Cinta Dan Persahabatan

Cinta Dan Persahabatan
Ulang Tahun Wiltons Company


__ADS_3

Hotel Homes


Malam ini Hotel Homes sudah ramai oleh para tamu undangan acara ulang tahun Wiltons Company. Para tamu undangan adalah orang orang penting mulai dari para kolega bisnis, para pejabat dan para artis dan model ternama.


Para awak media pun sudah memenuhi loby hotel. Para pencari berita ini sudah menantikan kehadiran para tamu tamu penting acara malam ini.


Tidak lama kemudian satu per satu mobil mewah memasuki kawasan hotel. Para awak media berbondong bondong ingin melihat siapa yang turun dari mobil mobil tersebut. Mereka sudah siap dengan kamera nya untuk mengambil foto tamu tamu penting tersebut.


Rombongan mobil Rangga dan teman temannya tiba di pintu masuk hotel. Melihat ketujuh pemuda itu, para gadis berteriak histeris. Mona yang ada di samping kekasihnya kesal mendengar teriakan mereka.


" Lebay banget sih.. Enggak pernah lihat orang tampan apa." kata Mona.


" Udah la yank, biarin aja." kata Rangga.


Mona dan Rangga lalu masuk ke dalam hotel diikuti Johan yang berpasangan dengan Defa dan Riko yang bersama Bella. Mereka terus berjalan tanpa mempedulikan tamu lainnya yang membicarakan mereka.


Lagi lagi teriakan terdengar saat Evan dan ketiga sahabatnya tiba di hotel. Bahkan teriakan mereka juga masih terdengar saat keempat pemuda itu sudah masuk ke dalam hotel. Mona menggelengkan kepalanya melihat kelakuan gadis gadis itu.


" Ternyata kalian punya banyak fans ya.." kata Mona. Rangga diam saja mendengarnya. Dia tahu bahwa kekasihnya itu sedang kesal.


Tak lama datanglah Riska dan Nia diikuti oleh Sintia, Dona dan Emma. Mulai dari mereka memasuki loby tadi sudah banyak terdengar bisikan bisikan yang ditujukan kepada Nia dan Riska karena berita mereka yang heboh tadi pagi. Tapi Riska dan Nia tidak menghiraukan itu. Dengan percaya diri mereka tetap terus berjalan menuju tempat acaranya berlangsung.


" Ternyata mereka berdua masih berani menampakkan wajahnya." kata Bella.


" Mungkin urat malu nya sudah putus Bell." kata Riko.


Mereka memperhatikan sekelilingnya. Setelah menemukannya, mereka langsung menghampiri meja yang di tempati Evan dan teman temannya.


" Hai.. Kita gabung di sini ya." kata Sintia dengan senyum manisnya dan langsung duduk di samping Evan. Dona dan Emma juga duduk di samping Steve dan Willy. Riska dan Nia juga bergabung bersama mereka.

__ADS_1


Rangga, Johan dan Riko menahan senyum melihat keempat sahabat mereka berwajah kusut. Ketiga sahabat itu memang tidak satu meja dengan mereka. Johan, Rangga dan Riko satu meja dengan Mona bersaudara.


Saat MC ingin membuka acara malam itu, di luar terdengar suara keributan. Semua tamu undangan ingin tahu apa yang terjadi di sana.


Ternyata kehadiran enam mobil mewah di depan loby hotel yang menjadi penyebabnya. Para wartawan yang memang sudah menunggu para tamu dalam acara itu fokus memperhatikan siapa yang keluar dari dalam mobil mewah tersebut.


Setelah pintu mobil pertama terbuka, maka keluar lah tuan rumah penyelengga acara malam ini yaitu Tuan dan Nyonya Wiltons. Lalu dari dalam mobil kedua yang turun ternyata Tuan dan Nyonya Alexander. Diikuti dari dalam mobil ketiga ada Tuan dan Nyonya Homes. Dari dalam mobil keempat ada Tuan dan Nyonya Mahandika. Setelah keempat keluarga ini memasuki hotel, para wartawan masih menunggu siapa yang ada si dalam kedua mobil itu.


Setelah mobil kelima di buka, ternyata yang keluar adalah Tuan Bimantara. Lalu yang keluar dari mobil keenam ternyata empat gadis cantik yang memang sudah di tunggu para wartawan. Mereka berempat lalu dicegat para wartawan untuk diwawancara. Para pengawal hendak menghadang, namun dicegah oleh Amel. Karena ini memang bagian dari rencana Amel. Ternyata Amel sudah mempersiapkan wawancara di loby hotel malam ini. Para wartawan ini ternyata sudah dibayar oleh Amel. Dan wawancara di loby hotel ini juga akan tayang live si stasiun televisi dan internet. Bahkan di dalam ballroom tempat berlangsung nya acara juga akan ditampilkan dalam layar lebar. Tapi tidak ada yang menyadari itu semua.


