dengan hal-hal mistis jadi ia tau cara melihat hantu menggunakan trik jawa).
"Sudah-sudah kalian itu sama-sama bodoh, sudah malam begini malah bermain trik sepertu itu, dasar aneh" ucap Kavya.
Mereka terdiam karna menyetujui ucapan Kavya.
"Kalian sendiri, apa melihatnya juga ?" tanya Laksh.
"Yah kami melihatnya juga karna Swara" ucap Ragini antusias.
Mereka (laki-laki) saling bertatapan bingung.
"Karna Swara ?" tanya Abhi.
"Yah dia indigo" ucapnya lagi.
"Benarkah ?" ucap mereka serentak.
"Apa benar Swara ?" tanya Gurmeet lagi.
Swara mengangguk.
"Kalau kalian tidak percaya, aku bisa membuktikannya selain pocong itu, Mau ?" tanya Swara bersungguh-sungguh.
__ADS_1
Mereka serentak menjawab.
"MAUUU !!"