Cinta Dalam Pernikahan

Cinta Dalam Pernikahan
Menahan Gairah


__ADS_3

Kebahagiaan Audy memuncak ketika langkah kakinya berhenti di salah satu vila kecil yang sangat indah. Netranya menatap Rendi, seakan bertanya apakah benar mereka akan menginap di sini.


"Kamu suka?" Tanya Rendi sembari membuka pintu kaca vila itu. Melihat Audy mengangguk membuatnya tersenyum.


Sebenarnya ia menolak pilihan Audy ketika mengatakan ingin menyewa vila yang berada di tepi pantai. Rendi sudah berusaha mencarikan hotel dengan view pantai terbaik. Tetapi Audy mengatakan bahwa ia bosan dengan suasana hotel yang pengap.


Audy berjalan cepat mengitari seisi vila. Walaupun sangat kecil, namun vila ini terlihat sangat nyaman. Hampir seluruh dinding Vila terbuat dari kaca. Kecuali bagian kamar dan dapur.


"Mas Rendi nggak marah 'kan?" Tanya Audy sembari menghampiri Rendi yang merebahkan tubuhnya di sofa.


"Tidak," ucapnya singkat. Ia merasa sangat lelah setelah mengemudi selama tiga jam.


"Aku beresin perlengkapan kita dulu, ya. Nanti abis itu aku buatin makan siang," ucap Audy.


Mereka terlalu terburu-buru saat berangkat sampai lupa dengan makan siangnya. Ia melirik jam yang melingkar manis di tangannya. Sudah hampir setengah empat. Rendi pasti sangat lapar.


Setelah selesai menaruh barang-barangnya di kamar, Audy bergegas menuju dapur. Sesuai dengan pelayanan vila, kulkas kecil di sana penuh dengan bahan makanan.


Audy memilih memasak sarden kaleng, juga membuat cap cay. Ia berusaha memaksimalkan kecepatannya. Ia merasa tidak enak pada Rendi yang merasa kelelahan.


Sementara itu, Rendi beranjak dari sofa dan menyusul istrinya ke dapur. Sejenak ia terpengarah dengan penampilan Audy yang hanya mengenakan hot pants dengan teng top putih yang memperlihatkan pinggangnya. Apalagi rambut indah Audy dicepol ke atas. Membuat leher jenjangnya terlihat jelas.


Apa harus diingatkan lagi? Rendi adalah pria normal yang bisa tergoda dengan wanita walau hanya dari sisi penampilannya saja.


Untungnya Rendi masih cukup akal untuk menahan dirinya agar tidak menerjang Audy. Ya, ia tidak mau menyakiti perempuan itu.


Niatnya untuk menghampiri Audy ia urungkan. Namun Audy sudah terlebih dulu mengetahui keberadaannya.


"Aku kira Mas Rendi tidur," ucap Audy.

__ADS_1


Gadis itu mendekatinya dengan membawa sendok berisi cap cay buatannya. "Coba cicipin, ntar kasih tau ke aku rasanya kurang apa," titahnya sembari berjinjit kecil.


Seakan paham dengan kesusahan Audy, Rendi memegang tangan gadis itu dan menunduk kecil. Seperti yang diperintahkan perempuan itu, Rendi menyuapkan masakan Audy ke dalam mulutnya.


Matanya tidak lepas dari Audy yang menatapnya. Ada sebuah harapan di sana. Benar saja, kerutan di dahi Rendi membuat raut kecewa terlihat jelas di wajah Audy.


"Nggak enak, ya?" Tanyanya pelan.


"Kamu terlalu banyak menambahkan gula," cetus Rendi tidak menutup-nutupi rasa masakan Audy. Jika ia terus berbohong tentang rasa masakan Audy, kemampuan memasak gadis itu tidak akan berkembang.


"Perbaiki dulu rasanya."


Audy menahan lengan Rendi. Membuat laki-laki itu menaikan satu alisnya. Tidak taukah Audy bahwa penampilannya sekarang sangat mengganggu konsentrasi Rendi?