" Selamat malam Nona Nona. Bolehkah kita berbincang sebentar?"


" Tentu saja boleh. Tapi hanya sebentar saja." jawab Amel.


" Apakah kalian bagian dari keluarga yang tadi datang bersama kalian?"


" Kalau teman teman Nona Amel?"


" Wah!! Kami perlu memperkenalkan diri juga? (tersenyum manis). Baiklah, nama saya Lumeisya Beatrice Wiltons panggil saja Meisya." kata Meisya. Para wartawan dan juga tamu undangan yang ada di dalam terbengong.


" Dan saya Jessika Alexander panggil saja Jessi." kata Jessi.


" Dan saya Cassandra Audrellia Homes panggil saja Sandra." kata Sandra.


Para awak media masih diam karena keterkejutan mereka. Tiba tiba Amel membuyarkan lamunan mereka.


" Baiklah.. Malam ini kalian semua kami undang masuk ke dalam untuk mengabadikan moment malam ini. Karena malam ini kami akan menampilkan pertunjukan luar biasa yang pasti kalian semua akan rugi jika melewatkannya. Saya rasa wawancara kita cukup, kita lanjutkan setelah acara ini selesai. Selamat malam dan terima kasih." kata Amel sambil berlalu di ikuti ketiga sahabatnya.


Para wartawan pun ikut masuk ke dalam setelah di izinkan oleh Amel. Para pencari berita itu sangat antusias karena ini adalah kesempatan langka. Biasanya mereka hanya bisa meliput dari luar. Tapi malam ini mereka dapat meliput seluruh acara serta bisa mewawancarai para tamu undangannya.

__ADS_1


Setelah mengatakan itu, mereka berempat masuk ke dalam hotel. Seluruh pandangan mengarah kepada mereka. Seperti biasa mereka berjalan tanpa mempedulikan orang lain menuju tempat khusus untuk mereka.


Acara demi acara sudah dilewati. Dan sekarang adalah acara puncaknya dimana ayah Meisya memperkenalkan anak tunggalnya kepada publik. Setelah Meisya turun dari panggung, MC akan menutup acara malam itu. Namun sebelum dia menyelesaikan perkataannya, Amel sudah naik ke atas panggung. Mereka kaget melihat Amel, namun mereka penasaran apa yang akan dilakukan gadis itu.


" Apa yang akan Amel lakukan Sya?" tanya Mona. Mesya mengangkat bahunya tanda dia juga tidak tahu.


" Kita lihat saja, bukannya tadi kata Amel bakalan ada pertunjukan malam ini." jawab Jessi.


" Eh Jess.. Aku tidak yakin teman kalian itu akan menampilkan pertunjukan yang menarik. Bisa bisa dia hanya mempermalukan dirinya sendiri." kata Emma sambil mencibir. Diikuti gelak tawa teman temannya.


" Jangan jangan dia ingin menampilkan adegan tak bermoralnya." tambah Dona.


" Jaga mulut kalian ya." bentak Jessi.


" Kenapa Jess.. Apa kalian takut kelakuan kalian di London akan diketahui semua orang?" kata Sintia.


" Hahaha.. LUAR BIASA!!! (bertepuk tangan). Kelakuan kami atau kelakuan kalian bertiga?" tanya Sandra.


" Maklum lah San, mereka sudah pikun jadi sudah lupa dengan apa yang mereka lakukan di kampus kita dulu." tambah Jessi.


" Kalian...." Sintia belum selesai dengan perkataannya tapi Amel sudah berbicara di atas podium.


" Selamat malam semuanya.. Maaf mengganggu waktunya sebentar. Kepada Tuan dan Nyonya Wiltons saya mohon maaf karena sudah mengambil alih acara malam ini." Amel menjeda perkataannya.


" Dan untuk seluruh wartawan yang hadir di sini, malam ini saya memberikan izin kepada kalian untuk meliput dan menayangkan ke semua media pertunjukan malam ini. Dan untuk seluruh pengawal harap menjaga lokasi ini agar tidak ada yang keluar sebelum pertunjukan selesai. Terima kasih."


Dan tiba tiba seluruh lampu dimatikan. Para tamu undangan berteriak karena ruangan menjadi gelap.


***

__ADS_1


__ADS_2