
Disisi Lain.
Sanskar masih ditempat kejadian bersama arwah Kavita yg tidak mau pergi dari tempatnya saat mati tadi.
Arwah Kavita sangat mengerikan karna ia mati dengan cara yg mengerikan juga, tapi karna Sanskar juga termasuk Arwah, ia jadi tidak takut pada wujud Kavita seseram apapun.
"Kubilang aku tidak mau pergi hikss" ucap Kavita sembari terus menangis meratapi takdirnya yg malang.
"Aku mengerti perasaanmu, aku tau kau belum siap untuk mati, dan bukan kau saja, setiap manusia pasti belum siap kala kematian menjemput, tapi manusia tidak bisa menolak ketetapan tuhan, mereka harus siap kapan saja takdir tuhan memanggilnya, termasuk kau" ucap Sanskar menasehati.
"Tapi aku belum bisa membahagiakan kedua orang tuaku dan masih menyusahkan mereka dan sekarang aku sudah mati dulu sebelum membanggakan mereka" ucap Kavita semakin menangis.
Sanskar teringat dulu saat kematian menjemputnya, dimana keluarga tercintanya menangisi kepergiannya sedangkan ia hanya bisa menunduk bersedih tak bisa berbuat apa-apa karna hakikatnya ia sudah mati.
"Kau pikir saat aku mati, aku sudah siap ?" tanya Sanskar dengan wajah datar.
Kavita mendongak menatap Sanskar bingung.
"Apa kau sudah mati juga ?" tanya Kavita.
Sanskar mengangguk.
"Kupikir kau manusia yg bisa melihat makhluk yg tidak punya jasad sepertiku" ucap Kavita terkejut.
__ADS_1
"Kau tau, dulu aku sama sepertimu, belum siap saat kematian memisahkanku pada keluarga yg kucintai juga pada dunia ini, tapi beberapa saat kemudian aku sadar kalau tuhan pasti mempunyai rencana terbaiknya untuk setiap makhluknya yg taat pada perintahnya dan menjauhi larangan" ucap Sanskar.
"Lalu kenapa kau tidak pulang ke alam mu ?" tanya Kavita.
Sanskar tersenyum.
"Aku masih punya amanat dan tanggung jawab didunia ini yg belum ku selesaikan bukan karna arwahku tidak tenang alias penasaran" balas Sanskar.
"Tanggung jawab apa ? Amanat apa ?" tanya Kavita semakin penasaran.
Sanskar mendekati Kavita dan berbisik.
"Menjaga Swara" ucapnya singkat.
Kavita terkejut karna Sanskar menyebutkan nama Swara.
Sanskar berdecak karna Kavita selalu bertanya.
"Maaf aku tidak bisa menjawab, karna aku disuruh merahasiakannya dari siapapun bahkan Swara sendiri" ucap Sanskar.
"Jadi apa kau masih ingin tetap bergentayangan disini karna kematianmu yg mendadak tadi ?" tanya Sanskar.
Kavita memalingkan wajahnya.
__ADS_1
"Tidak, aku akan tetap disini" ucap Kavita.
"Kau tidak kasihan dengan keluargamu ?, bagaimana kalau mereka tau, putri semata wayangnya masih belum tenang akan kematiannya" ucap Sanskar.
Kavita merenung.
"Aku butuh waktu untuk menyendiri dulu, silahkan kau pergi" ucap Kavita.
"Baiklah terserah kau saja" ucap Sanskar.
"Sepertinya aku butuh bantuan Swara untuk mengirim Kavita ke alamnya agar ia bisa tenang dan tidak bergentayangan disini lagi dengan bentuk nya yg mengerikan" gumam Sanskar.
Ia segera menghilang dari hadapan Kavita yg kembali meratapi nasibnya sendiri.
###
aku kasih bocoran, besok dibahas mengenai petualangan Swara mengantarkan Kavita kealamnya.
Mungkin kalian gak ada yg tau cara anak indigo bisa mengantarkan arwah yg bergentayangan atau tersesat didunia hingga tidak bisa kembali kealam mereka, tapi manusia indigo itu adalah kemampuan khusus dari tuhan dan mereka punya tugas khusus sendiri.
Tapi gak semua anak indigo itu kemampuannya sama, ada yg bisa melihat masa depan, ada yg hanya bisa melihat masa lalu dan lain sebagainya.
Oke cukup sampai disini yh.
__ADS_1
Selamat membaca😀😀
Semoga terhibur😁😁