"Badan Mas Rendi panas," cetusnya sembari menempelkan punggung tangannya di kening Rendi. "Pusing nggak?"


Bukannya menjawab, Rendi justru menaikan sudut bibirnya. Ada perasaan bahagia ketika kepedulian Audy terlihat jelas seperti ini.


"Enggak," balas Audy.


Rendi meringis pelan mendengar kepolosan Audy. Sepertinya gadis itu belum paham akan kondisi Rendi sekarang.


"Lanjutkan memasaknya," titah Rendi. Ia benar-benar beranjak ke kamar mandi meskipun jelas sekali bahwa Audy ingin dirinya tetap di sana.


Setelah selesai menyiram tubuhnya dengan air dingin, Rendi merebahkan tubuhnya di ranjang yang berukuran sedang. Tubuhnya sudah tidak terlalu tegang dibanding saat berhadapan dengan Audy tadi.


Tetapi ujiannya belum berhenti, Audy masuk ke dalam kamar dan memanggilnya untuk makan malam. Menghindari tubuhnya menegang kembali, Rendi hanya mengangguk tanpa membuka matanya.


Namun hal itu justru membuat Audy mengkhawatirkan kondisi tubuhnya sehingga gadis itu duduk di samping Rendi dan mengusap pipinya pelan.

__ADS_1


"Mas Rendi sakit?" Tanya Audy seperti bisikan kecil.


"Tidak, Audy. Saya hanya lelah dan sedikit pusing. Kamu makan dulu gih, nanti saya menyusul."


"Ck! Masa aku makan sendirian," keluh Audy disertai decakan kecil.


Mau tidak mau Rendi bangkit dan mengusap wajahnya kasar. Ia juga menghela nafasnya cukup keras. Membuat Audy beringsut mundur.  Netranya jelas sekali melihat kekesalan Rendi.


"Ayo," ajak Rendi sembari berdiri. Alisnya tertaut saat Audy menatapnya takut.


"Mas Rendi marah?"


Rendi menarik paksa Audy, sehingga mereka berdiri saling berhadapan. Satu tangannya menahan pinggang Audy dan menariknya hingga tubuh mereka saling menempel. Sedangkan satu tangannya lagi mengusap tengkuk Audy.


"Apa kamu tidak dapat membedakan amarah dengan gairah saya?" Tanya Rendi pelan.


"Hah?"


Audy menatap Rendi tidak mengerti. Namun tatapan polos itu justru membuat Rendi semakin ingin menerjang tubuh gadis itu. Tanpa disadari tangannya meremas kuat lengan Audy membuat gadis itu merintih kecil.


"Mas Rendi jangan kayak gini, aku takut," kata Audy pelan.


Nafas Rendi semakin memberat. Sesak rasanya menahan nafsunya untuk menikmati tubuh Audy. Matanya terpejam erat. Sekarang pikiran dan hatinya saling berontak. Pikirannya terus mendorong Rendi agar melakukan apa keinginannya. Tapi hatinya berkata bahwa ia tidak boleh menyakiti Audy.


Dengan kasar Rendi menghentakan tubuh Audy. Untung saja gadis itu bisa menjaga keseimbangannya agar tidak terjatuh.


"Maaf," gumam Rendi dengan tangan terkepal kuat, "makanlah dulu. Setelah itu bersiaplah, gunakan pakaian hangat. Saya akan mengajak kamu berkeliling di sekitar vila. Tapi untuk sekarang saya butuh waktu sendiri."


Rendi langsung beranjak pergi. Ia butuh udara segar untuk menjernihkan pikirannya. Audy. Rendi tidak mengerti dengan kepolosan gadis itu. Bagaimana gadis itu bisa menghentikan Rendi untuk tidak menyakitinya saat ia sendiri tidak tau bahwa Rendi sedang bergairah?!

__ADS_1


Sialan, umpat Rendi dalam hati.


__ADS_2